Menu

Otomatis
Breaking News

Meranti

Kelangkaan Beras di Kepulauan Meranti, Pemkab Lakukan Langkah Cepat Atasi Krisis

badge-check

Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

RiauKepri.com, MERANTI – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bergerak cepat menanggapi kelangkaan beras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) Asmar, langsung turun tangan dan berkomunikasi dengan Pimpinan Cabang Bulog Bengkalis, Zairi Yuriadi, untuk mempercepat pengadaan beras ke wilayahnya.

Sebagai respons awal, Pemkab Meranti akan menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) di sejumlah titik dalam waktu dekat. Kegiatan ini diharapkan mampu menstabilkan harga dan meredakan keresahan masyarakat.

“Bulog juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk mengantisipasi kelangkaan ini. Jadi, warga tidak perlu khawatir, stok akan kembali aman,” ujar Bupati Asmar.

Berita sebelumnya, hasil pemantauan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan UKM (Disperindag UKM) Kepulauan Meranti pada Ahad (10/08/2025), ditemukan bahwa rak-rak beras di sejumlah toko dan minimarket di Kota Selatpanjang dalam kondisi kosong, terutama untuk jenis beras premium bermerek. Pegawai toko menyebutkan bahwa distribusi beras terhenti dalam beberapa hari terakhir akibat tidak adanya pengiriman dari distributor.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disperindag UKM Kepulauan Meranti, Miftahulaid, menjelaskan bahwa kelangkaan ini disebabkan oleh terganggunya pasokan dari Jakarta, yang merupakan pusat distribusi beras nasional. Selain itu, isu beras oplosan yang mencuat sejak Juli lalu membuat sejumlah distributor dan pedagang menahan distribusi karena khawatir terkena dampak hukum.

“Hasil pengecekan di lima distributor utama menunjukkan gudang mereka dalam kondisi kosong. Padahal kebutuhan bulanan Meranti mencapai 1.883 ton,” ungkap Miftahulaid.

Data Disperindag UKM mencatat, total stok beras yang tersedia di Kepulauan Meranti per pertengahan Agustus 2025 hanya 758 ton. Jumlah ini terdiri atas 80 ton stok di toko dan minimarket, 50 ton beras lokal, serta 628 ton cadangan pemerintah dari bulan Juni–Juli. Dengan demikian, daerah ini mengalami defisit beras sebesar 1.125 ton.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemkab Meranti telah mengirimkan surat resmi kepada Kepala Perum Bulog Divre Riau dan Kepri di Pekanbaru, dengan tembusan kepada Ketua DPRD dan Kapolres setempat. Surat tersebut meminta percepatan distribusi beras ke wilayah Kepulauan Meranti.

Dalam surat itu, Pemkab menjelaskan tiga faktor utama penyebab kelangkaan: kosongnya pasokan dari Jakarta, kekhawatiran distributor terhadap isu beras oplosan, serta lamanya waktu distribusi logistik dari pusat ke daerah. (RK12).

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jelang Patroli Karhutla Kapolda Riau, Kapolres Meranti Perkuat Pencegahan hingga Tingkat Desa

10 Agu 2026 - 20:41 WIB

Jelang Patroli Karhutla Kapolda Riau, Kapolres Meranti Perkuat Pencegahan hingga Tingkat Desa

Polisi Selidiki Sumber Api Kebakaran Di Depan Stadion Mahmud Jalal

8 Agu 2026 - 23:00 WIB

Polisi Selidiki Sumber Api Kebakaran Di Depan Stadion Mahmud Jalal

Kebakaran Lahan di Jalan Pramuka, Api Berhasil Dipadamkan dalam Dua Jam

8 Agu 2026 - 19:20 WIB

Kebakaran Lahan di Jalan Pramuka, Api Berhasil Dipadamkan dalam Dua Jam

Ekspedisi Merah Putih Presisi, Polda Riau Tembus Pulau Rangsang, Hadirkan Negara di Teras NKRI

8 Agu 2026 - 19:14 WIB

Ekspedisi Merah Putih Presisi, Polda Riau Tembus Pulau Rangsang, Hadirkan Negara di Teras NKRI

Polsek Tebing Tinggi Cek Ketahanan Pangan P2B Pertanian Cabe Milik Warga

8 Agu 2026 - 17:22 WIB

Polsek Tebing Tinggi Cek Ketahanan Pangan P2B Pertanian Cabe Milik Warga
Trending di Meranti