RiauKepri.com, MERANTI – Kondisi Jalan Poros Pecah Buyung–Peranggas hingga Tanjung Kedabu di Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, kembali menuai sorotan. Anggota DPRD Kepulauan Meranti dari Fraksi PAN, Sopandi, S.Sos, menilai kerusakan akses jalan utama yang menghubungkan sejumlah desa tersebut belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Sopandi menyampaikan, sejumlah ruas jalan vital seperti Pecah Buyung Bantar–Peranggas, Peranggas–Sendaur, serta Telesung–Tanjung Kedabu saat ini mengalami kerusakan berat. Kondisi jalan berlubang, bergelombang, dan berlumpur dinilai menghambat aktivitas masyarakat serta membahayakan pengguna jalan.
Ironisnya, pada tahun anggaran berjalan tidak terdapat alokasi dana untuk perbaikan ruas jalan tersebut. Padahal, menurut Sopandi, dalam pembahasan antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebelumnya sempat diusulkan anggaran perbaikan.
“Awalnya dianggarkan Rp400 juta dan saya minta dinaikkan menjadi Rp2 miliar untuk rehabilitasi jalan. Namun faktanya, pada tahun ini tidak ada alokasi sama sekali,”ujar Sopandi kepada wartawan, Kamis (5/2/2026).
Ia menegaskan, pihaknya tidak menuntut pembangunan jalan baru berskala besar, melainkan perbaikan dan rehabilitasi agar akses transportasi masyarakat tetap layak digunakan.
Sopandi mengaku kecewa karena masyarakat di Kecamatan Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir dinilai belum mendapat perhatian pembangunan yang memadai. Padahal, Pulau Rangsang memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
“Pulau Rangsang merupakan salah satu penghasil beras terbesar di Meranti, selain komoditas kelapa, karet, kopi, dan perkebunan lainnya. Jika kondisi jalan terus seperti ini, tentu akan berdampak pada distribusi dan peningkatan produksi,”katanya.
Selain berdampak pada sektor ekonomi dan pertanian, kerusakan infrastruktur jalan juga dinilai mempengaruhi pelayanan kesehatan masyarakat. Akses menuju Puskesmas di Desa Kedaburapat dan Desa Anak Setatah sangat bergantung pada kondisi jalan yang memadai.
“Ini menyangkut keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat. Jika jalan rusak, ambulans akan kesulitan bergerak cepat saat membawa pasien,” ujar
Sopandi, yang merupakan putra daerah asal Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat. (RK12).








