Menu

Mode Gelap
Respons Cepat Laporan Masyarakat, Polsek Mandau Amankan Terduga Penyalahguna Sabu dalam Program P4GN Peredaran Sabu di Sekitar RSUD Bengkalis Digagalkan, Satu Terduga Pengedar Diamankan HNSI Anambas Dukung Kebijakan BBM Nelayan, Siap Awasi Penyaluran Subsidi Tepat Sasaran Prakiraan Cuaca Kepri Rabu, 15 Juli 2026: Cerah hingga Berawan, Warga Tetap Waspadai Hujan Lokal Danlanal Tarempa Terima Kunjungan Kerja Kapolres Anambas, Perkuat Sinergitas TNI-Polri BRK Syariah Gelar FGD Bahas Recovery Plan 2025 dan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK RI

Batam

Lagi, Awal Ramadan Tak Seragam

badge-check

Ilustrasi Penetapan Awal Ramadan. (Foto: Net) Perbesar

Ilustrasi Penetapan Awal Ramadan. (Foto: Net)

RiauKepri.com, BATAM – Pemerintah mengumumkan secara resmi awal Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 Miladiah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari. Pengumuman ini dibuat berdasarkan hasil sidang isbat di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta, Selasa (17/02/2026).

Itu berarti, terjadi lagi perbedaan pelaksanaan awal Ramadan antara pemerintah dengan Muhammadiyah. Seperti biasanya, ormas Islam terbesar di tanah air, Nahdlatul Ulama (NU), sama dengan pemerintah. Begitu juga nanti pada penetapan Idul Fitri 1 Syawal.

Perbedaan tersebut terkait dengan motede yang dipakai untuk melakukan penetapan. Muhammadiyah, melalui Majelis Tarjih dan Tajdid, menggunakan metode hisab hakiki dan berpedoman pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebagaimana tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.

Sedangkan pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan awal Ramadan didahului dengan pemantauan hilal. Tahun ini pemantauan tersebar di 96 lokasi, enam di antaranya dalam wilayah DKI Jakarta, yang menjadi bagian dari data rukyatul hilal untuk dibahas pada sidang isbat.

Sidang dihadiri beberapa unsur, mulai dari Kemenag, Komisi VIII DPR, perwakilan Mahkamah Agung (MA), Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Selain itu, forum tersebut juga mengundang Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Observatorium Bosscha ITB, Planetarium Jakarta, serta perwakilan ormas Islam, pondok pesantren, hingga Tim Hisab Rukyat Kemenag.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis mengatakan, perbedaaan ini masalah perbedaan pemikiran. “Tidak perlu dibawa-bawa pada perpecahan, tapi jadikanlah perbedaan ini untuk kita belajar lebih banyak,” ujarnya. (RK6)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

BRK Syariah Gelar FGD Bahas Recovery Plan 2025 dan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK RI

14 Juli 2026 - 19:11 WIB

Nikmati Liburan “Tropical Escape” di Nongsa Resorts Batam

14 Juli 2026 - 13:34 WIB

Karang Taruna Kota Batam Sukses Melaksanakan Kegiatan Pasar Tumbuh 2026

14 Juli 2026 - 09:06 WIB

Agendakan Nobar Piala Dunia 2026, PWI dan KPI Kepri Perkuat Konsolidasi Hadapi Tantangan Penyiaran di Era Digital

9 Juli 2026 - 06:36 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Rabu 8 Juli 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Batam, Warga Diminta Waspada

8 Juli 2026 - 00:01 WIB

Trending di Batam