Menu

Mode Gelap
Kunjungan Kerja Seskoau ke LAMR Bahas Ketahanan Energi Nasional Berbasis Nilai-Nilai Kejuangan Polres Bengkalis Ungkap Kasus Dugaan Peredaran Sabu di Bengkalis, Satu Orang Diamankan Polsek Pinggir Gagalkan Peredaran Sabu, Pengedar Diamankan dengan Barang Bukti 1,96 Gram Dua Pengedar Sabu Ditangkap di Bengkalis, Polres Tegaskan Komitmen Dukung Program P4GN Prakiraan Cuaca Kepri, Senin 27 Juli 2026: Tanjungpinang hingga Anambas Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Edarkan Sabu, Pria Berinisial MR Diamankan Satresnarkoba Polres Bengkalis

Batam

‘Malam Sastra Sumatera Luka’ PWI Kepri-PWI Batam Banjir Dukungan Warga Aceh, Sumut dan Sumbar

badge-check

Ketua panitia sekaligus Presiden Komunitas Rumahitam, Tarmizi saat membacakan puisi. (Foto: PWI Kepri) Perbesar

Ketua panitia sekaligus Presiden Komunitas Rumahitam, Tarmizi saat membacakan puisi. (Foto: PWI Kepri)

RiauKepri.com, BATAM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersama PWI Kota Batam menggandeng Komunitas Seni Rumahitam menggelar ‘Malam Sastra Sumatera Luka’ (MSSL) di Suratan Coffee & Resto, Batam, Sabtu (6/12/2025). Agenda yang disiapkan secara singkat ini dihadirkan sebagai bentuk empati dan keprihatinan sekaligus upaya penggalangan donasi bagi korban banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ketua panitia sekaligus Presiden Komunitas Rumahitam, Tarmizi, menegaskan bahwa acara tersebut menjadi cara PWI Provinsi Kepri-PWI Batam dan para seniman untuk hadir bersama masyarakat di tengah duka. Dalam pembacaan puisinya, Tarmizi melontarkan kritik terhadap tata kelola lingkungan yang dianggapnya berkontribusi pada terjadinya bencana.

“Tak ada puisi indah yang dapat lahir dari peristiwa itu selain kemarahan,” ujarnya. Ia menilai bencana bukan semata persoalan alam, melainkan akibat kelalaian pengelolaan dan lemahnya pengawasan.

Tarmizi yang juga Ketua Bidang Budaya PWI Provinsi Kepri itu juga membaca puisi:

raja judi
raja balak
raja bengak
paham memusing balak enam jadi balak kosong, di meja domino bercengkrama dengan saudagar pembabat hutan sumatera dan kalimantan. dia raja, raja bongak, raja bengak tempoyak belacan

meski raja, tapi otaknya dungu. ia berjudi di atas derita kami. hilangnya rumah, kampung dan kerabat saudara kami, katanya momentum yang baik. betullah kau raja bengak

Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani, mengapresiasi inisiatif para wartawan dan seniman Kota Batam tersebut. “Ini wujud cinta dan kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang tengah menghadapi ujian di Aceh, Sumut dan Sumbar,” katanya.

Dengan tema “Puisi Menggalang Donasi”, kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut untuk menghimpun donasi. Pada kesempatan itu, Saibansah menerima titipan donasi dari sejumlah tokoh masyarakat Aceh di Batam. Di antaranya dari pengusaha yang juga pendiri ARC Fondation, Dian Amri dan pengusaha kulinter Tengku Nasruddin.

Selain itu, juga ada donasi dari Tenaga Ahli Kementerian Haji dan Umrah RI, Putera Batubara, Ketua SMSI Kepri yang juga anggota Penasehat PWI Provinsi Kepri, Rinaldi Samjaya, Ketua Matahari Pagi Indonesia (MPI) Provinsi Kepri, Susanna, Ketua IKWI Provinsi Kepri, anggota Dewan Pakar PWI Provinsi Kepri Dedy Suwadha dan warga Kota Batam yang prihatin atas derita para korban banjir.

Malam sastra ini juga dihadiri Ketua PWI Kota Batam, Muhammad Khafi, yang menyebut momen tersebut menjadi ruang bagi jurnalis untuk menyalurkan empati. Khafi menuturkan banyak wartawan yang tidak kuasa menahan emosi ketika melihat kampung halaman atau kerabat terkena dampak bencana.

Puisinya berjudul “Batam Menandai Getir yang Sama” dibacakan Ketua PWI Provinsi Kepri, Saibansah Dardani, dengan penjiwaan mendalam. Sejumlah penyair dari Komunitas Rumahitam, seperti Hening dan Taring, juga tampil membacakan puisi. Taring, misalnya, menghadirkan syair bernuansa kritik sosial yang disampaikan dengan penghayatan kuat.

Sementara itu, Wakil Ketua Perkumpulan Masyarakat Aceh (Permasa) Kota Batam, Sanusi, juga hadir mewakili warga Batam asal Aceh. Meskipun mengaku berlatar belakang ilmu teknik dan belum pernah tampil membaca puisi, Sanusi pun ikut membawakan karya berjudul “Wahai Lelaki Pemanggul Karung Beras” dengan cukup apik. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Prakiraan Cuaca Kepri, Senin 27 Juli 2026: Tanjungpinang hingga Anambas Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

27 Juli 2026 - 00:01 WIB

Pansus DPRD Audiensi ke BP Batam, Perkuat Sinergi dalam Penyusunan Ranperda Pengelolaan Sampah

22 Juli 2026 - 17:16 WIB

Persembahkan Marwah Melayu, Baiq Tri Astuti Rebut Gelar Best Catwalk IKWI

22 Juli 2026 - 14:27 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Sabtu, 18 Juli 2026: Berawan hingga Hujan Ringan, Warga Diminta Waspadai Perubahan Cuaca

18 Juli 2026 - 00:01 WIB

BRK Syariah Gelar FGD Bahas Recovery Plan 2025 dan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK RI

14 Juli 2026 - 19:11 WIB

Trending di Batam