RiauKepri.com, BATAM — Pemerintah Kota Batam terus berinovasi dalam mempercepat pembangunan infrastruktur publik tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Salah satunya melalui skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Barang Milik Daerah (BMD) yang akan diterapkan pada pembangunan Pasar Induk Jodoh.
Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, memimpin langsung rapat pemaparan rencana tender KSP BMD yang digelar di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (11/11/2025). Rapat ini diinisiasi oleh Panitia Pemilihan KSP BMD sebagai langkah awal menuju realisasi proyek strategis tersebut.
Firmansyah menjelaskan, model pembiayaan KSP memberikan ruang bagi pihak swasta untuk membangun dan mengelola pasar tanpa menggunakan dana APBD. Pemerintah Kota tetap menjadi pemilik tanah, sementara mitra swasta memperoleh hak pemanfaatan dalam jangka waktu tertentu.
“Skema ini menjadi solusi efektif mempercepat pembangunan pasar tanpa menambah beban keuangan daerah, sekaligus memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kontribusi tetap dan pembagian keuntungan tahunan,” ujar Firmansyah.
Selain itu, seluruh bangunan yang berdiri di atas lahan kerja sama nantinya akan menjadi aset milik Pemerintah Kota Batam setelah jangka waktu kerja sama berakhir atau jika dilakukan pemutusan lebih awal oleh Pemko.
Firmansyah menekankan pentingnya integritas dan ketelitian dalam seluruh proses tender. Ia meminta panitia bekerja profesional agar proyek ini berjalan sesuai aturan dan menghasilkan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Panitia harus bekerja detail, tidak boleh asal-asalan. Proyek ini bukan hanya soal fisik, tetapi juga kepercayaan publik terhadap tata kelola aset daerah,” tegasnya.
Lebih jauh, Firmansyah menyebutkan bahwa rencana pembangunan Pasar Induk Jodoh bukan sekadar proyek ekonomi, melainkan bagian dari transformasi tata ruang kawasan Jodoh agar lebih tertata, modern, dan layak sebagai pusat perdagangan rakyat.
“Pasar ini diharapkan mampu mengubah wajah kawasan Jodoh yang selama ini dikenal semrawut menjadi pusat niaga yang bersih, indah, dan berdaya saing,” katanya.
Ia juga menambahkan, proses tender tidak hanya menilai kemampuan finansial calon mitra, tetapi juga desain arsitektur, estetika bangunan, dan komitmen lingkungan. “Kita ingin pasar yang modern namun tetap berpihak pada pedagang kecil dan masyarakat umum,” ujar Firmansyah.
Dalam rapat tersebut, Panitia Pemilihan KSP BMD memaparkan terdapat 13 tahapan yang akan dilalui dalam proses tender, mulai dari pengumuman resmi tahap pertama pada Rabu (12/11/2025) hingga penetapan pemenang.
Rapat turut dihadiri Kepala BPKAD Kota Batam Abdul Malik, perwakilan Inspektorat Daerah, Dinas Kominfo, Disperindag, Dinas Koperasi dan UKM, serta Camat Lubukbaja.
Dengan langkah ini, Pemerintah Kota Batam optimistis bahwa pembangunan Pasar Induk Jodoh akan menjadi simbol kemitraan efektif antara pemerintah dan swasta dalam mempercepat kemajuan kota tanpa mengorbankan kepentingan publik. (RK6)







