Menu

Mode Gelap
Aksi Senyap Berujung Tangkap Transaksi Sabu di Jantung Kota Mandau Digulung Polisi Anggota DPRD Batam Ir Anang Adhan Hadiri Pelepasan Ratusan Jamaah Calon Haji di Masjid Agung Raja Hamidah Tes Urine di Kantor Camat Bantan, 3 Pegawai Positif Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 17 April 2026: Hujan Ringan Hingga Sedang Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Sekda Ronny Kartika Paparkan Indeks Profesionalitas ASN pada Latsar CPNS Bintan Angkatan XXI Pencarian Korban Lompat dari Kapal Dumai Line Dihentikan?

Internasional

Pangeran Brunei Kunjungi LAMR, Bahas Museum Melayu dan Investasi

badge-check


					Ketum MKA LAMR Datuk Seri Marjohan dan Ketum DPH LAMR Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, bersama Pangeran Haj Razeed bin Pangeran Haj Petra. Perbesar

Ketum MKA LAMR Datuk Seri Marjohan dan Ketum DPH LAMR Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, bersama Pangeran Haj Razeed bin Pangeran Haj Petra.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Pangeran Brunei Darussalam, Pangeran Haj Razeed bin Pangeran Haj Petra, melakukan kunjungan kehormatan ke Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Selasa (19/8/2025), guna menjajaki kerja sama pembangunan Museum Melayu serumpun di Riau serta peluang investasi di sejumlah sektor strategis.

Kunjungan tersebut difasilitasi oleh Koperasi Tuah Negeri Melayu yang dipimpin Abdi H.M.P Amir. Rombongan disambut langsung oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAMR, Datuk Seri H. Marjohan Yusuf, di Balai Adat, Pekanbaru.

Menurut Datuk Seri Marjohan, selain kerja sama kebudayaan, pembicaraan juga mencakup kemungkinan investasi di bidang peternakan, perkebunan, serta pengembangan hilirisasi produk lokal.

“LAMR menyambut baik inisiatif kerja sama yang tidak hanya menyentuh aspek budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Riau,” ujar Datuk Seri Marjohan.

Pangeran Razeed diketahui merupakan pimpinan The Raazedland Group Company dari Brunei Darussalam. Perusahaan tersebut tengah menjajaki sejumlah rencana investasi di Indonesia, termasuk di sektor pariwisata, energi, dan pengolahan minyak dan gas.

Salah satu rencana yang dibahas adalah pembangunan storage tank di beberapa titik di Riau. Jika memungkinkan, Raazedland Group berharap Pemerintah Indonesia dapat menyediakan crude oil dan crude palm oil (CPO) sebagai bahan baku. Pihak perusahaan juga menyatakan kesiapan membangun refinery (kilang) dengan skema kerja sama bersama badan usaha milik daerah (BUMD).

“Kunjungan ini menjadi langkah awal penguatan hubungan antara Brunei Darussalam dan Riau, baik dari aspek budaya maupun ekonomi,” ujar Datuk Seri Marjohan.

Sebelumnya tiga duta besar dan perwakilan negara sahabat dari Bangladesh, Fiji, dan Rwanda juga melakukan kunjungan ke LAMR. Dalam pertememuan itu, selain membahas masalah adat dan budaya juga menjejaki peluang investasi di Riau. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Siak Buka Pelatihan Guru RA, Tekankan Pendidikan Berbasis Cinta

16 April 2026 - 12:47 WIB

Haru dan Penuh Makna, BRK Syariah Lepas 12 Pegawai Menuju Tanah Suci

16 April 2026 - 11:19 WIB

Milad ke-33 Dapen Bankriaukepri, Bukti Konsistensi dan Kepercayaan yang Terjaga

15 April 2026 - 18:00 WIB

Hikayat Kerendahan Hati dan Jejak Seorang Pemimpin: Kisah Saleh Djasit dari Mata Para Tokoh

15 April 2026 - 11:36 WIB

LAMR Luncurkan Autobiografi Saleh Djasit: Jalan Hidup Anak Pujud

15 April 2026 - 09:49 WIB

Trending di Pekanbaru