Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Selasa, 28 Juli 2026: Tanjungpinang hingga Anambas Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Polres Bengkalis Musnahkan Narkotika Jenis Sabu Seberat 8.231,15 Gram dan Pil Ekstasi Sebanyak 5.005 Butir Pemerintah dan Masyarakat Pulau Jemaja Sepakati Tata Kelola Panen Buah Kepayang Berkelanjutan Ketua Kelompok Tani Bukit Padi Apresiasi Rehabilitasi Irigasi, Harap Proyek Dilanjutkan hingga Kampung Pasiran LAMR: Ketahanan Energi Harus Berbasis Kebudayaan ‎Mahasiswa Sastra Indonesia UNILAK Juara 1 Lomba Melukis PEKSIMIDA Riau

Pekanbaru

Hasil Tes “Kejiwaan” Tiga Calon Sekdaprov di Lambaian Gubri Wahid

badge-check

Prof Dr Ilyas Husti. F: Ist Perbesar

Prof Dr Ilyas Husti. F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU- Agaknya. Tiga nama menggantung di udara, terbungkus rapi dalam selembar amplop yang dibawa orang nomor satu di Riau. Amplop itu bukan sembarang surat, melainkan berisi hasil tes jasmani, rohani, dan Napza dari tiga calon Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau. Lokasinya pun tak biasa, di Rumah Sakit Jiwa Tampan.

Adalah Jafrinaldi, Syahrial Abdi, dan Yusfa Hendri, tiga pejabat dari latar belakang berbeda, telah menyelesaikan satu tahap penting yang lebih sering terdengar di kalangan publik sebagai “tes kejiwaan.” Namun, dalam konteks seleksi jabatan tinggi madya, tes ini adalah sebuah keniscayaan. Tak hanya kesehatan jasmani dan mental yang diperiksa, tetapi juga integritas melalui uji narkoba.

“Tesnya sudah selesai. Tapi hasilnya tidak kami buka. Amplop itu langsung ke Pak Gubernur,” kata Ketua Pansel Prof Dr Ilyas Husti.

Pernyataan itu menciptakan nuansa misteri. Di tengah transparansi publik yang semakin dituntut, informasi soal siapa paling sehat, secara mental dan moral, justru tersembunyi di balik selembar kertas tersegel. Semua kini bergantung pada pertimbangan Gubernur Riau Abdul Wahid, yang sudah “melambaikan tangan” bukan untuk memberi keputusan tetapi untuk berangkat ke London, Senin (23/6/2025).

Sesuai jadwal, pada tanggal 25 hingga 27 Juni 2025, Gubernur Wahid menghadiri forum investasi REDD+ di Inggris, membawa semangat “Riau for Green” ke panggung internasional. Perjalanan ini dibiayai penuh oleh United Nations Environment Programme (UNEP), bukan dari APBD. Sebuah langkah yang patut diapresiasi dalam konteks efisiensi anggaran, meskipun tak urung meninggalkan pertanyaan, akankah keputusan Sekdaprov tertunda?

Di satu sisi, Riau menanti sosok strategis yang akan menjadi motor administrasi pemerintahan. Di sisi lain, gubernurnya tengah terbang ke Barat berbekal “colak (koper)” yang berisikan isu hutan dan karbon, meninggalkan lembaran penilaian birokrasi yang mungkin tak kalah penting bagi warga Riau.

Sementara proses seleksi Sekdaprov terus berjalan dengan sistematis, mulai dari administrasi, makalah, wawancara, hingga seleksi sosial-kultural dan manajerial. Kini publik hanya bisa menebak-nebak, siapa yang akan membuka amplop itu, atau sudah dibuka?

Tiga nama calon Sekdaprov Riau sudah diserahkan. Maknanya ada tiga harapan mengendap di antara diamnya birokrasi dan lambaian tangan seorang gubernur yang “berambisi” membawa Riau bersuara di panggung global. (RK1)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

LAMR: Ketahanan Energi Harus Berbasis Kebudayaan

27 Juli 2026 - 16:52 WIB

‎Mahasiswa Sastra Indonesia UNILAK Juara 1 Lomba Melukis PEKSIMIDA Riau

27 Juli 2026 - 15:30 WIB

Kunjungan Kerja Seskoau ke LAMR Bahas Ketahanan Energi Nasional Berbasis Nilai-Nilai Kejuangan

27 Juli 2026 - 10:20 WIB

Sayang Bini

26 Juli 2026 - 09:55 WIB

Pemprov Riau Percepat Implementasi SP2D Online, Pembayaran Gaji ASN Kini Lebih Cepat

25 Juli 2026 - 07:20 WIB

Trending di Pekanbaru