Menu

Mode Gelap
Gerak Cepat Polsek Rupat, Pelaku Asusila Anak Berhasil Diamankan Penari Belia sampai Lansia Ikut Menari Satu Jam Tanpa Henti Overkapasitas, Bupati Siak Perjuangkan Pemindahan Lapas Siak Mahasiswa Disabilitas Unilak Lulus 3,5 Tahun, Rektor Bangga Kampus Kian Inklusif Prakiraan Cuaca Kepri Kamis, 30 April 2026: Mayoritas Wilayah Berawan, Potensi Hujan Ringan hingga Sedang Pelepasan Siswa Kelas 12 SMAN 1 Ungar di Hadiri Anggota DPRD Provinsi Kepri

Tanjungpinang

Penari Belia sampai Lansia Ikut Menari Satu Jam Tanpa Henti

badge-check


					Peringatan Hari Tari Sedunia 2026 di Tanjungpinang. (Foto: ist) Perbesar

Peringatan Hari Tari Sedunia 2026 di Tanjungpinang. (Foto: ist)

* Perayaan Hari Tari Sedunia 2026 di Tanjungpinang

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG — Peringatan Hari Tari Sedunia pada 29 April tahun ini berlangsung berbeda di Tanjungpinang. Para penari dari usia belia sampai lansia ikut berpartisipasi pada hajatan dengan tajuk Satu Jam Menari di halaman Gedung LAM di Tepi Laut.

Tidak ada batasan. Siapa saja boleh ambil bagian, baik ia penari atau bukan. Meski dilaksanakan secara swadaya dan mendapat dukungan dari Kedai Seni sanggam, peringatan Hari Tari Sedunia di ibu kota provinsi Kepulauan Riau tahun ini menarik minat banyak orang untuk datang.

Satu di antara yang ambil bagian adalah Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni. “Setelah saya dapat info, saya langsung saja datang, karena penasaran ingiin tahu seperti apa menari satu jam tanpa henti,” kata Weni.

Yang bikin Weni tambah terkejut adalah rentang usia para penari yang dijumpainya. Ada penari belia berusia lima tahun dan, yang paling tua, usianya sudah 65 tahun. Kalau tidak karena kecintaan mereka pada seni tari, kata Weni, tidak mungkin semangat seperti ini.

“Saya memang tak pandailah kalau menari seperti kawan-kawan di sini, tapi saya berharap tahun depan event seperti ini bisa menjadi event pariwisata kita sehingga bisa menarik minat wisatawan mancanegara,” ujarnya.

Gagasan itu tidak hadir tiba-tiba  datang dari kedai seni sanggam, Tanker dance studio dan dewan kebudayaan. Ternyata ada 10 penari yang hadir di lokasi yang pada pekan awal Mei nanti akan berpartisipasi pada event Jogeton di Kuala Lumpur. Pada acara itu, rencananya mereka akan menari selama 90 menit tanpa henti.

Agenda itu yang menginspirasi Weni supaya bisa ada juga di Tanjungpinang. “Tadi setelah diskusi dengan kawan-kawan di sini, ternyata Hari Tari Sedunia itu yang ramai di Solo, ya. Ke depan, kenapa tidak kita bikin yang besar juga di Tanjungpinang,” pungkas Weni. (RK9/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Misni Resmi Jadi Sekda, Tonggak Baru Kepemimpinan Perempuan di Kepri

28 April 2026 - 07:53 WIB

Gubernur Ansar Lantik Misni sebagai Sekda Definitif Kepri, Perempuan Pertama Pegang Tongkat Komando Birokrasi

27 April 2026 - 13:08 WIB

Semarak Hari Nelayan Nasional ke-66, Pesisir Senggarang Dipenuhi Antusiasme Masyarakat

26 April 2026 - 16:31 WIB

Komisi II DPRD Kabupaten Bintan Laksanakan Koordinasi Program Kampung Nelayan Merah Putih ke DKP Provinsi Kepri

24 April 2026 - 13:36 WIB

Eks DPRD Tanjungpinang Minta Perlindungan Usai Diancam

23 April 2026 - 17:27 WIB

Trending di Tanjungpinang