Menu

Mode Gelap
Kapolres Bengkalis Pimpin Sertijab Wakapolres, Kompol Ridho Perasetia Resmi Jabat Wakapolres Bengkalis Polsek Mandau Ungkap Kasus Narkotika, Seorang Pria Diamankan dengan Enam Paket Diduga Sabu HUT IBI Ke-75, Bupati Asmar: Bidan Garda Terdepan Wujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 Cetak Peserta Terbanyak se-Riau Kepri, BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti Program KEJAR BRK Syariah Jangkau 380 Pelajar SMP Negeri 1 Pangkalan Kerinci Sabut Batu

Tanjungpinang

Wonderfood Kepri Fest 2025, Ajang Kolaborasi Kuliner dan UMKM Naik Kelas di Tanjungpinang

badge-check

Riki Rionaldi, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepri. F: ist Perbesar

Riki Rionaldi, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepri. F: ist

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Festival kuliner Wonderfood Kepri Fest 2025 kembali mencuri perhatian publik sebagai salah satu agenda kuliner terbesar di Provinsi Kepulauan Riau. Diselenggarakan selama tiga hari, pada 17–19 Oktober 2025 di lapangan parkir TCC Mall Tanjungpinang, festival ini menjadi bukti nyata bahwa sektor kuliner mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif daerah.

Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, tahun ini Wonderfood Kepri Fest tampil dengan pendekatan yang lebih selektif dan profesional. Setiap tenant yang berpartisipasi merupakan hasil kurasi langsung dari Ko Yadi, kreator konten kuliner yang dikenal luas di media sosial dengan nama lengkap Yadi Vanoleandra.

Konsep festival yang mengusung tema “Stand Kuliner Pilihan Koko Wonderfood Kepri” menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung. Tidak ada menu yang sama antarstan, sehingga setiap sudut area festival menawarkan sensasi rasa yang unik dan berbeda.

Lebih dari sekadar ajang kuliner, Wonderfood Kepri Fest 2025 juga menjadi platform bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas. Para peserta tidak hanya menjual produk, tetapi juga belajar tentang pentingnya branding, kebersihan, dan penyajian profesional di hadapan konsumen.

Ko Yadi menjelaskan bahwa seluruh tenant harus melewati tahap test food untuk memastikan rasa dan kualitas hidangan tetap terjaga. Proses ini menjadi bagian penting dalam menjaga reputasi festival sekaligus membangun standar baru bagi pelaku UMKM kuliner di Kepri.

“Setiap tahun jumlah pendaftar terus meningkat, tapi kami harus tetap menjaga kualitas. Tahun ini kami hanya bisa menampung sebagian kecil dari total yang mendaftar,” ujar Ko Yadi saat ditemui di sela acara, Sabtu (19/10) malam.

Selain menghadirkan puluhan kuliner khas daerah, festival ini juga dikemas dengan berbagai kegiatan hiburan seperti live cooking, lomba kreatif, hingga pertunjukan budaya lokal. Kolaborasi dengan berbagai sponsor turut memperkuat daya tarik acara dengan menghadirkan program belanja berhadiah untuk pengunjung.

Menurut Ko Yadi, momen paling berkesan dari penyelenggaraan tahun ini adalah semangat kolaboratif para pelaku UMKM dan kreator konten. Mereka bersama-sama membangun narasi positif tentang potensi kuliner Kepri di ranah digital.

“Yang membuat saya bangga bukan hanya ramai pengunjung, tapi bagaimana komunitas kreator ikut aktif mempromosikan kuliner lokal. Ini bentuk dukungan nyata untuk ekonomi kreatif Kepri,” tambahnya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pariwisata Kepri. Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, Devi Andika, yang hadir mewakili Gubernur Kepri, menyebut festival ini sebagai momentum penting dalam memperkuat identitas kuliner daerah sebagai daya tarik wisata.

“Wonderfood Kepri Fest mampu memperlihatkan potensi luar biasa UMKM lokal, sekaligus menegaskan bahwa kuliner bisa menjadi ikon baru pariwisata Kepri,” kata Devi.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri, Riki Rionaldi, menilai festival ini menjadi contoh ideal kolaborasi antara pelaku kreatif, pemerintah, dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini harus terus berlanjut dengan dukungan lintas sektor.

“Event kuliner semacam ini tidak hanya menumbuhkan ekonomi, tapi juga membuka peluang kerja baru, memperluas pasar UMKM, dan memperkenalkan cita rasa khas Kepri ke tingkat nasional,” ujar Riki.

Ia menambahkan, pemerintah daerah tengah menyiapkan berbagai program pendampingan lanjutan agar pelaku UMKM yang ikut festival dapat mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.

“Target kami jelas, UMKM Kepri harus naik kelas. Festival seperti ini adalah laboratorium nyata bagi mereka untuk belajar menghadapi pasar yang lebih kompetitif,” jelasnya.

Antusiasme pengunjung yang tinggi juga menunjukkan bahwa kuliner lokal memiliki daya tarik besar bila dikemas secara profesional. Ribuan warga Tanjungpinang dan wisatawan dari daerah sekitar datang menikmati beragam hidangan, dari jajanan tradisional hingga kreasi modern khas Kepri.

Melalui Wonderfood Kepri Fest 2025, Tanjungpinang tidak hanya menjadi pusat perayaan kuliner, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi kreatif berbasis lokalitas.

Dengan keberhasilan penyelenggaraan tahun ini, Ko Yadi optimistis festival tersebut akan terus berkembang menjadi agenda tahunan unggulan Kepri. “Kami ingin Wonderfood Kepri menjadi jembatan bagi kuliner lokal menuju pasar yang lebih luas. Dari Tanjungpinang, untuk Indonesia,” tutupnya penuh semangat. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 31 Juli 2026: Batam, Karimun, Natuna dan Anambas Berpotensi Hujan Ringan

31 Juli 2026 - 00:01 WIB

Hendra Jaya Terpilih Aklamasi Pimpin PSTI Kota Tanjungpinang Periode 2026–2030

30 Juli 2026 - 14:12 WIB

PWI Kepri Konsolidasikan Program Strategis Bersama Pengurus Daerah

30 Juli 2026 - 06:38 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Kamis, 30 Juli 2026: Tanjungpinang hingga Anambas Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

30 Juli 2026 - 00:01 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Rabu, 29 Juli 2026: Batam, Karimun, Lingga, Natuna dan Anambas Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

29 Juli 2026 - 00:01 WIB

Trending di Kepulauan Riau