Menu

Mode Gelap
Ketua PWI Tanjungpinang Dorong RSUD RAT Perkuat Keterbukaan Informasi Layanan Kesehatan Sekcam, Lurah, Bersama Warga dan RT 1, 2 dan RW 3, 4, Goro Bersihkan Lokasi TPQ Al Muttaqin Karang Taruna Kota Batam Bersama KPA dan BPJS Kesehatan Gelar Edukasi Bahaya HIV/AIDS, Sosialisasikan BPJS Kesehatan Tumbuhkan Jiwa Patriotisme dan Cinta Tanah Air, Jajaran Polsek Kundur Kibarkan Bendera Merah Putih di Rumah Warga dan Pengendara Bermotor Ambulans untuk IKRAB Duri, Bukti Komitmen CSR BRK Syariah bagi Kesehatan dan Ekonomi Masyarakat Bupati Afni Hadiri Pelantikan IDI, TPP Dokter Siak Masih yang Tertinggi

Tanjungpinang

Kepri Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Penguatan Ekspor: Sinergi Daerah Wujudkan Daya Saing Global

badge-check

Riki Rionaldi, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri, kata sambutan. F: Ist Perbesar

Riki Rionaldi, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri, kata sambutan. F: Ist

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kian serius mengakselerasi kemandirian ekonomi daerah melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu strategi yang kini mendapat perhatian besar adalah memperkuat ekosistem ekspor berbasis kolaborasi lintas lembaga.

Langkah ini diwujudkan melalui forum sinergi yang digelar oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri bersama Biro Perekonomian dan Pembangunan, yang menghadirkan perwakilan dari PLUD Batam dan Bea Cukai. Pertemuan tersebut menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pelaku UMKM yang telah menembus pasar ekspor dengan mereka yang baru mempersiapkan diri.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kepri, Riki Rionaldi, menegaskan bahwa pemerintah daerah kini berfokus tidak hanya pada peningkatan jumlah pelaku usaha, tetapi juga pada kualitas dan daya saing produk agar mampu menembus pasar global.

“Potensi produk Kepri sangat besar. Banyak yang sebenarnya sudah layak ekspor, tinggal memperkuat jejaring dan pemahaman regulasi, terutama soal kepabeanan dan perpajakan,” ujar Riki.

Ia menjelaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari program berkelanjutan dalam mempersiapkan UMKM naik kelas. Pemerintah daerah berupaya memastikan setiap pelaku usaha memahami proses ekspor, mulai dari legalitas, standardisasi produk, hingga tata kelola keuangan yang sesuai ketentuan.

Salah satu isu penting yang muncul dalam forum tersebut adalah tantangan perpajakan ekspor. Banyak pelaku usaha kecil masih belum memahami kewajiban dan manfaat pajak ekspor, yang seringkali membuat mereka ragu melangkah ke pasar luar negeri.

Menanggapi hal itu, Dinas Koperasi dan UMKM Kepri bersama Bea Cukai berkomitmen menyediakan pendampingan teknis dan edukasi pajak secara terpadu, agar pelaku UMKM dapat menjalankan bisnisnya secara tertib namun tetap efisien.

Perwakilan Bea Cukai dalam forum tersebut menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung penuh peningkatan ekspor daerah. “Kami terbuka untuk memberikan bimbingan dan kemudahan prosedural bagi pelaku UMKM yang ingin ekspor. Potensi Kepri sangat besar, apalagi posisi geografisnya sangat strategis di jalur perdagangan internasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bea Cukai menyoroti potensi pasar tujuan ekspor seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Arab Saudi, hingga Turki yang dapat menjadi pintu masuk bagi produk UMKM Kepri. Produk kuliner olahan, kriya laut, hingga fesyen berbasis budaya lokal disebut memiliki peluang besar menembus pasar tersebut.

Hasil pertemuan menunjukkan semangat tinggi para pelaku UMKM untuk terus berkembang. Beberapa di antaranya bahkan sudah menjalin komunikasi awal dengan calon mitra dari luar negeri guna memperluas pasar ekspor mereka.

Pemerintah provinsi berkomitmen memperkuat dukungan dari sisi kebijakan dan fasilitas. Hal ini mencakup pembinaan intensif, penyediaan platform promosi digital, hingga fasilitasi pameran dagang di luar negeri.

“Kami ingin membangun ekosistem ekspor yang sehat, bukan hanya proyek jangka pendek. Sinergi lintas sektor ini harus menjadi budaya kerja yang berkelanjutan,” jelas Riki Rionaldi.

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan UMKM Kepri dalam ekspor bukan semata capaian ekonomi, tetapi juga simbol kemandirian daerah dalam menciptakan nilai tambah produk lokal.

Ke depan, Dinas Koperasi dan UMKM Kepri akan memperluas kolaborasi dengan lembaga keuangan, logistik, dan lembaga sertifikasi agar rantai ekspor UMKM semakin efisien dan berdaya saing tinggi.

Dengan kolaborasi lintas lembaga ini, Kepri menegaskan tekadnya untuk menjadi pusat ekspor UMKM kawasan barat Indonesia, menjadikan produk lokal tidak hanya kebanggaan daerah, tetapi juga pemain penting di pasar global. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ketua PWI Tanjungpinang Dorong RSUD RAT Perkuat Keterbukaan Informasi Layanan Kesehatan

2 Agustus 2026 - 20:08 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Ahad, 2 Agustus 2026: Tanjungpinang, Bintan dan Karimun Cerah, Natuna Berpotensi Hujan Ringan

2 Agustus 2026 - 00:01 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 31 Juli 2026: Batam, Karimun, Natuna dan Anambas Berpotensi Hujan Ringan

31 Juli 2026 - 00:01 WIB

Hendra Jaya Terpilih Aklamasi Pimpin PSTI Kota Tanjungpinang Periode 2026–2030

30 Juli 2026 - 14:12 WIB

PWI Kepri Konsolidasikan Program Strategis Bersama Pengurus Daerah

30 Juli 2026 - 06:38 WIB

Trending di Tanjungpinang