Menu

Mode Gelap
Bhabinkamtibmas Desa Alahair Cek Peternakan Kambing Warga Dukung Ketahanan Pangan Satresnarkoba Polres Bengkalis Ringkus Pengedar Sabu 50,01 Gram di Talang Muandau Sayang Bini Siak Masuk Daftar Daerah Terbaik untuk Investasi Versi Fortune Indonesia Prakiraan Cuaca Kepri, Ahad 26 Juli 2026: Mayoritas Wilayah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Daerah Reses di Jemaja Timur, Ismeth Abdullah Tegaskan Aspirasi Masyarakat Akan Diperjuangkan ke Pusat

Batam

Amsakar Tekankan Pentingnya Aspirasi Tepat Sasaran di Tengah Keterbatasan Anggaran Batam

badge-check

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyapa warga untuk aktif menyampaikan kebutuhan dan persoalan wilayah. (Foto: Ist) Perbesar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyapa warga untuk aktif menyampaikan kebutuhan dan persoalan wilayah. (Foto: Ist)

RiauKepri.com, BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa ketepatan penyampaian aspirasi masyarakat menjadi kunci dalam menentukan prioritas pembangunan daerah, terutama di tengah keterbatasan kemampuan anggaran yang dimiliki Pemerintah Kota Batam.

Pesan itu disampaikan Amsakar saat menghadiri kegiatan reses Anggota DPRD Kota Batam, Novela F. Sinaga, pada masa persidangan I tahun 2025 di Pendopo Cluster Cendrawasih Merak, Perumahan KDA, Senin (24/11/2025) malam.

Menurut Amsakar, kegiatan reses tidak hanya menjadi agenda formal legislatif, tetapi berfungsi sebagai instrumen strategis untuk memotret kebutuhan riil warga. Ia menekankan bahwa akurasi aspirasi masyarakat berperan penting dalam penyusunan skala prioritas pembangunan.

“Reses ini bukan sekadar serap aspirasi, tapi menentukan arah pembangunan. Semakin tepat warga menyampaikan kebutuhan, semakin tepat pula pemerintah menyusun program,” ujarnya.

Amsakar juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak bisa hanya didasari perhitungan teknokratis. Pemerintah, kata dia, harus menimbang masukan warga yang sehari-hari merasakan langsung permasalahan di wilayah masing-masing.

“Pembangunan yang baik lahir dari suara masyarakat. Karena itu, silakan manfaatkan momentum ini untuk menyampaikan kebutuhan wilayah secara jelas dan terukur,” katanya.

Ia menjelaskan, total kebutuhan pembangunan yang diusulkan masyarakat dan perangkat daerah mencapai sekitar Rp9 triliun. Namun, kemampuan APBD Batam baru berada pada kisaran Rp4,2 triliun sehingga masih terdapat sekitar Rp5 triliun usulan yang belum dapat terakomodasi.

“Di sinilah pentingnya penentuan prioritas. Negara harus memilih mana yang paling mendesak dan memberikan dampak luas,” jelasnya.

Amsakar menambahkan, penyusunan pembangunan Batam dilakukan melalui rangkaian proses berjenjang mulai dari reses DPRD, Musrenbang kelurahan, kecamatan, hingga kota, serta rencana kerja perangkat daerah yang diselaraskan dengan RPJMD.

Dengan kolaborasi dan aspirasi yang tepat sasaran, ia berharap arah pembangunan Batam dapat semakin fokus dan efektif menjawab kebutuhan masyarakat. (RK6/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pansus DPRD Audiensi ke BP Batam, Perkuat Sinergi dalam Penyusunan Ranperda Pengelolaan Sampah

22 Juli 2026 - 17:16 WIB

Persembahkan Marwah Melayu, Baiq Tri Astuti Rebut Gelar Best Catwalk IKWI

22 Juli 2026 - 14:27 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Sabtu, 18 Juli 2026: Berawan hingga Hujan Ringan, Warga Diminta Waspadai Perubahan Cuaca

18 Juli 2026 - 00:01 WIB

BRK Syariah Gelar FGD Bahas Recovery Plan 2025 dan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK RI

14 Juli 2026 - 19:11 WIB

Nikmati Liburan “Tropical Escape” di Nongsa Resorts Batam

14 Juli 2026 - 13:34 WIB

Trending di Batam