Menu

Otomatis
Breaking News

Tanjungpinang

MTI Kepri: DPRD dan Dishub Sebaiknya Beri Pemahaman, Bukan Harapan Palsu kepada Driver Online

badge-check

Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Kepulauan Riau menilai DPRD Kepri dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri perlu memberikan pemahaman yang utuh kepada para pengemudi transportasi online terkait regulasi dan sistem kerja perusahaan aplikasi, bukan sekadar menumbuhkan harapan yang sulit direalisasikan.

Ketua MTI Wilayah Kepri, Syaiful, SE, mengatakan bahwa berbagai upaya telah dilakukan para driver online untuk menyampaikan aspirasi mereka, mulai dari aksi demonstrasi, rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD, hingga dua kali keberangkatan perwakilan driver ke Jakarta untuk bertemu pejabat Kementerian Perhubungan.

Namun, hingga kini permasalahan yang diadukan belum juga menemukan solusi konkret. Kondisi tersebut membuat para driver kembali menggelar aksi unjuk rasa karena merasa ada harapan bantuan dari DPRD dan Dishub, meskipun kewenangan kedua lembaga itu sangat terbatas dalam mengatur kebijakan perusahaan aplikasi.

“Seharusnya sejak awal diberikan pemahaman yang komprehensif mengenai regulasi dan sistem di perusahaan aplikasi. Jangan sampai muncul ekspektasi berlebihan, sementara kewenangan pemerintah daerah tidak mencakup pengaturan tarif dan sistem kemitraan aplikasi,” ujar Syaiful, Rabu (11/2/2026).

Ia menegaskan, berlarut-larutnya persoalan ini justru merugikan para driver online. Pasalnya, setiap kali aksi unjuk rasa digelar, para pengemudi harus menghentikan aktivitas bekerja sehingga kehilangan potensi penghasilan harian.

“Kasihan teman-teman driver online. Saat demo, mereka tidak bisa mencari uang untuk kebutuhan keluarga. Padahal, akar persoalan belum tentu bisa diselesaikan di tingkat daerah,” katanya.

MTI Kepri berharap DPRD dan Dishub Kepri dapat berperan lebih bijak dengan memfokuskan diri pada edukasi regulasi, fasilitasi komunikasi yang efektif, serta penyampaian kewenangan secara transparan, sehingga polemik yang berulang tidak terus membebani para driver online di Kepulauan Riau. (RK9)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dua Tahun Rusak, Jembatan Kepodang Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Khawatir Ambruk

10 Agu 2026 - 19:07 WIB

Dua Tahun Rusak, Jembatan Kepodang Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Khawatir Ambruk

Nyanyang Haris Terima Bintang Veteran, Pemprov Kepri Tegaskan Komitmen Rawat Nilai Perjuangan

10 Agu 2026 - 16:23 WIB

Nyanyang Haris Terima Bintang Veteran, Pemprov Kepri Tegaskan Komitmen Rawat Nilai Perjuangan

Naveeza Travel Siapkan Keberangkatan 20 Jamaah Umrah, Tawarkan Paket Mulai Rp27 Jutaan

9 Agu 2026 - 20:14 WIB

Naveeza Travel Siapkan Keberangkatan 20 Jamaah Umrah, Tawarkan Paket Mulai Rp27 Jutaan

Dugaan Kasus Asusila di SMP Tanjungpinang, Itong Ingatkan Pentingnya Pengawasan dan Perlindungan Anak

8 Agu 2026 - 20:10 WIB

Dugaan Kasus Asusila di SMP Tanjungpinang, Itong Ingatkan Pentingnya Pengawasan dan Perlindungan Anak

PWI Kepri Buka Reaktivasi KTA Lama dan Kedaluwarsa

8 Agu 2026 - 15:56 WIB

PWI Kepri Buka Reaktivasi KTA Lama dan Kedaluwarsa
Trending di Tanjungpinang