Menu

Mode Gelap
Satresnarkoba Polres Bengkalis Ringkus Pengedar Sabu 50,01 Gram di Talang Muandau Sayang Bini Siak Masuk Daftar Daerah Terbaik untuk Investasi Versi Fortune Indonesia Prakiraan Cuaca Kepri, Ahad 26 Juli 2026: Mayoritas Wilayah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Daerah Reses di Jemaja Timur, Ismeth Abdullah Tegaskan Aspirasi Masyarakat Akan Diperjuangkan ke Pusat 34 Lansia Sebong Lagoi Diwisuda, Bukti Komitmen Bintan Wujudkan Daerah Ramah Lansia

Meranti

Sektor Pertanian Di Pulau Rangsang Bagus, Bagaimana Dengan Infrastruktur Jalan?

badge-check

Tampak kerusakan akses jalan utama. (Foto: Ist) Perbesar

Tampak kerusakan akses jalan utama. (Foto: Ist)

RiauKepri.com, MERANTI – Kondisi Jalan Poros Pecah Buyung–Peranggas hingga Tanjung Kedabu di Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, kembali menuai sorotan. Anggota DPRD Kepulauan Meranti dari Fraksi PAN, Sopandi, S.Sos, menilai kerusakan akses jalan utama yang menghubungkan sejumlah desa tersebut belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Sopandi menyampaikan, sejumlah ruas jalan vital seperti Pecah Buyung Bantar–Peranggas, Peranggas–Sendaur, serta Telesung–Tanjung Kedabu saat ini mengalami kerusakan berat. Kondisi jalan berlubang, bergelombang, dan berlumpur dinilai menghambat aktivitas masyarakat serta membahayakan pengguna jalan.

Ironisnya, pada tahun anggaran berjalan tidak terdapat alokasi dana untuk perbaikan ruas jalan tersebut. Padahal, menurut Sopandi, dalam pembahasan antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebelumnya sempat diusulkan anggaran perbaikan.

“Awalnya dianggarkan Rp400 juta dan saya minta dinaikkan menjadi Rp2 miliar untuk rehabilitasi jalan. Namun faktanya, pada tahun ini tidak ada alokasi sama sekali,”ujar Sopandi kepada wartawan, Kamis (5/2/2026).

Ia menegaskan, pihaknya tidak menuntut pembangunan jalan baru berskala besar, melainkan perbaikan dan rehabilitasi agar akses transportasi masyarakat tetap layak digunakan.

Sopandi mengaku kecewa karena masyarakat di Kecamatan Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir dinilai belum mendapat perhatian pembangunan yang memadai. Padahal, Pulau Rangsang memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

“Pulau Rangsang merupakan salah satu penghasil beras terbesar di Meranti, selain komoditas kelapa, karet, kopi, dan perkebunan lainnya. Jika kondisi jalan terus seperti ini, tentu akan berdampak pada distribusi dan peningkatan produksi,”katanya.

Selain berdampak pada sektor ekonomi dan pertanian, kerusakan infrastruktur jalan juga dinilai mempengaruhi pelayanan kesehatan masyarakat. Akses menuju Puskesmas di Desa Kedaburapat dan Desa Anak Setatah sangat bergantung pada kondisi jalan yang memadai.

“Ini menyangkut keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat. Jika jalan rusak, ambulans akan kesulitan bergerak cepat saat membawa pasien,” ujar
Sopandi, yang merupakan putra daerah asal Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat. (RK12).

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Audiensi Bupati Asmar Berbuah Komitmen BNPP RI Kawal Pembangunan Kawasan Perbatasan Meranti

25 Juli 2026 - 06:20 WIB

Kapolres Kepulauan Meranti Silaturahmi dengan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

24 Juli 2026 - 21:38 WIB

Dua Terduga Pengedar Sabu Ditangkap di Banglas, Satresnarkoba Polres Meranti Amankan Barang Bukti

24 Juli 2026 - 20:25 WIB

Bhabinkamtibmas Selatpanjang Selatan Cek Ketahanan Pangan Pertanian Warga

24 Juli 2026 - 10:51 WIB

HAN 2026 Jadi Momentum Camat Pulau Merbau Motivasi Anak Raih Masa Depan Gemilang

23 Juli 2026 - 19:16 WIB

Trending di Meranti