RiauKepri.com, PEKANBARU– Apa itu beras oplosan dan bagaimana ciri-cirinya? Sebagai konsumen atau masyarakat yang dirugikan harus mengetahui apa saja yang menjadi ciri khas beras oplosan itu.
Beras oplosan adalah beras yang telah dicampur dengan bahan lain, seperti beras lama, beras busuk, atau bahkan bahan non-beras seperti tepung atau pasir.
Adapun ciri-ciri beras oplosan sebagai berikut:
1. Warna tidak seragam. Beras oplosan seringkali memiliki warna yang tidak seragam, dengan adanya bintik-bintik atau noda yang tidak biasa.
2. Bentuk tidak seragam. Beras oplosan dapat memiliki bentuk yang tidak seragam, dengan adanya butiran yang lebih besar atau lebih kecil dari biasanya.
3. Kilap tidak biasa. Beras oplosan dapat memiliki kilap yang tidak biasa, seperti kilap yang terlalu mengkilap atau terlalu kusam.
4. Bau tidak enak.
Beras oplosan dapat memiliki bau yang tidak enak, seperti bau busuk atau bau apak.
5. Rasa tidak enak.
Beras oplosan dapat memiliki rasa yang tidak enak, seperti rasa pahit atau rasa asin.
6. Harga yang terlalu murah.
Beras oplosan seringkali dijual dengan harga yang terlalu murah dibandingkan dengan beras yang berkualitas.
7. Kemasan yang tidak rapi.
Beras oplosan seringkali dikemas dalam kemasan yang tidak rapi, seperti kemasan yang robek atau kemasan yang tidak tertutup rapat.
Berikut cara mengenali beras Oplosan:
1. Periksa kemasan. Periksa kemasan beras untuk memastikan bahwa kemasan tersebut rapi dan tidak robek.
2. Periksa warna dan bentuk.
Periksa warna dan bentuk beras untuk memastikan bahwa warna dan bentuk tersebut seragam.
3. Periksa bau dan rasa. Periksa bau dan rasa beras untuk memastikan bahwa bau dan rasa tersebut enak dan tidak tidak enak.
4. Periksa harga.
Periksa harga beras untuk memastikan bahwa harga tersebut tidak terlalu murah dibandingkan dengan beras yang berkualitas.
Dengan memperhatikan ciri-ciri di atas, Anda dapat mengenali beras oplosan dan memilih beras yang berkualitas.
Sebagaimana diketahui, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau menggerebek sebuah toko di Jalan Lembaga Pemasyarakatan, Kota Pekanbaru, yang digunakan sebagai tempat produksi beras oplosan, Sabtu petang (26/7/2025). Dalam penggerebekan ini, polisi menyita 9 ton beras oplosan siap edar dan mengamankan satu orang tersangka pelaku berinisial RG (35).
Lima merek beras terkenal yang dicatuk tersangka yaitu SPHP Bulog, Aira, Family, Anak Daro Merah, dan Kuriak Kusuik. Beras-beras tersebut dikemas ulang agar menyerupai produk asli, kemudian dipasarkan ke sejumlah toko beras di Pekanbaru.
“Beras oplosan itu dipajang di depan toko, seolah-olah sebagai produk unggulan,” kata Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Ade Kuncoro Ridwan, Selasa (29/7/2025).
Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, mengatakan bahwa praktik tersebut merusak program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijalankan pemerintah melalui Bulog.
“Tindakan pelaku ini mencederai niat baik pemerintah dalam program SPHP. Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012, yang ditujukan untuk memastikan masyarakat mendapat akses terhadap beras berkualitas dengan harga terjangkau,” kata Herry. (RK1/net)







