Menu

Mode Gelap
Prakiraan BMKG Jumat: Tanjungpinang hingga Natuna Didominasi Berawan dan Hujan Ringan Dari Sembako hingga Tabungan: BRK Syariah Buka Akses Keuangan bagi Disabilitas Pemkab Siak Bayar THR ASN 100%, TPP Disesuaikan Kemampuan APBD PT TIMAH Gandeng Kantor Pelayanan Pajak Pratama, Sosialiasi Pengisian SPT Tahunan Melalui Coretax Polda Kepri Gelar Bazar Berkah Ramadhan dan Buka Puasa Bersama, Pererat Silaturahmi di HUT ke-21 Air Kaleng: Gelembung Nostalgia dan Simbol Marwah

Tanjungpinang

MTI Kepri: DPRD dan Dishub Sebaiknya Beri Pemahaman, Bukan Harapan Palsu kepada Driver Online

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Kepulauan Riau menilai DPRD Kepri dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri perlu memberikan pemahaman yang utuh kepada para pengemudi transportasi online terkait regulasi dan sistem kerja perusahaan aplikasi, bukan sekadar menumbuhkan harapan yang sulit direalisasikan.

Ketua MTI Wilayah Kepri, Syaiful, SE, mengatakan bahwa berbagai upaya telah dilakukan para driver online untuk menyampaikan aspirasi mereka, mulai dari aksi demonstrasi, rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD, hingga dua kali keberangkatan perwakilan driver ke Jakarta untuk bertemu pejabat Kementerian Perhubungan.

Namun, hingga kini permasalahan yang diadukan belum juga menemukan solusi konkret. Kondisi tersebut membuat para driver kembali menggelar aksi unjuk rasa karena merasa ada harapan bantuan dari DPRD dan Dishub, meskipun kewenangan kedua lembaga itu sangat terbatas dalam mengatur kebijakan perusahaan aplikasi.

“Seharusnya sejak awal diberikan pemahaman yang komprehensif mengenai regulasi dan sistem di perusahaan aplikasi. Jangan sampai muncul ekspektasi berlebihan, sementara kewenangan pemerintah daerah tidak mencakup pengaturan tarif dan sistem kemitraan aplikasi,” ujar Syaiful, Rabu (11/2/2026).

Ia menegaskan, berlarut-larutnya persoalan ini justru merugikan para driver online. Pasalnya, setiap kali aksi unjuk rasa digelar, para pengemudi harus menghentikan aktivitas bekerja sehingga kehilangan potensi penghasilan harian.

“Kasihan teman-teman driver online. Saat demo, mereka tidak bisa mencari uang untuk kebutuhan keluarga. Padahal, akar persoalan belum tentu bisa diselesaikan di tingkat daerah,” katanya.

MTI Kepri berharap DPRD dan Dishub Kepri dapat berperan lebih bijak dengan memfokuskan diri pada edukasi regulasi, fasilitasi komunikasi yang efektif, serta penyampaian kewenangan secara transparan, sehingga polemik yang berulang tidak terus membebani para driver online di Kepulauan Riau. (RK9)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Manager Lava Cheese Akui Angka Pembulatan Sudah Terprogram di Sistem

11 Maret 2026 - 17:07 WIB

BPSK Tanjungpinang Tegaskan Pembulatan Sepihak Langgar Aturan

11 Maret 2026 - 13:16 WIB

PT Gandasari Shipyard Bintan Perkuat Sinergi dengan Media Lewat Buka Puasa Bersama

11 Maret 2026 - 06:09 WIB

MTI Kepri Soroti Kelangkaan Tiket Kapal Roro Jelang Lebaran, Diduga Ada Permainan Calo

10 Maret 2026 - 13:11 WIB

Merasa Dirugikan, Konsumen Soroti Praktik Pembulatan Harga di Lava Cheese

10 Maret 2026 - 10:28 WIB

Trending di Tanjungpinang