RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Sebanyak 75 pelajar dari tingkat SMP/MTs hingga SMA/SMK mengikuti Lomba Resensi Buku yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tanjungpinang, Rabu (26/11/2025). Kegiatan ini dilaksanakan di aula Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah.
Para peserta berasal dari 39 utusan SMA dan SMK serta 36 utusan dari SMP dan MTs. Antusiasme tinggi terlihat sejak pagi, ketika siswa dan guru pendamping hadir memenuhi ruang museum yang telah disulap menjadi arena kompetisi literasi.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tanjungpinang, Meitya Yulianty, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa lomba resensi ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan budaya baca dan kemampuan literasi pelajar.
Meitya menjelaskan bahwa pendanaan kegiatan berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Dukungan tersebut, katanya, menjadi stimulan bagi daerah untuk terus memperbanyak program literasi yang menjangkau sekolah dan masyarakat.
“Lomba ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi momentum untuk melatih siswa berpikir kritis dan mengekspresikan gagasan secara tertulis,” ujarnya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Dua akademisi, yakni Drs. Suhardi, M.Pd., dan Dr. Harry Andheska, S.Pd., memberikan pemahaman mengenai teknik meresensi buku secara baik dan benar.
Selain akademisi, panitia juga menghadirkan penulis sekaligus jurnalis, Fatih Muftih. Ia membagikan pengalamannya dalam menulis ulasan buku serta pentingnya membangun kebiasaan menulis sejak usia sekolah.
Para peserta tampak antusias mengikuti penyampaian materi. Beberapa dari mereka aktif bertanya tentang struktur resensi, cara menggali pesan dari sebuah buku, hingga teknik menulis yang menarik dan mudah dipahami pembaca.
Selesai penyampaian materi, peserta langsung diarahkan untuk mulai menyusun resensi berdasarkan buku yang telah ditentukan sebelumnya. Proses penilaian dilakukan oleh para narasumber dengan mempertimbangkan analisis, gaya bahasa, dan kreativitas peserta.
Panitia menyediakan total hadiah senilai Rp21 juta bagi para pemenang. Hadiah tersebut diharapkan dapat memotivasi peserta untuk menghasilkan karya terbaik dan mendorong minat baca yang lebih kuat.
Kegiatan lomba resensi buku ini juga menjadi ajang silaturahmi antar sekolah sekaligus sarana untuk menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat di kalangan pelajar.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tanjungpinang menargetkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota yang berkarakter literat.
Dengan terselenggaranya lomba ini, pemerintah daerah berharap budaya membaca tidak hanya berkembang di sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Tanjungpinang. (RK9)







