RiauKepri.com, BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak warga Lamongan yang bermukim di Batam untuk tidak sekadar merasa sebagai perantau, tetapi turut menjadi bagian aktif dalam menjaga dan membangun kota ini. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri silaturahmi Paguyuban Warga Lamongan (Pawala) Batam di Golden Prawn, Bengkong, Sabtu (1/11/2025) malam.
Dalam kegiatan yang juga dihadiri Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, serta Anggota DPR RI, Ahmad Labib, suasana keakraban tampak hangat. Amsakar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara yang mempererat persaudaraan antarwarga Batam asal Lamongan.
“Jangan memaknai diri sebagai orang Lamongan yang merantau di Batam, tetapi maknailah diri sebagai orang Batam yang berasal dari Lamongan. Kalau kita menganggap Batam sebagai rumah bersama, maka kitalah yang akan menjaga dan merawatnya,” ujar Amsakar.
Dalam sambutannya, Amsakar juga menyinggung perjalanan panjang pembangunan Batam sejak tahun 1970-an. Ia menjelaskan, Batam tumbuh pesat berkat sinergi dua entitas utama, yakni BP Batam dan Pemerintah Kota Batam, yang bersama-sama mengembangkan kota ini menjadi salah satu pusat ekonomi terbesar di Indonesia.
“Kini Batam memiliki lima sektor utama, yaitu industri, perdagangan, pariwisata, alih kapal, dan logistik. Semua sektor ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi kota yang kini dihuni lebih dari 1,3 juta jiwa,” paparnya.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat Pemerintah Kota Batam terhadap warganya.
“Terima kasih karena warga Lamongan diterima dengan baik di Kota Batam ini. Suasana malam ini, dengan hidangan soto Lamongan dan pecel lele, membuat kami serasa di rumah sendiri,” ujarnya penuh kehangatan.
Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI, Ahmad Labib, mengapresiasi semangat kebersamaan warga Lamongan di Batam. Ia mendorong Paguyuban Warga Lamongan (Pawala) agar terus menjaga kekompakan serta turut berkontribusi positif bagi pembangunan daerah tempat mereka tinggal.
Acara gala dinner yang digelar Pawala Batam malam itu menjadi simbol eratnya jalinan persaudaraan antarperantau Lamongan di Batam. Lebih dari sekadar temu kangen, kegiatan ini menegaskan peran penting warga perantau dalam memperkuat harmoni sosial dan mendukung kemajuan Batam sebagai kota yang inklusif dan berdaya saing. (RK6)








