RiauKepri.com, JAKARTA – Tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi menjadi alarm bagi dunia pendidikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran Indonesia per November 2025 mencapai 7,35 juta orang, dengan porsi signifikan berasal dari lulusan sarjana. Fakta ini menegaskan perlunya perubahan mendasar dalam sistem pendidikan tinggi agar lebih selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
Alih-alih hanya terjebak pada urusan administratif, perguruan tinggi kini dituntut melakukan lompatan besar melalui transformasi digital. Pemerintah pun mendorong konsep Kampus Berdampak, yakni kampus yang mampu menghasilkan lulusan kompeten, riset terhilirisasi, serta kontribusi nyata bagi pembangunan. Namun, implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) masih menghadapi tantangan, terutama beban administratif dosen yang menyita waktu dan energi.
CEO dan Founder SEVIMA, Sugianto Halim, M.M.T., menegaskan bahwa pembenahan kurikulum harus dibarengi dengan pemanfaatan teknologi. Menurutnya, perubahan substansial sulit tercapai selama dosen masih disibukkan dengan pekerjaan administratif yang seharusnya dapat diotomasi. Teknologi kecerdasan buatan (AI) dinilai mampu menjadi solusi untuk mempercepat transformasi tersebut.
Sebagai respons atas tantangan itu, SEVIMA bekerja sama dengan LLDIKTI Wilayah III Kemdiktisaintek meluncurkan SEVIMA Edlink Dosen Pro AI, sebuah platform berbasis AI yang dirancang untuk meringankan beban dosen sekaligus mengakselerasi implementasi Kurikulum OBE. Peluncuran ini akan dilakukan dalam Executive Workshop bertajuk “Lead The Future: Memimpin Orkestrasi Kampus Berdampak dengan Artificial Intelligence (AI) dan Kurikulum Outcome Based Education” pada Kamis, 12 Februari 2026, di Rumah Perubahan, Jakarta.
Forum strategis tersebut akan dihadiri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, serta ratusan pimpinan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan komitmen bersama untuk mempercepat transformasi pendidikan tinggi nasional.
Edlink Dosen Pro AI merupakan hasil hilirisasi riset yang mampu mengonversi bahan ajar menjadi video pembelajaran otomatis, menyusun draf RPS berbasis OBE, hingga menghasilkan bank soal terpetakan sesuai taksonomi Bloom. Inovasi ini diharapkan mempercepat proses akademik, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memastikan capaian lulusan benar-benar relevan dengan tuntutan industri.
Selain itu, SEVIMA juga menghadirkan AI Prediksi Kelulusan Mahasiswa, yang mampu mendeteksi potensi risiko putus studi sejak dini. Dengan intervensi tepat waktu, kampus dapat menekan angka drop out dan meningkatkan kelulusan tepat waktu, sekaligus menjaga kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Melalui rangkaian inovasi ini, SEVIMA menegaskan komitmennya mendukung perguruan tinggi bertransformasi menuju Kampus Berdampak. Pemanfaatan AI tidak hanya mempercepat tata kelola akademik, tetapi juga menjadi strategi konkret untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan dunia kerja, sehingga pengangguran lulusan sarjana dapat ditekan secara signifikan. (*)








