Menu

Mode Gelap
Siak Masuk Daftar Daerah Terbaik untuk Investasi Versi Fortune Indonesia Prakiraan Cuaca Kepri, Ahad 26 Juli 2026: Mayoritas Wilayah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Daerah Reses di Jemaja Timur, Ismeth Abdullah Tegaskan Aspirasi Masyarakat Akan Diperjuangkan ke Pusat 34 Lansia Sebong Lagoi Diwisuda, Bukti Komitmen Bintan Wujudkan Daerah Ramah Lansia Antusias Warga Sambut KM Bukit Raya, UPP Tarempa Tingkatkan Pengamanan Pelabuhan Pemprov Riau Percepat Implementasi SP2D Online, Pembayaran Gaji ASN Kini Lebih Cepat

Internasional

Gempuran Biaya Hidup Meledak, Ribuan Warga Malaysia Tuntut Anwar Ibrahim Mundur

badge-check

Ribuan warga Malaysia turun ke jalan untuk memprotes kenaikan biaya hidup dan anggapan kurangnya reformasi oleh pemerintah persatuan Perdana Menteri Anwar Ibrahim. F: Net Perbesar

Ribuan warga Malaysia turun ke jalan untuk memprotes kenaikan biaya hidup dan anggapan kurangnya reformasi oleh pemerintah persatuan Perdana Menteri Anwar Ibrahim. F: Net

RiauKepri.com, KUALA LUMPUR – Ribuan warga Malaysia turun ke jalan melalukan aksi menentang lonjakan biaya hidup yang semakin mencekik dan mendesak Perdana Menteri Anwar Ibrahim mundur. Tapi sebelum itu Anwar Ibrahim menyatakan takkan bergeming, kecuali jika parlemen mengeluarkan mosi tak percaya.

Unjuk rasa yang digalang koalisi partai-partai oposisi tersebut menggemparkan pusat kota Kuala Lumpur, dengan massa berkumpul di berbagai titik sebelum memusatkan aksi mereka di kawasan ikonik Lapangan Merdeka, Sabtu (26/7/2025).

Aksi ini menjadi titik balik kegelisahan publik terhadap Anwar Ibrahim, yang dianggap gagal menepati janji-janji reformasi sejak terpilih pada 2022. Beberapa hari sebelum masa turun ke jalan, sejumlah oposisi, termasuk Mahathir, melontarkan seruan serupa agar Anwar Ibrahim mundur.

“Saya sendiri mundur dari jabatan perdana menteri karena desakan partai. Sekarang, Anwar menghadapi tekanan yang lebih besar bahkan dari oposisi publik, jadi dia harus mundur sesegera mungkin,” ucap Mahathir.

“Dia menjanjikan perubahan, tapi nyatanya harga barang tetap tinggi dan hidup makin sulit,” kata Fauzi Mahmud (35), seorang insinyur asal Selangor yang turut dalam aksi. Ia menyindir seringnya Anwar berkunjung ke luar negeri demi investasi, namun hasilnya belum dirasakan masyarakat bawah.

Sejak menjabat sebagai perdana menteri dengan semangat reformis, Anwar berkomitmen untuk memberantas korupsi, nepotisme, dan kronisme. Namun, tekanan ekonomi yang terus memburuk membuat banyak warga kecewa. Kenaikan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar membuat kantong rakyat semakin terkuras, terutama di kalangan kelas menengah ke bawah.

Menjelang aksi unjuk rasa ini, pemerintah berupaya meredam ketegangan dengan sejumlah kebijakan populis. Di antaranya pemberian uang tunai sebesar 100 Ringgit (sekitar Rp387 ribu) kepada seluruh warga dewasa dan subsidi harga bahan bakar menjadi 1,99 Ringgit per liter. Namun, langkah ini dinilai sebagian pengamat sebagai “pemadam kebakaran” yang tak menyentuh akar persoalan.

“Ini respons jangka pendek. Rakyat butuh solusi sistemik, bukan sekadar bantuan tunai menjelang demo,” ujar seorang analis politik dari Universitas Malaya.

Meski gelombang protes menguat, survei terbaru dari Merdeka Centre menunjukkan bahwa tingkat kepuasan terhadap Anwar masih berada di angka 55 persen. Hal ini dipengaruhi oleh perannya meredakan ketegangan politik domestik serta keberhasilan diplomasi Malaysia di level ASEAN.

Namun, jika krisis ekonomi tak kunjung tertangani, gelombang demonstrasi bisa jadi hanya awal dari ketidakpuasan publik yang lebih besar terhadap masa depan pemerintahan Anwar Ibrahim. (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kisah Petugas Haji Asal Batam: Saibansah dan Seteguk Air di Tanah Suci

19 Juni 2026 - 20:59 WIB

Peringatan Tsunami di Indonesia Berakhir, Korban Gempa Filipina Bertambah

8 Juni 2026 - 14:02 WIB

Jemaah Haji Siak di Arafah, Puncak Ibadah Haji Dimulai

26 Mei 2026 - 13:49 WIB

Walikota Batam ‘Dikerubungi’ Wartawan Nasional di Tanah Suci Makkah

23 Mei 2026 - 12:33 WIB

GA CAJ 2026 Digelar 27–30 April, Bahas Suksesi Kepemimpinan hingga Era Jurnalisme AI

27 April 2026 - 15:09 WIB

Trending di Internasional