Menu

Mode Gelap
Polres Bengkalis Musnahkan Narkotika Jenis Sabu Seberat 8.231,15 Gram dan Pil Ekstasi Sebanyak 5.005 Butir Pemerintah dan Masyarakat Pulau Jemaja Sepakati Tata Kelola Panen Buah Kepayang Berkelanjutan Ketua Kelompok Tani Bukit Padi Apresiasi Rehabilitasi Irigasi, Harap Proyek Dilanjutkan hingga Kampung Pasiran LAMR: Ketahanan Energi Harus Berbasis Kebudayaan ‎Mahasiswa Sastra Indonesia UNILAK Juara 1 Lomba Melukis PEKSIMIDA Riau Laos Menuju ASEAN Tahun 2045

Pekanbaru

Dari Muar ke Pekanbaru Menyeberang Parit: Jejak Budaya Melayu Disambut LAMR

badge-check

LAMR menerima kunjungan rombongan Mimbar Permufakatan Ibu Bapa Daerah Muar, Lorong Haji Abas, Johor, Malaysia, di Balai Adat Melayu Riau. F: Ist Perbesar

LAMR menerima kunjungan rombongan Mimbar Permufakatan Ibu Bapa Daerah Muar, Lorong Haji Abas, Johor, Malaysia, di Balai Adat Melayu Riau. F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU– Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menerima kunjungan rombongan Mimbar Permufakatan Ibu Bapa Daerah Muar, Lorong Haji Abas, Johor, Malaysia, di Balai Adat Melayu Riau, Rabu (3/9/2025) pagi. Kegiatan ini menjadi bagian dari lawatan budaya ke sejumlah daerah di Riau, yakni Pekanbaru, Siak, dan Kampar.

Kunjungan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB itu diikuti oleh 28 orang peserta dari Johor. Mereka disambut langsung oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, Sekretaris Umum MKA Datuk Afrizal Alang, Sekretaris Umum DPH Datuk Jonnaidi Dasa, serta sejumlah pengurus perempuan LAMR.

Dalam sambutannya, Ketua Rombongan H. Salahudin mengatakan kunjungan ini bertujuan untuk menjejaki nilai-nilai sejarah dan budaya Melayu yang menjadi akar bersama antara masyarakat Riau dan Johor. Ia juga mengapresiasi penyambutan yang dilakukan secara adat.

“Jamuan beradat ini sangat luar biasa. Kita duduk beradat, tidak seperti kebiasaan masa kini yang lebih banyak makan di kursi. Budaya Melayu sarat adab dan sopan santun, dan ini perlu dilestarikan,” ujar Salahudin.

Ia menyampaikan bahwa rombongan tiba di Riau pada Rabu pagi pukul 08.00 WIB dan disambut oleh Dinas Pariwisata dengan prosesi adat. Lawatan dijadwalkan berlangsung selama empat hari tiga malam.

Dalam sambutannya, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil menegaskan bahwa hubungan antara masyarakat Riau dan Johor bukan semata-mata persoalan sejarah, melainkan juga persoalan darah.

“Secara pribadi, datuk saya berasal dari Muar. Dulu orang Riau kalau ke Johor bilangnya ‘menyeberang parit’. Begitulah dekatnya hubungan kita. Seperti kata pepatah, air cincang tak putus,” ujarnya.

Datuk Seri Taufik juga menyebutkan bahwa LAMR adalah rumah besar masyarakat Riau, tempat bernaung dan merawat adat istiadat. Ia juga menyinggung tentang silsilah masyarakat Riau yang memiliki sistem patrilineal maupun matrilineal yang lengkap.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa walaupun secara administratif terpisah, Riau dan Johor tetap disatukan oleh akar budaya, bahasa, dan agama yang sama. Keduanya hanya dipisahkan oleh Perjanjian London antara Inggris dan Belanda pada 1824.

Sementara itu Datuk Seri Raja Marjohan Yusuf dalam sambutannya menyatakan rasa syukur atas kunjungan tersebut. “Kecil telapak tangan, nyilu kami tadahkan. Kami menerima dengan lapang dada,” ujarnya.

Ia berharap kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi budaya, tetapi juga dapat membuka peluang kerja sama konkret di bidang kebudayaan, pendidikan, dan ekonomi antara kedua wilayah.

“Semoga dari pertemuan ini ada yang bisa kita kongsikan bersama, baik dalam bentuk program budaya, pertukaran pelajar, maupun bentuk kerja sama lainnya,” ujarnya.

Datuk Seri Taufik sebelumnya sempat menyinggung potensi Riau sebagai pusat budaya sekaligus kekuatan ekonomi di kawasan Asia Tenggara, didukung oleh kekayaan sumber daya alam seperti migas dan perkebunan.

Selama pertemuan, suasana berlangsung hangat dan akrab. Sambil duduk berselimput, kedua belah pihak saling berbagi cerita sejarah dan nilai-nilai kultural yang menjadi warisan bersama. Pakaian adat, sapaan adat, serta makan bersama dalam suasana beradat menjadi penegas bahwa Melayu bukan hanya soal identitas, tapi juga tentang nilai hidup yang dijunjung bersama.

Lawatan ini diharapkan menjadi awal dari hubungan yang lebih erat antara LAMR dan komunitas Melayu di Johor, Muar, serta menjadi pengingat bahwa garis perbatasan tidak pernah benar-benar memisahkan mereka yang bersaudara secara budaya. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

LAMR: Ketahanan Energi Harus Berbasis Kebudayaan

27 Juli 2026 - 16:52 WIB

‎Mahasiswa Sastra Indonesia UNILAK Juara 1 Lomba Melukis PEKSIMIDA Riau

27 Juli 2026 - 15:30 WIB

Kunjungan Kerja Seskoau ke LAMR Bahas Ketahanan Energi Nasional Berbasis Nilai-Nilai Kejuangan

27 Juli 2026 - 10:20 WIB

Sayang Bini

26 Juli 2026 - 09:55 WIB

Pemprov Riau Percepat Implementasi SP2D Online, Pembayaran Gaji ASN Kini Lebih Cepat

25 Juli 2026 - 07:20 WIB

Trending di Pekanbaru