Menu

Mode Gelap
Hardiknas, Polsek Bina Widya Beri Kado Bibit Pohon dan Perlengkapan Pendidikan ke Mahasiswa Setahun Kesepakatan DIR, Perjuangan Riau Istimewa Terus Berlanjut Kepri dan Meranti Perkuat Jalur Maritim dan Layanan Publik Lewat Kerja Sama Strategis DPRD Kota Batam Sahkan Perda Lembaga Adat Melayu (LAM), Perkuat Identitas dan Marwah Budaya Melayu Sukses Gelar Porseni SD/MI Siantan, KKG Tuah Siantan Tuai Apresiasi Disdikpora Anambas Tamu Beradat

Riau

Sepuluh Hari Menunggu Terang: Kisah Krisis Listrik di Selatpanjang Hingga Gubri Turun Tangan

badge-check


					Malam yang gelap mengundang warga Selatpanjang mendatangi PLN Selatpanjang beberapa hari lalu. (Foto: net) Perbesar

Malam yang gelap mengundang warga Selatpanjang mendatangi PLN Selatpanjang beberapa hari lalu. (Foto: net)

RiauKepri.com, MERANTI- Suasana malam di Selatpanjang, ibu kota Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, belakangan ini sering gelap gulita. Lampu-lampu rumah padam, warung-warung terpaksa tutup lebih cepat, dan suara genset menjadi teman setia warga yang lelah menghadapi krisis listrik berkepanjangan.

Kemarahan warga akhirnya memuncak. Jumat malam, ratusan orang mendatangi kantor PLN Selatpanjang di Jalan Yos Sudarso. Mereka menuntut kejelasan, kenapa listrik sering padam tanpa jadwal? Kenapa setiap hari harus gelap tanpa tahu kapan terang kembali?

Menanggapi kegelisahan itu, Gubernur Riau Abdul Wahid tak tinggal diam. Dari Pekanbaru, ia langsung memanggil manajemen PLN Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau untuk duduk satu meja. Sabtu malam (25/10/2025), lewat media sosial yang beredar, pertemuan berlangsung santai namun serius dalam menyelesaikan masalah.

“Kita sudah berbincang dengan PLN, bagaimana persoalan di Selatpanjang bisa diselesaikan cepat. Kemungkinan sepuluh hari ke depan sudah on dengan enam megawatt dan delapan unit mesin,” tegas Gubernur Wahid.
Nada suaranya menunjukkan keyakinan, tapi juga tekanan, waktu tak banyak, masyarakat sudah menunggu.

Di sisi lain, General Manager PLN UID Riau dan Kepri, Joni, menjelaskan langkah-langkah konkret yang sedang dilakukan. “Hari ini sudah mulai loading, empat hari ke depan mesin tiba di Selatpanjang dan langsung instalasi. Total ada delapan unit dengan kapasitas enam megawatt,” jelasnya.

Beberapa mesin bahkan dikirim dari Jakarta dan Medan. Malam itu juga, peralatan mulai diangkut , trafo, kabel, hingga komponen pendukung lain dibawa menyeberangi lautan menuju pulau yang kini haus akan terang.

Gubernur Wahid menambahkan, krisis di Selatpanjang hanyalah satu bagian dari pekerjaan besar yang harus diselesaikan PLN di Riau. Ia mendorong agar tahun 2025 dan 2026 nanti, listrik bisa benar-benar sampai ke pelosok desa, bahkan dusun-dusun terpencil.

“Mudah-mudahan penerangan tidak lagi jadi persoalan bagi masyarakat kita,” katanya optimis.

Harapan kini menggantung di langit Selatpanjang, semoga sepuluh hari yang dijanjikan PLN benar-benar membawa terang, bukan sekadar janji yang hilang di tengah gelap malam. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hardiknas, Polsek Bina Widya Beri Kado Bibit Pohon dan Perlengkapan Pendidikan ke Mahasiswa

9 Mei 2026 - 16:45 WIB

Setahun Kesepakatan DIR, Perjuangan Riau Istimewa Terus Berlanjut

9 Mei 2026 - 13:16 WIB

Tamu Beradat

9 Mei 2026 - 05:44 WIB

Koperasi Serasi Sepadu Jaya dan PT Priatama Riau Gelar Penanaman Perdana Kebun Plasma KKPA di Rupat

7 Mei 2026 - 16:46 WIB

Besok, Peluncuran Buku Karmila Sari Digelar di Balai Adat LAMR Riau

7 Mei 2026 - 13:40 WIB

Trending di Pekanbaru