Menu

Mode Gelap
Selamatkan Ribuan Honorer Non ASN, Ini Langkah Terukur dari Pemkab Siak K.H. Muhammad Mursyid Hadiri Milad Muhammadiyah ke-113 di Kuok, Tekankan Pentingnya Ukhuwah dan Peran Ormas untuk Kemajuan Daerah Menampi Dedap Siak Terima Sertifikat Bebas Frambusia dari Kemenkes RI Pulau Terubuk Bersholawat Bersempena Haul Raja Kecik Berjalan Khidmat Billy Yusak Resmi Memimpin BM Kosgoro 1957 Bintan

Pekanbaru

Dari Muar ke Pekanbaru Menyeberang Parit: Jejak Budaya Melayu Disambut LAMR

badge-check


					LAMR menerima kunjungan rombongan Mimbar Permufakatan Ibu Bapa Daerah Muar, Lorong Haji Abas, Johor, Malaysia, di Balai Adat Melayu Riau. F: Ist Perbesar

LAMR menerima kunjungan rombongan Mimbar Permufakatan Ibu Bapa Daerah Muar, Lorong Haji Abas, Johor, Malaysia, di Balai Adat Melayu Riau. F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU– Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menerima kunjungan rombongan Mimbar Permufakatan Ibu Bapa Daerah Muar, Lorong Haji Abas, Johor, Malaysia, di Balai Adat Melayu Riau, Rabu (3/9/2025) pagi. Kegiatan ini menjadi bagian dari lawatan budaya ke sejumlah daerah di Riau, yakni Pekanbaru, Siak, dan Kampar.

Kunjungan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB itu diikuti oleh 28 orang peserta dari Johor. Mereka disambut langsung oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, Sekretaris Umum MKA Datuk Afrizal Alang, Sekretaris Umum DPH Datuk Jonnaidi Dasa, serta sejumlah pengurus perempuan LAMR.

Dalam sambutannya, Ketua Rombongan H. Salahudin mengatakan kunjungan ini bertujuan untuk menjejaki nilai-nilai sejarah dan budaya Melayu yang menjadi akar bersama antara masyarakat Riau dan Johor. Ia juga mengapresiasi penyambutan yang dilakukan secara adat.

“Jamuan beradat ini sangat luar biasa. Kita duduk beradat, tidak seperti kebiasaan masa kini yang lebih banyak makan di kursi. Budaya Melayu sarat adab dan sopan santun, dan ini perlu dilestarikan,” ujar Salahudin.

Ia menyampaikan bahwa rombongan tiba di Riau pada Rabu pagi pukul 08.00 WIB dan disambut oleh Dinas Pariwisata dengan prosesi adat. Lawatan dijadwalkan berlangsung selama empat hari tiga malam.

Dalam sambutannya, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil menegaskan bahwa hubungan antara masyarakat Riau dan Johor bukan semata-mata persoalan sejarah, melainkan juga persoalan darah.

“Secara pribadi, datuk saya berasal dari Muar. Dulu orang Riau kalau ke Johor bilangnya ‘menyeberang parit’. Begitulah dekatnya hubungan kita. Seperti kata pepatah, air cincang tak putus,” ujarnya.

Datuk Seri Taufik juga menyebutkan bahwa LAMR adalah rumah besar masyarakat Riau, tempat bernaung dan merawat adat istiadat. Ia juga menyinggung tentang silsilah masyarakat Riau yang memiliki sistem patrilineal maupun matrilineal yang lengkap.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa walaupun secara administratif terpisah, Riau dan Johor tetap disatukan oleh akar budaya, bahasa, dan agama yang sama. Keduanya hanya dipisahkan oleh Perjanjian London antara Inggris dan Belanda pada 1824.

Sementara itu Datuk Seri Raja Marjohan Yusuf dalam sambutannya menyatakan rasa syukur atas kunjungan tersebut. “Kecil telapak tangan, nyilu kami tadahkan. Kami menerima dengan lapang dada,” ujarnya.

Ia berharap kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi budaya, tetapi juga dapat membuka peluang kerja sama konkret di bidang kebudayaan, pendidikan, dan ekonomi antara kedua wilayah.

“Semoga dari pertemuan ini ada yang bisa kita kongsikan bersama, baik dalam bentuk program budaya, pertukaran pelajar, maupun bentuk kerja sama lainnya,” ujarnya.

Datuk Seri Taufik sebelumnya sempat menyinggung potensi Riau sebagai pusat budaya sekaligus kekuatan ekonomi di kawasan Asia Tenggara, didukung oleh kekayaan sumber daya alam seperti migas dan perkebunan.

Selama pertemuan, suasana berlangsung hangat dan akrab. Sambil duduk berselimput, kedua belah pihak saling berbagi cerita sejarah dan nilai-nilai kultural yang menjadi warisan bersama. Pakaian adat, sapaan adat, serta makan bersama dalam suasana beradat menjadi penegas bahwa Melayu bukan hanya soal identitas, tapi juga tentang nilai hidup yang dijunjung bersama.

Lawatan ini diharapkan menjadi awal dari hubungan yang lebih erat antara LAMR dan komunitas Melayu di Johor, Muar, serta menjadi pengingat bahwa garis perbatasan tidak pernah benar-benar memisahkan mereka yang bersaudara secara budaya. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hadramaut

17 Januari 2026 - 08:25 WIB

Imigrasi Pekanbaru Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Keimigrasian

16 Januari 2026 - 06:12 WIB

Audiensi ke LAMR, KSPSI Riau Ingin Jaga Citra Organisasi dan Marwah Melayu

15 Januari 2026 - 18:43 WIB

‎Di Panggil Presiden Prabowo, Rektor Unilak Prof Junaidi hadir Bersama 1200 Rektor di Istana Presiden

15 Januari 2026 - 17:52 WIB

LAMR Terima Kunjungan Mahasiswa University Malaya, Perkuat Edukasi Budaya Melayu Serumpun

15 Januari 2026 - 07:10 WIB

Trending di Pekanbaru