Menu

Mode Gelap
Kunjungan Kerja Seskoau ke LAMR Bahas Ketahanan Energi Nasional Berbasis Nilai-Nilai Kejuangan Polres Bengkalis Ungkap Kasus Dugaan Peredaran Sabu di Bengkalis, Satu Orang Diamankan Polsek Pinggir Gagalkan Peredaran Sabu, Pengedar Diamankan dengan Barang Bukti 1,96 Gram Dua Pengedar Sabu Ditangkap di Bengkalis, Polres Tegaskan Komitmen Dukung Program P4GN Prakiraan Cuaca Kepri, Senin 27 Juli 2026: Tanjungpinang hingga Anambas Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Edarkan Sabu, Pria Berinisial MR Diamankan Satresnarkoba Polres Bengkalis

Meranti

Kelangkaan Beras di Kepulauan Meranti, Pemkab Lakukan Langkah Cepat Atasi Krisis

badge-check

Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

RiauKepri.com, MERANTI – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bergerak cepat menanggapi kelangkaan beras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) Asmar, langsung turun tangan dan berkomunikasi dengan Pimpinan Cabang Bulog Bengkalis, Zairi Yuriadi, untuk mempercepat pengadaan beras ke wilayahnya.

Sebagai respons awal, Pemkab Meranti akan menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) di sejumlah titik dalam waktu dekat. Kegiatan ini diharapkan mampu menstabilkan harga dan meredakan keresahan masyarakat.

“Bulog juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk mengantisipasi kelangkaan ini. Jadi, warga tidak perlu khawatir, stok akan kembali aman,” ujar Bupati Asmar.

Berita sebelumnya, hasil pemantauan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan UKM (Disperindag UKM) Kepulauan Meranti pada Ahad (10/08/2025), ditemukan bahwa rak-rak beras di sejumlah toko dan minimarket di Kota Selatpanjang dalam kondisi kosong, terutama untuk jenis beras premium bermerek. Pegawai toko menyebutkan bahwa distribusi beras terhenti dalam beberapa hari terakhir akibat tidak adanya pengiriman dari distributor.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disperindag UKM Kepulauan Meranti, Miftahulaid, menjelaskan bahwa kelangkaan ini disebabkan oleh terganggunya pasokan dari Jakarta, yang merupakan pusat distribusi beras nasional. Selain itu, isu beras oplosan yang mencuat sejak Juli lalu membuat sejumlah distributor dan pedagang menahan distribusi karena khawatir terkena dampak hukum.

“Hasil pengecekan di lima distributor utama menunjukkan gudang mereka dalam kondisi kosong. Padahal kebutuhan bulanan Meranti mencapai 1.883 ton,” ungkap Miftahulaid.

Data Disperindag UKM mencatat, total stok beras yang tersedia di Kepulauan Meranti per pertengahan Agustus 2025 hanya 758 ton. Jumlah ini terdiri atas 80 ton stok di toko dan minimarket, 50 ton beras lokal, serta 628 ton cadangan pemerintah dari bulan Juni–Juli. Dengan demikian, daerah ini mengalami defisit beras sebesar 1.125 ton.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemkab Meranti telah mengirimkan surat resmi kepada Kepala Perum Bulog Divre Riau dan Kepri di Pekanbaru, dengan tembusan kepada Ketua DPRD dan Kapolres setempat. Surat tersebut meminta percepatan distribusi beras ke wilayah Kepulauan Meranti.

Dalam surat itu, Pemkab menjelaskan tiga faktor utama penyebab kelangkaan: kosongnya pasokan dari Jakarta, kekhawatiran distributor terhadap isu beras oplosan, serta lamanya waktu distribusi logistik dari pusat ke daerah. (RK12).

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Bhabinkamtibmas Desa Alahair Cek Peternakan Kambing Warga Dukung Ketahanan Pangan

26 Juli 2026 - 11:39 WIB

Audiensi Bupati Asmar Berbuah Komitmen BNPP RI Kawal Pembangunan Kawasan Perbatasan Meranti

25 Juli 2026 - 06:20 WIB

Kapolres Kepulauan Meranti Silaturahmi dengan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

24 Juli 2026 - 21:38 WIB

Dua Terduga Pengedar Sabu Ditangkap di Banglas, Satresnarkoba Polres Meranti Amankan Barang Bukti

24 Juli 2026 - 20:25 WIB

Bhabinkamtibmas Selatpanjang Selatan Cek Ketahanan Pangan Pertanian Warga

24 Juli 2026 - 10:51 WIB

Trending di Meranti