RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – RRI Fest 2025 yang digelar LPP RRI Tanjungpinang mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Festival ini tak sekadar menghadirkan hiburan, melainkan menjadi ajang kolaborasi budaya, ekonomi, dan sosial yang diyakini mampu mendorong pertumbuhan kota.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menilai kegiatan ini memberi nilai tambah bagi daerah. Menurutnya, keberadaan seni tari Melayu, bazar UMKM, hingga pelatihan membatik menjadi bukti bahwa RRI Fest mampu merangkul berbagai lapisan masyarakat.
“Festival ini bukan hanya acara seremonial, tapi wadah edukasi dan kreativitas yang menggerakkan potensi lokal,” ujar Lis saat membuka acara di Kantor RRI Tanjungpinang, Selasa (2/9).
Selain memperingati Hari Radio Nasional ke-80, festival yang berlangsung 2–3 September ini juga menghadirkan pasar murah, donor darah, serta penanaman pohon sebagai wujud kepedulian terhadap sosial dan lingkungan.
Lis menekankan bahwa RRI memiliki peran penting sebagai jembatan aspirasi rakyat, terutama dengan jangkauan siarannya yang meliputi pesisir dan pulau-pulau di Kepri. “Harapannya, RRI tetap konsisten memberi ruang inovasi, khususnya bagi generasi muda menuju generasi emas 2045,” tambahnya.
Kepala LPP RRI Tanjungpinang, Sulistiyanto Istifarulah, menyebut festival ini menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan ekonomi. “RRI Fest adalah momentum untuk memperkuat kebersamaan, sekaligus menyambut Hari Radio Nasional ke-80,” katanya.
Acara ini turut dihadiri berbagai pihak mulai dari pejabat daerah, lembaga swasta, hingga pelaku UMKM. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan nyata terhadap inisiatif RRI yang tidak hanya menampilkan seni budaya, tetapi juga memberi dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat Tanjungpinang. (RK9)








