Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri, Senin 27 Juli 2026: Tanjungpinang hingga Anambas Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Edarkan Sabu, Pria Berinisial MR Diamankan Satresnarkoba Polres Bengkalis Reses di Letung, Ismeth Abdullah Tampung Aspirasi Warga Jemaja soal Listrik, Kesehatan, dan Infrastruktur Kenduri dan Festival Durian Bintan 2026, Perkuat Identitas Pariwisata dan Budaya Tarik 650 Peserta Lokal dan Mancanegara, Bintan Trekking 2026 Dongkrak Pariwisata dan UMKM Bhabinkamtibmas Desa Alahair Cek Peternakan Kambing Warga Dukung Ketahanan Pangan

Bintan

Ancaman Buaya di Bintan Meningkat, Pemkab Bentuk Satgas Khusus Hadapi Konflik Satwa Liar

badge-check

Ronny Kartika, Sekretaris Daerah Bintan. F : ist Perbesar

Ronny Kartika, Sekretaris Daerah Bintan. F : ist

RiauKepri.com, BINTAN – Lonjakan kemunculan buaya di wilayah pesisir Kabupaten Bintan memicu kekhawatiran luas di tengah masyarakat. Sebagai respons cepat dan langkah preventif, Pemerintah Kabupaten Bintan menggagas pembentukan Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk menangani konflik antara manusia dan satwa liar, khususnya buaya.

Dalam rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Bintan, Ronny Kartika, Selasa (24/6), dibahas secara mendalam penanganan kasus-kasus buaya yang telah memakan korban. Hingga pertengahan 2025, tercatat sembilan kasus kemunculan buaya, termasuk satu korban jiwa di Kecamatan Teluk Bintan.

“Kita dihadapkan pada dilema besar. Buaya adalah satwa dilindungi, namun keberadaannya di dekat permukiman jelas membahayakan. Perlu solusi yang bijak dan cepat,” ujar Ronny dalam rapat yang dihadiri BPBD, BKSDA, BPSDPL, DLH, camat, dan kepolisian.

Rakor menghasilkan keputusan strategis: pembentukan Satgas Penanganan Konflik Buaya. Satgas ini akan fokus pada pemetaan wilayah rawan, pemasangan papan peringatan, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat pesisir.

Menurut Ronny, Satgas juga diharapkan bisa merumuskan prosedur operasional tetap jika ada buaya yang tertangkap atau muncul di area permukiman. Pemkab bahkan mempertimbangkan kemungkinan membangun kandang penangkaran sementara sebagai solusi darurat.

“Kami butuh kejelasan dari pihak BKSDA, apakah satwa ini bisa dititipkan di tempat kami, atau harus langsung dibawa ke Batam. Ini bagian dari kesiapsiagaan kita,” tambah Ronny.

Rencana pembentukan Satgas ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dianggap sebagai terobosan konkret dan terkoordinasi dalam menangani konflik manusia dengan satwa liar—isu yang kian mengemuka seiring perubahan lingkungan dan menyempitnya habitat alami. (RK9)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kenduri dan Festival Durian Bintan 2026, Perkuat Identitas Pariwisata dan Budaya

26 Juli 2026 - 14:21 WIB

Tarik 650 Peserta Lokal dan Mancanegara, Bintan Trekking 2026 Dongkrak Pariwisata dan UMKM

26 Juli 2026 - 13:53 WIB

34 Lansia Sebong Lagoi Diwisuda, Bukti Komitmen Bintan Wujudkan Daerah Ramah Lansia

25 Juli 2026 - 15:25 WIB

Istri Wapres RI Kunker ke Bintan, Peringati Hari Anak Nasional dengan Aksi Konservasi Laut

24 Juli 2026 - 06:24 WIB

Komisi VII DPR RI Serap Aspirasi Pengembangan Pariwisata dan Investasi di Bintan

23 Juli 2026 - 06:31 WIB

Trending di Bintan