Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pekanbaru

Puluhan Mahasiswa Malaysia Menimba Petuah di LAMR

badge-check

Puluhan mahasiswa dan guru asal Negeri Sembilan, Malaysia, menimba petuah adat dan budaya Melayu saat berkunjung ke LAMR, di Balai Adat LAMR, Pekanbaru. (Foto: ist) Perbesar

Puluhan mahasiswa dan guru asal Negeri Sembilan, Malaysia, menimba petuah adat dan budaya Melayu saat berkunjung ke LAMR, di Balai Adat LAMR, Pekanbaru. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU– Puluhan mahasiswa dan guru asal Negeri Sembilan, Malaysia, menimba petuah adat dan budaya Melayu saat berkunjung ke Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Senin (22/12), di Balai Adat LAMR, Pekanbaru.

Rombongan mahasiswa Malaysia tersebut disambut langsung oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri H. R. Marjohan Yusuf, bersama Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil. Turut hadir mendampingi Datuk H. Aspandiar, Datuk Muhammad Fadli, dan Datuk Arman.

Perwakilan mahasiswa Malaysia, Syakirman, mengatakan kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang adat dan budaya Melayu di Provinsi Riau. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Global Outreach Madani melalui agenda Temu Pemuda Serantau.

Menurut Syakirman, program ini menjadi wadah penting untuk mempererat hubungan pemuda serantau, khususnya di wilayah Melayu dan Nusantara, melalui pertukaran budaya, pendidikan, serta penguatan nilai-nilai madani.

Ketua Umum DPH LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, mengapresiasi kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa hubungan adat dan budaya antara Melayu Riau dan Negeri Sembilan memiliki ikatan sejarah yang kuat dan telah terjalin sejak lama.

“Hubungan Melayu Riau dan Negeri Sembilan bukan hubungan baru, tetapi berakar dari sejarah, adat, dan nilai yang sama. Generasi muda perlu terus mempererat ikatan ini agar jati diri Melayu tetap terpelihara,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum MKA LAMR, Datuk Seri H. R. Marjohan Yusuf, menyampaikan bahwa LAMR terbuka bagi siapa pun, khususnya generasi muda serumpun, yang ingin mengenal dan mempelajari adat serta budaya Melayu.
“Melalui pertemuan seperti ini, generasi muda diharapkan memahami nilai adat, bahasa, dan kebudayaan Melayu sebagai landasan membangun peradaban yang beradab dan bermartabat,” katanya. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Loye Tekak

24 Okt 2026 - 09:32 WIB

Loye Tekak

Video Afni yang Ditakedown Sudah Kembali, Pengamat Singgung Oligarki

21 Okt 2026 - 11:38 WIB

Video Afni yang Ditakedown Sudah Kembali, Pengamat Singgung Oligarki

Parah! Babinsa Diduga Jadi Kurir Sabu 47 Kg, Keponakan Ikut Terseret

21 Okt 2026 - 11:01 WIB

Parah! Babinsa Diduga Jadi Kurir Sabu 47 Kg, Keponakan Ikut Terseret

LAMR Segera Bentuk Tim Penulisan Sejarah Melayu Riau, Tindak Lanjuti Gagasan Menbud Fadli Zon

20 Okt 2026 - 16:34 WIB

LAMR Segera Bentuk Tim Penulisan Sejarah Melayu Riau, Tindak Lanjuti Gagasan Menbud Fadli Zon

Perluas Transaksi Digital, BRK Syariah dan Pemkab Kampar Bahas Integrasi QRIS Realtime Spliting Pajak Daerah

20 Okt 2026 - 10:34 WIB

Perluas Transaksi Digital, BRK Syariah dan Pemkab Kampar Bahas Integrasi QRIS Realtime Spliting Pajak Daerah
Trending di Pekanbaru