Menu

Mode Gelap
Anambas Masuk Program Reaktivasi Internet BAKTI, 17 Lokasi Strategis Segera Terlayani Prakiraan Cuaca Jumat 23 Januari 2026: Mayoritas Wilayah Kepri Berawan, Sejumlah Titik Berpeluang Hujan Ringan Revitalisasi Pasar dan Tol Laut Jadi Fokus Audiensi Pemkab Anambas dengan Kemendag RI Respons Cepat Polisi Cegah Karhutla Meluas, Kebakaran Semak di Nongsa Berhasil Dikendalikan Dari Malaysia ke Riau, Mahasiswa UKM Merajut Silaturahmi Serumpun di LAMR SF Hariyanto Vs Ida: Jurus Terbuka di Gelanggang Kewenangan

Pekanbaru

Napas Bayi Tiga Bulan di Tengah Kepungan Jerebu Rimbo Panjang

badge-check


					Bayi tiga bulan yang harus selalu berada dalam pelukan orangtua agar tidak terpapar jerebu Karhula di Rimbo Panjang. (Foto: ist) Perbesar

Bayi tiga bulan yang harus selalu berada dalam pelukan orangtua agar tidak terpapar jerebu Karhula di Rimbo Panjang. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU- Di sebuah rumah sederhana di Perumahan Zaira Permai, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, suara tangis bayi terdengar pelan di antara batuk dan sesak napas ibunya. Bayi itu baru berusia tiga bulan. Namanya belum sempat diketahui banyak orang, tapi sejak dua hari lalu, napas mungilnya menjadi simbol betapa rapuhnya kehidupan di tengah pekatnya jerebu, asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tak kunjang padam.

Atik (48), sang ibu, menatap jendela yang sengaja ditutup rapat. Sebab, di luar sana udara masih berbau tengit. Sinar matahari tampak temaram tertutup jerebu. “Saya sudah dua hari demam, batuk, sesak napas, mata berair,” ujar Atik, menahan batuk.

“Karena kemarin itu asap parah sekali, masuk ke dalam rumah. Makanya sekarang saya tutup semua pintu, soalnya anak saya masih umur tiga bulan. Takut kena asap,” khawatir Atik.

Atik tak sendiri. Puluhan warga lain di perumahan ini mengalami hal serupa. Via (28) juga mengurung diri bersama dua anaknya yang masih kecil. Ia menutup semua celah pintu dengan kain, berharap asap tak lagi menyelinap ke ruang tamu.

“Asap masuk ke dalam rumah, mata jadi perih. Anak saya yang pertama sekarang demam, batuk, dan sesak napas,” katanya.

Tanpa Posko Kesehatan

Sudah empat hari asap menyelimuti Rimbo Panjang. Namun, hingga Rabu (12/11/2024), warga mengaku belum ada posko kesehatan yang berdiri di perumahan mereka. Tak ada pula pembagian masker atau kunjungan petugas medis dari Dinas Kesehatan.
“Jangankan bikin posko, masker satupun tak ada kami dikasih,” keluh Citra (37), warga lain.

“Kepala desa juga tak datang. Padahal banyak warga sakit, termasuk saya sekarang demam dan batuk,” ungkap Citra.

Sementara itu, Bupati Kampar Ahmad Yuzar belum merespons konfirmasi wartawan terkait langkah penanganan dampak asap bagi warga.

Napas yang Dihitung

Di tengah keterbatasan itu, Atik hanya bisa berharap hujan kembali turun. “Semalam sempat hujan, asap agak berkurang. Tapi kalau nanti panas lagi, saya tak tahu bagaimana nasib anak saya,” ujarnya lirih, menatap bayi yang terlelap di pelukannya.

Setiap napas yang keluar dari dada kecil itu seolah jadi pengingat, di balik bencana Karhutla, ada kehidupan yang harus terus bertahan, sekecil apa pun ia, sepantasnya mendapat udara yang bersih untuk tumbuh.

Kebakaran hebat di lahan gambut di Jalan Yuzura, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, terjadi pada Sabtu (8/11/2025). Karhutla ini berdekatan dengan dua perumahan, yakni Perumahan Zaira Permai dan Perumahan Marwah.

Besarnya Kobaran api membuat warga panik dan ketakutan. Sebab, jarak titik api dari permukiman hanya sekitar 100 meter. Pihak Polda Riau pun ikut turun tangan memadamkan api namun cuaca yang terik, api sesungguh belum bisa dipadamkan secara seluruhnya. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Malaysia ke Riau, Mahasiswa UKM Merajut Silaturahmi Serumpun di LAMR

22 Januari 2026 - 17:48 WIB

SF Hariyanto Vs Ida: Jurus Terbuka di Gelanggang Kewenangan

22 Januari 2026 - 17:31 WIB

Sekolah Rakyat ke-4 Dibangun di Kuansing, Pemprov Riau Perluas Akses Pendidikan Gratis

22 Januari 2026 - 13:43 WIB

Pastikan Hak Pegawai Terpenuhi, Bupati Afni Awasi Pencairan TPP Pasca SOTK Baru

22 Januari 2026 - 13:07 WIB

Pengamat: Gugatan Rp15 M ke Polisi, Jalan Muflihun Mencari Keadilan dan Kepastian Status Hukum

22 Januari 2026 - 13:00 WIB

Trending di Pekanbaru