Menu

Mode Gelap
Ketua PWI Tanjungpinang Dorong RSUD RAT Perkuat Keterbukaan Informasi Layanan Kesehatan Sekcam, Lurah, Bersama Warga dan RT 1, 2 dan RW 3, 4, Goro Bersihkan Lokasi TPQ Al Muttaqin Karang Taruna Kota Batam Bersama KPA dan BPJS Kesehatan Gelar Edukasi Bahaya HIV/AIDS, Sosialisasikan BPJS Kesehatan Tumbuhkan Jiwa Patriotisme dan Cinta Tanah Air, Jajaran Polsek Kundur Kibarkan Bendera Merah Putih di Rumah Warga dan Pengendara Bermotor Ambulans untuk IKRAB Duri, Bukti Komitmen CSR BRK Syariah bagi Kesehatan dan Ekonomi Masyarakat Bupati Afni Hadiri Pelantikan IDI, TPP Dokter Siak Masih yang Tertinggi

Tanjungpinang

Mak Yong Bangkit di Tanjungpinang: Pementasan Warisan Dunia untuk Gaet Generasi Muda Melayu

badge-check

BPKW IV Tanjungpinang, menyelenggarakan kegiatan pementasan Mak Yong Warisan Dunia, yang diawali dengan tradisi makan berhidang, di Gedung LAM Provinsi Kepulauan Riau. F 
: Ist Perbesar

BPKW IV Tanjungpinang, menyelenggarakan kegiatan pementasan Mak Yong Warisan Dunia, yang diawali dengan tradisi makan berhidang, di Gedung LAM Provinsi Kepulauan Riau. F : Ist

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) IV Tanjungpinang menghadirkan kembali pementasan Mak Yong, kesenian tradisional Melayu yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia. Pertunjukan ini dibuka dengan tradisi makan berhidang di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau, Senin (22/9/2025).

Mak Yong dikenal sebagai teater tradisional yang memadukan tarian, musik, nyanyian, hingga ritual. Kehadirannya bukan hanya hiburan, melainkan juga sarana pendidikan budaya bagi generasi muda.

Staf Ahli Pemerintahan Kota Tanjungpinang, Marzul Hendri, yang mewakili Wali Kota Lis Darmansyah, menegaskan pentingnya peran anak muda dalam menjaga eksistensi kesenian ini.

“Mak Yong adalah identitas budaya kita. Pertunjukan ini bisa menjadi ruang belajar generasi muda untuk mengenal, mengapresiasi, dan melanjutkan warisan bangsa,” ujar Marzul.

Ia juga menyoroti tradisi makan berhidang sebagai simbol kebersamaan dan tata krama yang perlu dijaga. “Tradisi ini memperkuat persaudaraan, mengajarkan adab, dan mencerminkan keharmonisan hidup masyarakat Melayu,” tambahnya.

Kepala BPKW IV Tanjungpinang, Jumhari, mengatakan pementasan Mak Yong ini sekaligus menjadi strategi memperluas jangkauan audiens serta menghidupkan kembali minat masyarakat terhadap seni tradisi.
“Kami ingin Mak Yong tetap relevan di tengah modernisasi. Ini juga bagian dari upaya memperkuat kerja sama budaya Indonesia–Malaysia dan memastikan regenerasi tetap berjalan,” jelasnya.

Pertunjukan Mak Yong akan berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 September 2025, di pelataran Gedung LAM Provinsi Kepulauan Riau. (RK9)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ketua PWI Tanjungpinang Dorong RSUD RAT Perkuat Keterbukaan Informasi Layanan Kesehatan

2 Agustus 2026 - 20:08 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Ahad, 2 Agustus 2026: Tanjungpinang, Bintan dan Karimun Cerah, Natuna Berpotensi Hujan Ringan

2 Agustus 2026 - 00:01 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 31 Juli 2026: Batam, Karimun, Natuna dan Anambas Berpotensi Hujan Ringan

31 Juli 2026 - 00:01 WIB

Hendra Jaya Terpilih Aklamasi Pimpin PSTI Kota Tanjungpinang Periode 2026–2030

30 Juli 2026 - 14:12 WIB

PWI Kepri Konsolidasikan Program Strategis Bersama Pengurus Daerah

30 Juli 2026 - 06:38 WIB

Trending di Tanjungpinang