RiauKepri.com, MERANTI – Sesosok mayat laki-laki yang ditemukan terapung di perairan Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (2/1/2026), dipastikan bukan warga setempat. Korban diduga merupakan warga negara asing (WNA) asal Malaysia yang bekerja di Singapura.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti, M. Khardafi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ardath, S.IP, mengatakan pihaknya menerima komunikasi dari seseorang yang mengaku sebagai keluarga korban. Mereka menghubungi BPBD, Polres Kepulauan Meranti, serta Basarnas pada Kamis malam.
“Pihak yang mengaku keluarga korban menghubungi kami dan mengirimkan foto korban beserta kartu identitas,” ujar Ardath.
Dari informasi yang diterima, korban diketahui bernama Teh Kok Keong, warga negara Malaysia yang bekerja di Tower Transit Singapore. Hal tersebut diperkuat dengan logo perusahaan yang terdapat pada pakaian korban, yang sesuai dengan identitas yang dikirimkan pihak keluarga.
“Nomor yang menghubungi kami berasal dari Singapura. Logo di baju korban sama dengan perusahaan tempat korban bekerja. Pihak keluarga juga telah menghubungi Polres dan Basarnas,” jelas Ardath.
Saat ini, pihak keluarga korban dikabarkan sedang dalam perjalanan menuju Batam dan selanjutnya akan menuju Kabupaten Kepulauan Meranti untuk proses lanjutan.
Sebelumnya, BPBD Kepulauan Meranti bersama Polsek Rangsang, Bhabinkamtibmas Rangsang Pesisir, Basarnas, serta UPT Puskesmas setempat langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan mayat tersebut.
“Proses evakuasi dilakukan bersama masyarakat setempat, personel Polsek Rangsang, BPBD, dan Basarnas. Meski kondisi lapangan cukup menantang, evakuasi berjalan lancar,” kata Ardath.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Penemuan mayat tersebut sebelumnya menggegerkan warga Dusun I, Desa Tanjung Kedabu. Jasad korban ditemukan sekitar pukul 10.15 WIB di wilayah RT 002/RW 002 oleh warga yang melintas di sekitar perairan tersebut.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH, SIK, MH, melalui Kapolsek Rangsang, AKP Gunawan, SH, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan awal, termasuk olah tempat kejadian perkara dan pengumpulan keterangan saksi.
“Identitas korban sebelumnya belum diketahui dan proses penyelidikan masih terus berjalan,” ujarnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait korban atau merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke Polsek Rangsang guna membantu proses identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut. (RK12)







