Menu

Mode Gelap
Anambas Masuk Program Reaktivasi Internet BAKTI, 17 Lokasi Strategis Segera Terlayani Prakiraan Cuaca Jumat 23 Januari 2026: Mayoritas Wilayah Kepri Berawan, Sejumlah Titik Berpeluang Hujan Ringan Revitalisasi Pasar dan Tol Laut Jadi Fokus Audiensi Pemkab Anambas dengan Kemendag RI Respons Cepat Polisi Cegah Karhutla Meluas, Kebakaran Semak di Nongsa Berhasil Dikendalikan Dari Malaysia ke Riau, Mahasiswa UKM Merajut Silaturahmi Serumpun di LAMR SF Hariyanto Vs Ida: Jurus Terbuka di Gelanggang Kewenangan

Batam

Amsakar Tekankan Pentingnya Aspirasi Tepat Sasaran di Tengah Keterbatasan Anggaran Batam

badge-check


					Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyapa warga untuk aktif menyampaikan kebutuhan dan persoalan wilayah. (Foto: Ist) Perbesar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyapa warga untuk aktif menyampaikan kebutuhan dan persoalan wilayah. (Foto: Ist)

RiauKepri.com, BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa ketepatan penyampaian aspirasi masyarakat menjadi kunci dalam menentukan prioritas pembangunan daerah, terutama di tengah keterbatasan kemampuan anggaran yang dimiliki Pemerintah Kota Batam.

Pesan itu disampaikan Amsakar saat menghadiri kegiatan reses Anggota DPRD Kota Batam, Novela F. Sinaga, pada masa persidangan I tahun 2025 di Pendopo Cluster Cendrawasih Merak, Perumahan KDA, Senin (24/11/2025) malam.

Menurut Amsakar, kegiatan reses tidak hanya menjadi agenda formal legislatif, tetapi berfungsi sebagai instrumen strategis untuk memotret kebutuhan riil warga. Ia menekankan bahwa akurasi aspirasi masyarakat berperan penting dalam penyusunan skala prioritas pembangunan.

“Reses ini bukan sekadar serap aspirasi, tapi menentukan arah pembangunan. Semakin tepat warga menyampaikan kebutuhan, semakin tepat pula pemerintah menyusun program,” ujarnya.

Amsakar juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak bisa hanya didasari perhitungan teknokratis. Pemerintah, kata dia, harus menimbang masukan warga yang sehari-hari merasakan langsung permasalahan di wilayah masing-masing.

“Pembangunan yang baik lahir dari suara masyarakat. Karena itu, silakan manfaatkan momentum ini untuk menyampaikan kebutuhan wilayah secara jelas dan terukur,” katanya.

Ia menjelaskan, total kebutuhan pembangunan yang diusulkan masyarakat dan perangkat daerah mencapai sekitar Rp9 triliun. Namun, kemampuan APBD Batam baru berada pada kisaran Rp4,2 triliun sehingga masih terdapat sekitar Rp5 triliun usulan yang belum dapat terakomodasi.

“Di sinilah pentingnya penentuan prioritas. Negara harus memilih mana yang paling mendesak dan memberikan dampak luas,” jelasnya.

Amsakar menambahkan, penyusunan pembangunan Batam dilakukan melalui rangkaian proses berjenjang mulai dari reses DPRD, Musrenbang kelurahan, kecamatan, hingga kota, serta rencana kerja perangkat daerah yang diselaraskan dengan RPJMD.

Dengan kolaborasi dan aspirasi yang tepat sasaran, ia berharap arah pembangunan Batam dapat semakin fokus dan efektif menjawab kebutuhan masyarakat. (RK6/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Respons Cepat Polisi Cegah Karhutla Meluas, Kebakaran Semak di Nongsa Berhasil Dikendalikan

22 Januari 2026 - 19:27 WIB

Polda Kepri Dukung HPN 2026, Kapolda Terima Penghargaan Sahabat PWI

22 Januari 2026 - 14:24 WIB

Nada Salsabila Kamil di Undang Podcast RRI Atas Prestasinya

21 Januari 2026 - 18:57 WIB

Ranperda LAM Batam Disepakati, Yunus Pimpin Pansus

21 Januari 2026 - 17:16 WIB

Respons Cepat Ditsamapta Polda Kepri Tangani Kebakaran Angkringan Mega Legenda

21 Januari 2026 - 10:45 WIB

Trending di Batam