Menu

Otomatis
Breaking News

Bintan

Ancaman Buaya di Bintan Meningkat, Pemkab Bentuk Satgas Khusus Hadapi Konflik Satwa Liar

badge-check

Ronny Kartika, Sekretaris Daerah Bintan. F : ist Perbesar

Ronny Kartika, Sekretaris Daerah Bintan. F : ist

RiauKepri.com, BINTAN – Lonjakan kemunculan buaya di wilayah pesisir Kabupaten Bintan memicu kekhawatiran luas di tengah masyarakat. Sebagai respons cepat dan langkah preventif, Pemerintah Kabupaten Bintan menggagas pembentukan Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk menangani konflik antara manusia dan satwa liar, khususnya buaya.

Dalam rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Bintan, Ronny Kartika, Selasa (24/6), dibahas secara mendalam penanganan kasus-kasus buaya yang telah memakan korban. Hingga pertengahan 2025, tercatat sembilan kasus kemunculan buaya, termasuk satu korban jiwa di Kecamatan Teluk Bintan.

“Kita dihadapkan pada dilema besar. Buaya adalah satwa dilindungi, namun keberadaannya di dekat permukiman jelas membahayakan. Perlu solusi yang bijak dan cepat,” ujar Ronny dalam rapat yang dihadiri BPBD, BKSDA, BPSDPL, DLH, camat, dan kepolisian.

Rakor menghasilkan keputusan strategis: pembentukan Satgas Penanganan Konflik Buaya. Satgas ini akan fokus pada pemetaan wilayah rawan, pemasangan papan peringatan, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat pesisir.

Menurut Ronny, Satgas juga diharapkan bisa merumuskan prosedur operasional tetap jika ada buaya yang tertangkap atau muncul di area permukiman. Pemkab bahkan mempertimbangkan kemungkinan membangun kandang penangkaran sementara sebagai solusi darurat.

“Kami butuh kejelasan dari pihak BKSDA, apakah satwa ini bisa dititipkan di tempat kami, atau harus langsung dibawa ke Batam. Ini bagian dari kesiapsiagaan kita,” tambah Ronny.

Rencana pembentukan Satgas ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dianggap sebagai terobosan konkret dan terkoordinasi dalam menangani konflik manusia dengan satwa liar—isu yang kian mengemuka seiring perubahan lingkungan dan menyempitnya habitat alami. (RK9)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Panen Padi Demplot PM-AAS, Pemkab Bintan Dorong Penguatan Ketahanan Pangan Mandiri

15 Sep 2026 - 16:25 WIB

Panen Padi Demplot PM-AAS, Pemkab Bintan Dorong Penguatan Ketahanan Pangan Mandiri

Kabut Asap Selimuti Bintan, Pemkab Berlakukan Pembelajaran Daring

14 Sep 2026 - 19:15 WIB

Kabut Asap Selimuti Bintan, Pemkab Berlakukan Pembelajaran Daring

Bupati Roby Sampaikan Ranperda Perubahan APBD 2026 dan APBD 2027

14 Sep 2026 - 19:13 WIB

Bupati Roby Sampaikan Ranperda Perubahan APBD 2026 dan APBD 2027

Waka Mabicab Bintan, Deby Maryanti Buka Kemah Besar Pramuka Kwarcab Bintan Tahun 2026

12 Sep 2026 - 15:21 WIB

Waka Mabicab Bintan, Deby Maryanti Buka Kemah Besar Pramuka Kwarcab Bintan Tahun 2026

Hingga Agustus 2026, Program Cek Kesehatan Gratis di Bintan Sasar 63.540 Jiwa

11 Sep 2026 - 18:44 WIB

Hingga Agustus 2026, Program Cek Kesehatan Gratis di Bintan Sasar 63.540 Jiwa
Trending di Bintan