Menu

Mode Gelap
TPID Riau Perkuat Pengendalian Inflasi, Jaga Daya Beli Masyarakat Jelang Idulfitri PT Bumi Siak Pusako Bagikan Dividen Interim dari Kinerja Tahun Buku 2025 Safari Ramadan Pemprov Riau di Siak, BRK Syariah Salurkan Bantuan untuk Masjid BPSK Tanjungpinang Tegaskan Pembulatan Sepihak Langgar Aturan Layanan Limau Imigrasi Selatpanjang Hadir di Desa Bantar Rangsang Barat Rompi Oranye dan Tangan Diborgol di Pagi Pekanbaru, Kepulangan Abdul Wahid Menuju Meja Hijau

Internasional

Pangeran Brunei Kunjungi LAMR, Bahas Museum Melayu dan Investasi

badge-check


					Ketum MKA LAMR Datuk Seri Marjohan dan Ketum DPH LAMR Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, bersama Pangeran Haj Razeed bin Pangeran Haj Petra. Perbesar

Ketum MKA LAMR Datuk Seri Marjohan dan Ketum DPH LAMR Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, bersama Pangeran Haj Razeed bin Pangeran Haj Petra.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Pangeran Brunei Darussalam, Pangeran Haj Razeed bin Pangeran Haj Petra, melakukan kunjungan kehormatan ke Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Selasa (19/8/2025), guna menjajaki kerja sama pembangunan Museum Melayu serumpun di Riau serta peluang investasi di sejumlah sektor strategis.

Kunjungan tersebut difasilitasi oleh Koperasi Tuah Negeri Melayu yang dipimpin Abdi H.M.P Amir. Rombongan disambut langsung oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAMR, Datuk Seri H. Marjohan Yusuf, di Balai Adat, Pekanbaru.

Menurut Datuk Seri Marjohan, selain kerja sama kebudayaan, pembicaraan juga mencakup kemungkinan investasi di bidang peternakan, perkebunan, serta pengembangan hilirisasi produk lokal.

“LAMR menyambut baik inisiatif kerja sama yang tidak hanya menyentuh aspek budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Riau,” ujar Datuk Seri Marjohan.

Pangeran Razeed diketahui merupakan pimpinan The Raazedland Group Company dari Brunei Darussalam. Perusahaan tersebut tengah menjajaki sejumlah rencana investasi di Indonesia, termasuk di sektor pariwisata, energi, dan pengolahan minyak dan gas.

Salah satu rencana yang dibahas adalah pembangunan storage tank di beberapa titik di Riau. Jika memungkinkan, Raazedland Group berharap Pemerintah Indonesia dapat menyediakan crude oil dan crude palm oil (CPO) sebagai bahan baku. Pihak perusahaan juga menyatakan kesiapan membangun refinery (kilang) dengan skema kerja sama bersama badan usaha milik daerah (BUMD).

“Kunjungan ini menjadi langkah awal penguatan hubungan antara Brunei Darussalam dan Riau, baik dari aspek budaya maupun ekonomi,” ujar Datuk Seri Marjohan.

Sebelumnya tiga duta besar dan perwakilan negara sahabat dari Bangladesh, Fiji, dan Rwanda juga melakukan kunjungan ke LAMR. Dalam pertememuan itu, selain membahas masalah adat dan budaya juga menjejaki peluang investasi di Riau. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

TPID Riau Perkuat Pengendalian Inflasi, Jaga Daya Beli Masyarakat Jelang Idulfitri

11 Maret 2026 - 14:02 WIB

PT Bumi Siak Pusako Bagikan Dividen Interim dari Kinerja Tahun Buku 2025

11 Maret 2026 - 13:42 WIB

Rompi Oranye dan Tangan Diborgol di Pagi Pekanbaru, Kepulangan Abdul Wahid Menuju Meja Hijau

11 Maret 2026 - 11:40 WIB

Hasil Survei Februari 2026, Indeks Kepuasan dan Persepsi Anti Korupsi Imigrasi Pekanbaru Tembus Nilai 97

11 Maret 2026 - 08:38 WIB

LAMR Minta Menteri Kehutanan Batalkan Rencana Relokasi Warga TNTN di Tanah Adat Cerenti

10 Maret 2026 - 19:21 WIB

Trending di Kuansing