RiauKepri.com, PEKANBARU– Mantan Gubernur Riau, Drs. H. Syamsuar, M.Si., menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, dalam upaya membenahi kondisi keuangan dan pemerintahan Kabupaten Siak.
Dukungan tersebut disampaikannya sekaligus dengan sejumlah nasihat yang ia tekankan sebagai bentuk perhatian, bukan kritik. Apalagi Afni maju dalam Pilkada serentak di Siak juga bersama Partai Golkar yang saat itu Ketua DPD Golkar Riau dijabat Syamsuar.
Menurutnya, Afni merupakan kepala daerah yang memiliki potensi besar di masa depan, namun saat ini tengah menghadapi situasi keuangan daerah yang sangat berat.
“Saya banyak didatangi masyarakat yang mengadu tentang persoalan di Siak, terutama terkait defisit keuangan. Kerisauan saya, jika Bupati Afni terus berteriak, hal itu bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu,” ujar Syamsuar, Kamis (8/1/2026).
Syamsuar menegaskan, nasihat tersebut tidak dimaksudkan untuk membatasi langkah Bupati Siak dalam memperjuangkan kepentingan rakyat Siak. Namun, Syamsuar berharap perjuangan tersebut dapat dilakukan secara kolektif bersama Bupati dan Walikota lain di Riau, sehingga memiliki kekuatan yang lebih besar dan tidak menimbulkan persepsi keliru di ruang publik.
“Jika persoalan itu dirasakan seluruh kabupaten dan kota di Riau, alangkah baiknya diperjuangkan bersama-sama. Jangan sendiri-sendiri, karena bisa menimbulkan penilaian lain dari pihak-pihak berkepentingan dan pada akhirnya justru merugikan Bupati Afni,” katanya.
Syamsuar juga meminta masyarakat agar tidak memelintir maksud pernyataannya. Ia menegaskan, kerisauan yang ia sampaikan justru berangkat dari besarnya beban yang harus ditanggung Bupati Siak dalam menghadapi kondisi keuangan daerah yang luar biasa sulit.
Pada masa Syamsuar menjabat sebagai Bupati Siak pada tahun 2018, defisit seperti saat ini pernah dirasakan Provinsi Riau dan daerah kabupaten/kota se-Riau. Meski jumlah beban yang ditanggung tidaklah sebesar yang sekarang.
“Harus berjuang bersama, jangan sendiri. Dulu berkat perjuangan bersama semua kepala daerah, kekurangan dana akhirnya ditransfer oleh Menteri Keuangan. Jadi jangan Bupati Siak saja yang berjuang tapi harus bersama-sama,” ujar Syamsuar.
Menurut Syamsuar, ia telah lama mengenal Afni dan memahami karakter idealis, tegas, serta blak-blakan yang dimiliki Bupati Siak tersebut. Di tengah dinamika politik yang sensitif, nasihat yang disampaikannya merupakan bentuk perhatian agar keberanian Afni tidak berujung pada suatu masalah.
Syamsuar juga memaklumi situasi sulit yang dihadapi Pemkab Siak saat ini, bahkan menyamakannya dengan tantangan berat yang pernah dihadapi daerah saat masa pandemi Covid-19. Menurutnya, perbandingan tersebut dimaksudkan untuk meneladani semangat dan ketangguhan dalam menghadapi krisis, bukan untuk menyamakan kondisi secara langsung.
“Prinsipnya saya mendukung penuh Bupati Afni menyelesaikan persoalan utang dan membenahi Siak. Semua ini murni bentuk perhatian dan kepedulian,” ungkap Syamsuar.
Sebagai informasi, utang warisan belanja 2024 Siak masih tersisa Rp120 miliar. Hal ini diketahui warisan utang terbesar dalam sejarah Siak di tengah bayang-bayang pengurangan TKD ke daerah. Ditambah lagi sekitar Rp250 miliar kewajiban bayar 2025 yang masih tertunda. (RK1)







