RiauKepri.com, PEKANBARU– Di tengah hiruk-pikuk persiapan Festival Pacu Jalur 2025 yang akan digelar megah di Tepian Narosa, Taluk Kuantan, Riau, akankah
Presiden Prabowo Subianto hadir langsung menyaksikan budaya kebanggaan Bumi Lancang Kuning ini?
Gubernur Riau Abdul Wahid belum bisa memastikan. Hingga Jumat (15/8/2025), belum ada konfirmasi resmi dari Istana Negara. “Pak Presiden masih kita tunggu konfirmasinya,” ujar Wahid.
Meski demikian, Datuk Seri Setia Amanah memastikan bahwa semua rangkaian acara telah siap, termasuk untuk menyambut tamu VVIP sekalipun.
Yang sudah pasti hadir adalah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan duta besar (Dubes) dari 16 negara sahabat. Sebuah momen yang tak hanya membawa Riau ke panggung nasional, tapi juga ke panggung diplomasi internasional.
“Ini bukan sekadar lomba dayung. Pacu Jalur adalah warisan sejarah, kekuatan kebudayaan, dan sekarang jadi alat diplomasi. Dunia akan menyaksikan Kuansing,” ujar Wahid.
Festival ini memang bukan sembarang event. Lebih dari 60 jalur (perahu tradisional) akan berpacu di Sungai Batang Kuantan, mengandalkan kekompakan puluhan pendayung yang berlatih keras bahkan dengan melawan arus. Mereka tidak sekadar mendayung, tapi menyatukan irama, napas, dan semangat, warisan dari nenek moyang yang kini jadi tontonan dunia.
Sadar akan besarnya perhatian, Pemprov Riau menyiapkan rest area di sepanjang jalur Pekanbaru–Taluk Kuantan, rekayasa lalu lintas oleh Polda Riau, serta fasilitas media untuk jurnalis nasional dan internasional. Bahkan, platform TikTok mengirim 10 influencer nasional untuk meliput dan memviralkan Pacu Jalur ke audiens global.
Meski Presiden Prabowo belum dipastikan hadir, semua mata akan tetap tertuju ke Kuansing. Di antara gemuruh suara tabuh, teriakan semangat awak jalur, dan kibaran bendera negara-negara sahabat, Pacu Jalur tetap akan menegaskan satu hal, bahwa budaya bukan hanya tentang masa lalu, tapi tentang bagaimana sebuah daerah seperti Riau bicara kepada dunia. (RK1)







