Menu

Mode Gelap
Reses di Letung, Ismeth Abdullah Tampung Aspirasi Warga Jemaja soal Listrik, Kesehatan, dan Infrastruktur Kenduri dan Festival Durian Bintan 2026, Perkuat Identitas Pariwisata dan Budaya Tarik 650 Peserta Lokal dan Mancanegara, Bintan Trekking 2026 Dongkrak Pariwisata dan UMKM Bhabinkamtibmas Desa Alahair Cek Peternakan Kambing Warga Dukung Ketahanan Pangan Satresnarkoba Polres Bengkalis Ringkus Pengedar Sabu 50,01 Gram di Talang Muandau Sayang Bini

Tanjungpinang

Radio dan Televisi Jadi Penyelamat Informasi di Pulau Terluar Kepri

badge-check

Kepala Diskominfo Kepri Hendri Kurniadi didampingi Sekdis James Pattikawa dalam audiensi bersama Komisioner KPID Kepri. F: Ist Perbesar

Kepala Diskominfo Kepri Hendri Kurniadi didampingi Sekdis James Pattikawa dalam audiensi bersama Komisioner KPID Kepri. F: Ist

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG — Di era digital yang semakin maju, tidak semua wilayah bisa menikmatinya. Di Kepulauan Riau (Kepri), ratusan pulau kecil masih kesulitan mengakses internet. Di tengah tantangan itu, peran radio dan televisi justru kembali bersinar sebagai jembatan informasi utama, terutama untuk mendukung pembangunan di daerah-daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T).

Hal ini menjadi perhatian serius Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kepri. Dalam pertemuan dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kepri di Pulau Dompak, Rabu (2/7/2025), Kepala Diskominfo Kepri Hendri Kurniadi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga penyiaran.

“Banyak wilayah di Kepri masih blank spot. Di sana, masyarakat tetap harus mendapatkan informasi pembangunan. Maka, radio dan televisi menjadi ujung tombak kami,” ungkap Hendri.

Ia menjelaskan bahwa frekuensi siaran memiliki keunggulan yang tidak dimiliki jaringan internet: jangkauan yang luas tanpa infrastruktur mahal. “Melalui siaran, informasi pembangunan, pendidikan, hingga mitigasi bencana bisa sampai ke pulau-pulau kecil,” tambahnya.

Ketua KPID Kepri, Henky Mohari, mengamini pernyataan tersebut. Ia menyebut bahwa KPID tidak hanya berfungsi sebagai pengawas isi siaran, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.

“Kami mendorong agar lembaga penyiaran memperbanyak konten lokal, termasuk program budaya, pariwisata, hingga edukasi masyarakat,” kata Henky. Menurutnya, penyiaran yang sehat mampu membentuk masyarakat yang cerdas dan kritis informasi.

Henky juga menegaskan, konten lokal tak boleh hanya jadi pelengkap siaran. “Kami ingin konten lokal Kepri menjadi wajah utama televisi dan radio di sini. Itu penting untuk memperkuat identitas daerah,” ujarnya.

Audiensi yang digelar di Kantor Diskominfo itu juga dihadiri oleh Sekretaris Diskominfo Kepri James Patikawa, Subkoordinator Pelayanan Informasi Publik Ummil Khalish, dan Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Kepri Tito Suwarno.

Di tengah keterbatasan konektivitas digital, Kepri justru menemukan momentum untuk menghidupkan kembali semangat penyiaran publik. Lewat kolaborasi pemerintah dan KPID, suara pembangunan diharapkan tetap nyaring terdengar hingga ke pelosok pulau. (RK9)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Prakiraan Cuaca Kepri, Ahad 26 Juli 2026: Mayoritas Wilayah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Daerah

26 Juli 2026 - 00:01 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 24 Juli 2026: Sebagian Besar Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

24 Juli 2026 - 00:01 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Kamis, 23 Juli 2026: Tanjungpinang dan Bintan Berpotensi Hujan Petir, Sejumlah Daerah Diguyur Hujan Ringan

23 Juli 2026 - 06:01 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Rabu, 22 Juli 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

22 Juli 2026 - 00:01 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Selasa, 21 Juli 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Daerah, Warga Diminta Tetap Waspada

21 Juli 2026 - 00:01 WIB

Trending di Kepulauan Riau