RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Kehadiran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., di Kota Tanjungpinang menjadi momentum penting bagi penguatan program keluarga dan pemberdayaan masyarakat di daerah. Kunjungan ini disambut hangat oleh jajaran Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kamis (23/10/2025).
Menteri Wihaji tiba di Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang dan disambut langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Kepri dan Kota Tanjungpinang.
Dalam prosesi penyambutan, Menteri menerima tanjak sebagai simbol kehormatan dari tokoh adat Melayu. Tradisi ini menjadi wujud penghargaan masyarakat Kepulauan Riau terhadap tamu kehormatan yang berkunjung ke Bumi Segantang Lada.
Setelah acara penyambutan, Menteri bersama Gubernur dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang melanjutkan kegiatan santai dengan sarapan bersama di salah satu kedai kopi legendaris di kawasan Batu 10. Momen ini menjadi ajang komunikasi informal yang mempererat hubungan pemerintah pusat dan daerah.
Usai sarapan, Menteri Wihaji langsung menuju agenda utama, yakni pelaksanaan kegiatan pelayanan KB dan Quick Wins Tamasya dalam rangkaian Agenda ADUJAKNAS 2025 yang digelar di Puskesmas Batu X Tanjungpinang.
Selain itu, Menteri juga meninjau Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya–TPA ASRI) dan berdialog dengan para Kader Bina Keluarga Balita (BKB) serta para pengasuh anak di Kelurahan Melayu Kota Piring.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pelayanan kesehatan, pendidikan anak usia dini, serta pemberdayaan keluarga sebagai satu kesatuan program pembangunan sosial.
Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah pusat terhadap program keluarga dan kependudukan di daerah. Ia menilai kehadiran Menteri menjadi penyemangat baru dalam memperkuat kapasitas para kader dan pengasuh anak.
Menurut Raja Ariza, Tanjungpinang memiliki potensi besar untuk menjadi model pelaksanaan Quick Wins Tamasya yang menekankan kolaborasi lintas sektor antara kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.
“Program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat urban seperti Tanjungpinang. Fokusnya tidak hanya pada pengendalian jumlah penduduk, tapi juga peningkatan kualitas hidup keluarga,” ujar Raja Ariza.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Tanjungpinang terus berkomitmen menjalankan program pembangunan keluarga yang berkelanjutan, sejalan dengan visi kota yang sehat, tangguh, dan ramah anak.
Raja Ariza juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di tingkat lokal, terutama bagi kader BKB dan pengasuh anak yang menjadi ujung tombak pelayanan di masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi titik awal lahirnya inovasi-inovasi baru di bidang pengasuhan anak dan pemberdayaan keluarga yang bisa direplikasi di wilayah lain,” tuturnya.
Menteri Wihaji menyambut baik komitmen tersebut dan menilai Tanjungpinang sebagai salah satu daerah yang progresif dalam mengembangkan program keluarga dan kependudukan berbasis masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kunjungan kerja Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI diharapkan menjadi pemicu lahirnya model pembangunan keluarga tangguh yang mampu menjawab tantangan sosial di era modern. (RK9)







