Menu

Mode Gelap
Kunjungan Kerja Seskoau ke LAMR Bahas Ketahanan Energi Nasional Berbasis Nilai-Nilai Kejuangan Polres Bengkalis Ungkap Kasus Dugaan Peredaran Sabu di Bengkalis, Satu Orang Diamankan Polsek Pinggir Gagalkan Peredaran Sabu, Pengedar Diamankan dengan Barang Bukti 1,96 Gram Dua Pengedar Sabu Ditangkap di Bengkalis, Polres Tegaskan Komitmen Dukung Program P4GN Prakiraan Cuaca Kepri, Senin 27 Juli 2026: Tanjungpinang hingga Anambas Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Edarkan Sabu, Pria Berinisial MR Diamankan Satresnarkoba Polres Bengkalis

Meranti

Meranti Jadi Fokus Eksplorasi WK Malacca Strait, Produksi Ditargetkan 5.800 Barel Per Hari

badge-check

Silaturahmi dan koordinasi pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2026. (Foto: ist) Perbesar

Silaturahmi dan koordinasi pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2026. (Foto: ist)

RiauKepri.com, MERANTI – Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi fokus utama kegiatan eksplorasi dan pengembangan di Wilayah Kerja (WK) Malacca Strait. Pada tahun 2026 ini, produksi minyak di wilayah ini ditargetkan meningkat seiring rencana pengeboran sumur baru dan pengembangan lapangan eksisting.

Sepanjang tahun 2025, produksi minyak di WK Malacca Strait tercatat rata-rata 4.655 barel minyak per hari (BOPD), masih di bawah target SKK Migas sekitar 6.000 BOPD. Sementara produksi gas berada di kisaran 2,3 MMSCFD, dengan realisasi penyaluran ke PLN mencapai 0,55 MMSCFD, melampaui target.

Hal tersebut mengemuka dalam silaturahmi dan koordinasi pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2026 antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, SKK Migas Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), Kamis (29/1/2026), di Kantor Dinas PUPR Kepulauan Meranti.

PT Imbang Tata Alam selaku operator WK Malacca Strait menjelaskan, belum optimalnya produksi minyak dipengaruhi kendala teknis berupa kepasiran pada sumur, yang menyebabkan tertutupnya perforasi saat pemompaan. Kondisi tersebut membatasi laju produksi meskipun potensi cadangan migas masih dinilai baik.

Meski demikian, hasil uji sumur eksplorasi TB North West menunjukkan prospek positif dengan potensi produksi mencapai 190–200 barel per hari. Sumur tersebut direncanakan akan dikembangkan menjadi tiga hingga lima sumur lanjutan.

Untuk tahun 2026, PT Imbang Tata Alam merencanakan pengeboran sejumlah sumur eksplorasi baru seperti CN-2, CN-3, MSWK, dan WK-1, serta pengembangan lima sumur di lapangan TB. Target produksi minyak ditetapkan meningkat hingga 5.800 BOPD, sementara target produksi gas berada di kisaran 0,4 MMSCFD. Kepulauan Meranti menjadi prioritas karena dinilai memiliki potensi cadangan terbesar di WK Malacca Strait.

Selain aspek produksi, pembahasan juga menyoroti Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang difokuskan di wilayah Ring 1, yakni Kecamatan Merbau dan Tebingtinggi Barat. Program ini mencakup sektor pendidikan, ekonomi, lingkungan, kesehatan, tata kelola, dan kelembagaan, dengan pendekatan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal dan konservasi lingkungan.

Asisten II Pemprov Riau Helmi D menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan KKKS agar manfaat kegiatan hulu migas dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, pelaksanaan PPM yang dipaparkan telah sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek ekosistem laut dan darat.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menegaskan bahwa peningkatan produksi migas di WK Malacca Strait harus memberikan dampak nyata bagi daerah dan masyarakat setempat.

“Kami mendukung penuh upaya peningkatan produksi migas nasional, namun pada saat yang sama kami ingin memastikan bahwa kegiatan eksplorasi dan pengembangan di wilayah Kepulauan Meranti benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan,” tegas Asmar.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan SKK Migas dan KKKS, dan berharap sejalan dengan kepentingan daerah dan prinsip pembangunan berkelanjutan.

“Sinergi ini penting agar eksplorasi energi berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal,” ujarnya. (RK12/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Bhabinkamtibmas Desa Alahair Cek Peternakan Kambing Warga Dukung Ketahanan Pangan

26 Juli 2026 - 11:39 WIB

Audiensi Bupati Asmar Berbuah Komitmen BNPP RI Kawal Pembangunan Kawasan Perbatasan Meranti

25 Juli 2026 - 06:20 WIB

Kapolres Kepulauan Meranti Silaturahmi dengan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

24 Juli 2026 - 21:38 WIB

Dua Terduga Pengedar Sabu Ditangkap di Banglas, Satresnarkoba Polres Meranti Amankan Barang Bukti

24 Juli 2026 - 20:25 WIB

Bhabinkamtibmas Selatpanjang Selatan Cek Ketahanan Pangan Pertanian Warga

24 Juli 2026 - 10:51 WIB

Trending di Meranti