RiauKepri.com, KARIMUN – Bupati Karimun, Iskandarsyah, resmi melaunching Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) di kawasan Coastal Area, Ahad (20/5/2025). Suasana pagi itu berbeda dari biasanya, ribuan warga tumpah ruah memenuhi jalanan yang sengaja ditutup untuk aktivitas olahraga, rekreasi, hingga wisata kuliner.
Gelaran CFD perdana di bawah kepemimpinan Iskandarsyah ini langsung menyita perhatian masyarakat. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak larut dalam suasana penuh keakraban. Ada yang jogging, bersepeda, senam massal, hingga sekadar berjalan santai sambil bercengkerama.
Iskandarsyah menegaskan bahwa CFD bukan hanya soal olahraga, melainkan juga wadah mempererat interaksi sosial warga. Coastal Area yang biasanya dipenuhi kendaraan, kali ini berubah menjadi ruang publik yang ramah, bebas polusi, dan menghadirkan suasana segar bagi pengunjung.
“Car Free Day ini bukan hanya gerakan hidup sehat, tetapi juga ruang bersama untuk masyarakat. Di sini kita bisa menikmati udara segar, berinteraksi, sekaligus mendukung UMKM lokal,” ujar Iskandarsyah saat memberi sambutan.
Tidak hanya itu, CFD juga menghadirkan berbagai stan kuliner dan produk UMKM khas Karimun. Mulai dari jajanan tradisional hingga kerajinan tangan ditawarkan kepada pengunjung. Kehadiran UMKM ini memberi nuansa berbeda sekaligus menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat.
Menurut Iskandarsyah, program ini memiliki efek ganda. Di satu sisi, mendorong masyarakat hidup lebih sehat, dan di sisi lain, membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM. “Kami ingin CFD menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus kebanggaan masyarakat Karimun,” tegasnya.
Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, yang juga hadir dalam kesempatan itu, menambahkan bahwa CFD memberi dampak nyata bagi masyarakat. Antusiasme warga yang begitu tinggi menjadi bukti bahwa program ini dibutuhkan.
“Kegiatan seperti ini menghadirkan energi positif. Selain menumbuhkan semangat olahraga, juga memberi ruang luas bagi UMKM untuk berkembang. Pemerintah akan terus mendukung agar CFD bisa rutin digelar,” kata Rocky.
Rocky juga mengajak masyarakat untuk menjadikan CFD sebagai bagian dari gaya hidup baru di Karimun. Menurutnya, jika dilakukan secara konsisten, CFD akan membentuk budaya sehat sekaligus memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat.
Tidak hanya warga lokal, kegiatan ini juga menarik perhatian wisatawan domestik. Beberapa pengunjung dari Batam dan Tanjungpinang terlihat menikmati suasana CFD Karimun. Hal ini sekaligus membuka peluang baru bagi sektor pariwisata daerah.
Di tengah ramainya kegiatan, sejumlah komunitas olahraga pun ikut memeriahkan CFD. Mulai dari komunitas sepeda, klub lari, hingga kelompok senam bersama menampilkan aksi mereka. Bahkan, panggung hiburan rakyat juga disiapkan untuk menghibur pengunjung.
Sejumlah pelaku UMKM mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan pemerintah. “Alhamdulillah dagangan lebih laku, bahkan habis sebelum acara berakhir. Semoga CFD rutin diadakan supaya kami bisa terus ikut serta,” ungkap Siti, penjual makanan tradisional.
Kemeriahan CFD Karimun juga diwarnai aksi peduli lingkungan. Sejumlah relawan bersama komunitas pemuda melakukan kampanye mengurangi sampah plastik. Mereka membagikan tumbler kepada pengunjung sebagai simbol kesadaran menjaga lingkungan.
Bagi masyarakat, CFD menjadi ruang alternatif untuk melepas penat dari rutinitas harian. Anak-anak tampak ceria bermain di area terbuka, sementara orang tua menikmati suasana santai dengan secangkir kopi khas Karimun.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, CFD Karimun diproyeksikan menjadi agenda rutin setiap akhir pekan. Harapannya, program ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi tradisi baru yang menyatukan olahraga, ekonomi, lingkungan, dan harmoni sosial dalam satu ruang bersama. (Galeri Foto)











