RiauKepri.com, KUANSING- Kota Teluk Kuantan mulai bersolek. Menjelang Festival Pacu Jalur Tradisional 2025 yang akan digelar 20–24 Agustus, semangat masyarakat Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, terasa menggelora. Dari pelosok kampung hingga jantung kota, warga memasang bendera Merah Putih dan umbul-umbul, menyambut tamu dari seluruh penjuru nusantara dan mancanegara.
Di sepanjang Tepian Narosa, kawasan yang akan menjadi pusat festival, suara mesin dan alat kebersihan berpadu dengan aktivitas warga. Mereka ikut menata lingkungan, memperindah taman, dan mempersiapkan area yang akan menjadi saksi lomba tradisional paling membanggakan di negeri jalur itu.
Bupati Kuansing Suhardiman Amby menyampaikan, persiapan pelaksanaan festival telah mencapai 75 persen. Pemerintah kabupaten juga menyediakan 120 tenda gratis bagi warga dari 15 kecamatan. “Insya Allah kami siap sambut para tamu agung, termasuk dari luar negeri,” ujarnya saat silaturahmi bersama awak media, Jumat (15/8/2025).
Festival ini bukan sekadar hiburan namun juga lambang jati diri masyarakat Kuansing. Tradisi yang mengakar puluhan tahun ini memadukan ketangkasan, kerja sama, dan semangat gotong royong. Setiap tahun, ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan jalur-jalur kebanggaan masing-masing beradu cepat di sungai Batang Kuantan.
Untuk memastikan kelancaran acara, sebanyak 1.921 personel gabungan disiagakan. Mereka terdiri dari anggota Polres Kuansing, TNI, dan instansi terkait lainnya. Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup, terutama di kawasan Tepian Narosa. Polres juga akan memberlakukan rekayasa lalu lintas dan menyediakan stiker khusus bagi kendaraan roda dua warga setempat.
Perhatian juga diberikan pada kelancaran akses menuju lokasi. Ruas jalan dari Pekanbaru ke Kuansing yang sebelumnya rusak mulai diperbaiki. Anggota DPRD Riau Dapil Kuansing-Inhu, Zulhendri, menyebut tambal sulam jalan nasional telah dilakukan pemerintah pusat. “Kita berharap wisatawan bisa datang dengan nyaman dan aman,” ujarnya.
Tak hanya infrastruktur, panitia juga mengatur pengelolaan sampah, kondisi air sungai, hingga kantong parkir untuk menghindari kemacetan. Semua dirancang agar pengunjung dapat menikmati festival dengan tertib. Danramil Kuantan Tengah, Kapten J. Sihombing, mengajak seluruh elemen menjaga suasana kondusif dan tidak menyebarkan hoaks.
Di balik gemerlap festival, ada semangat warga yang ingin menampilkan wajah terbaik Kuansing. “Kami bangga bisa jadi bagian dari sejarah ini. Pacu jalur bukan hanya milik pemerintah, tapi milik kita semua,” tutur Dedi, seorang pemuda relawan yang ikut membantu persiapan acara. Tahun ini, Kuansing tak hanya menyambut lomba perahu, tapi juga menyambut tamu-tamu dengan hati yang terbuka. (RK1)







