RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Riau menegaskan bahwa penguatan pelaku usaha mikro dan kecil kini menjadi strategi utama pemerintah daerah dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Langkah ini dipandang penting mengingat struktur sosial-ekonomi Kepri yang tersebar di wilayah kepulauan membutuhkan fondasi ekonomi yang merata hingga tingkat akar rumput.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kepri, Riki Rionaldi, menilai bahwa percepatan ekonomi daerah tidak dapat dilepaskan dari kemampuan UMKM bertransformasi menghadapi dinamika pasar. Menurutnya, pertumbuhan sektor industri besar harus diimbangi oleh tumbuh kuatnya ekonomi rakyat untuk menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.
Riki mengungkapkan bahwa UMKM memiliki peran strategis sebagai penopang ekonomi masyarakat, terutama saat terjadi tekanan ekonomi global. Ketahanan sektor ini terbukti membuat Kepri mampu mempertahankan ritme pertumbuhan yang stabil dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam rangka memperkuat sektor tersebut, pemerintah provinsi menempatkan peningkatan kapasitas pelaku UMKM sebagai salah satu prioritas pembangunan ekonomi. Program pelatihan kewirausahaan, pendampingan manajemen usaha, hingga fasilitasi legalitas terus diperluas untuk menciptakan pelaku usaha yang kompeten dan berdaya saing.
Riki menjelaskan bahwa pembinaan tidak lagi hanya difokuskan pada kemampuan produksi, tetapi juga pada transformasi digital. Pelaku UMKM didorong memanfaatkan platform online untuk pemasaran, pencatatan keuangan, hingga diversifikasi produk.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi adalah kunci bagi pelaku usaha untuk memenangkan persaingan pasar yang kian kompetitif. Perubahan perilaku konsumen ke arah digital menjadi momentum penting bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar.
Selain peningkatan kapasitas, pemerintah provinsi juga mendorong kemudahan akses pembiayaan. Berbagai kerja sama dengan lembaga keuangan dilakukan untuk menghadirkan skema permodalan yang lebih ramah bagi pelaku UMKM pemula maupun yang ingin memperbesar usaha.
Upaya penguatan UMKM juga dilakukan melalui sinergi intensif dengan pemerintah kabupaten dan kota. Riki menilai bahwa setiap daerah di Kepri memiliki karakter dan kebutuhan UMKM yang berbeda, sehingga pendekatan program harus bersifat spesifik dan sesuai kondisi wilayah.
Dalam koordinasi rutin, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota membahas prioritas kebutuhan pelaku UMKM, mulai dari pengembangan SDM, penyediaan peralatan usaha, hingga fasilitasi pameran dan pemasaran. Pendekatan yang lebih terarah ini diharapkan menciptakan dampak yang lebih nyata bagi pelaku usaha.
“Kita ingin program UMKM benar-benar menyentuh kebutuhan daerah. Ada wilayah yang kuat di sektor kuliner, ada yang unggul di kerajinan, ada pula yang butuh dorongan pada pengelolaan keuangan. Semua kita petakan agar program tepat sasaran,” ujar Riki.
Keterlibatan multipihak juga menjadi bagian penting dalam strategi penguatan UMKM Kepri. Pemerintah provinsi menggandeng komunitas lokal, pelaku usaha besar, dan perguruan tinggi untuk menciptakan kolaborasi yang produktif dalam pengembangan UMKM.
Riki menilai bahwa keberadaan industri besar di Batam dan beberapa daerah lain seharusnya mampu menjadi pasar potensial bagi UMKM lokal. Kolaborasi pemasok produk lokal menjadi salah satu skema yang kini terus didorong pemerintah.
Tren positif UMKM dalam beberapa tahun terakhir juga terlihat dari pertumbuhan usaha di sektor kuliner, kerajinan, perdagangan jasa, dan produksi rumah tangga. Peningkatan ini menjadi indikator bahwa UMKM memiliki potensi besar bila dibekali dengan dukungan berkelanjutan.
Riki optimistis UMKM akan menjadi motor penggerak ekonomi Kepri dalam jangka panjang. Keberadaan mereka tidak hanya menciptakan pertumbuhan, tetapi juga memperkuat pemerataan ekonomi hingga wilayah hinterland dan pulau-pulau kecil.
“Pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan ruang tumbuh yang lebih besar bagi UMKM. Ketika UMKM naik kelas, ekonomi Kepri ikut melangkah lebih kuat dan lebih inklusif,” tegasnya.
Dengan strategi penguatan yang terarah, sinergi lintas daerah, dan dorongan digitalisasi, pemerintah provinsi berharap UMKM semakin siap menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang ekonomi di masa depan. (*)








