RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat melalui peran aktif dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI secara hybrid, Selasa (23/9/2025).
Rapat yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian itu memaparkan angka inflasi nasional Agustus 2025 sebesar 2,31 persen (y-on-y) dengan deflasi bulanan -0,08 persen. Tito menyebut rentang ideal inflasi berada di kisaran 2,5 persen plus minus 1 persen, sehingga tetap menguntungkan produsen sekaligus melindungi konsumen.
Dalam kesempatan tersebut, Tito menekankan pentingnya intervensi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga, terutama menghadapi kenaikan harga beras, daging ayam, dan telur yang dipengaruhi tingginya permintaan serta naiknya harga jagung sebagai bahan baku pakan ternak.
Menanggapi arahan tersebut, Asisten II Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kota Tanjungpinang, Elfiani Sandri, menyampaikan bahwa Pemko Tanjungpinang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan evaluasi rutin serta pemantauan harga kebutuhan pokok di pasar.
“Seluruh perangkat daerah terkait dilibatkan agar langkah-langkah pengendalian inflasi dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan. Dengan sinergi, kita ingin memastikan kebijakan benar-benar memberi dampak positif pada masyarakat,” ujar Elfiani.
Elfiani menambahkan, rapat TPID secara berkala juga menjadi strategi penting Pemko Tanjungpinang dalam menekan gejolak harga pangan sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat. Upaya ini sejalan dengan kebijakan nasional yang mengedepankan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menahan laju inflasi. (RK9)








