RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Suara mesin kapal kembali ramai di pelabuhan-pelabuhan pintu masuk Kepulauan Riau. Suara koper bergeser di lantai terminal, pemandu wisata menanti dengan papan nama, dan kamar-kamar hotel kembali terang di malam hari. Sinyal pemulihan pariwisata di Provinsi Kepri mulai terasa kuat.
Angka-angka dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri bukan sekadar statistik biasa. Di baliknya, ada denyut ekonomi yang kembali berdetak. Pada bulan Juni 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepri melonjak 22,31 persen dibandingkan Mei 2025. Jumlah totalnya mencapai 215.722 kunjungan, naik signifikan dari 176.366 kunjungan di bulan sebelumnya.
Lebih menarik lagi, jika dibandingkan dengan Juni tahun lalu, peningkatannya bahkan menyentuh 29,19 persen—sebuah capaian yang mengindikasikan bahwa Kepri kembali menjadi magnet wisatawan, terutama dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Pulau-Pulau Perbatasan, Daya Tarik Baru Lama
Pulau-pulau seperti Batam, Bintan, dan Karimun kembali menjadi destinasi unggulan. Letaknya yang strategis di perbatasan menjadikannya gerbang utama wisatawan mancanegara, sekaligus daya tarik wisatawan domestik yang mencari suasana laut dan budaya Melayu yang autentik.
Tak hanya wisman, wisatawan nusantara (wisnus) juga menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari hingga Juni 2025, kunjungan wisnus naik 23,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari 1,7 juta perjalanan menjadi 2 juta lebih—sebuah lonjakan yang mencerminkan meningkatnya minat wisata lokal dan promosi yang efektif dari pemerintah daerah.
Hotel Mulai Terisi, Ekonomi Mulai Bergerak
Indikator lain yang tak kalah penting adalah Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Kepri. Pada Juni 2025, TPK mencapai 50,01 persen, naik hampir 4 poin dari Mei. Angka ini menjadi cermin bahwa sektor akomodasi mulai bangkit setelah sempat lesu akibat pandemi.
Rata-rata lama menginap pun naik menjadi 1,82 malam, sedikit lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Artinya, wisatawan mulai merasa nyaman untuk tinggal lebih lama—sebuah sinyal baik untuk pelaku usaha lokal, dari hotel, restoran, hingga pemandu wisata.
Optimisme yang Menjalar
Kepala BPS Kepri, Dr. Margaretha Ari Anggorowati, menegaskan bahwa tren ini adalah momentum yang harus dijaga. “Peningkatan ini bukan hanya angka, tapi peluang besar untuk membangun kembali kepercayaan wisatawan terhadap Kepri,” ujarnya.
Pelaku usaha pun mulai menanggapi tren ini dengan positif. Hotel-hotel memperbaiki fasilitas, agen travel merancang paket-paket baru, dan pelabuhan mempercepat layanan keimigrasian. Pemerintah daerah pun mulai gencar membenahi infrastruktur dan menyusun kalender event pariwisata yang lebih menarik.
Kepri, Kembali ke Peta Wisata ASEAN
Dengan pencapaian ini, Kepri bukan sekadar pulih, tapi bersiap untuk bersaing kembali di peta pariwisata regional. Potensinya besar: budaya yang kaya, akses cepat dari negara tetangga, dan ekosistem laut yang menawan. Yang dibutuhkan kini adalah konsistensi dan sinergi antarpihak.
Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin Kepri akan menjadi role model pemulihan pariwisata Indonesia di kawasan perbatasan. (RK 9)
Editor: Dana Asmara








