RiauKepri.com, JAKARTA – Dipimpin Kakorlantas Polri, Ditlantas Polda Kepri melaksanakan kegiatan Tactical Floor Game (TFG) Kesiapan Pengamanan Ops Ketupat-2026 bertempat di Aula U.E. Madellu NTMC Korlantas Polri. Selasa, (03/03/2026).
Tak hanya Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, dan dihadiri oleh Wakil Astamaops Kapolri, Karobinops Stamaops Polri, para Pejabat Utama Korlantas Polri, para Dirlantas Polda se-Indonesia, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Direktur Lalu Lintas Ditjen Hubdat Kementerian Perhubungan, Direktur Utama PT Jasa Marga, Direktur Utama PT Jasa Raharja, Direktur Teknik ASDP-Ferry, Kepala BPJT Ditjen Bina Marga, serta perwakilan instansi dan perusahaan terkait lainnya.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dan pembacaan doa. Selanjutnya, Kakorlantas Polri menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan TFG.
Dalam arahannya, Kakorlantas Polri menegaskan bahwa Ops Ketupat-2026 merupakan operasi kemanusiaan yang tidak hanya berfokus pada pengamanan arus mudik dan balik, tetapi juga memastikan perayaan Idul Fitri 1447 H berjalan tertib, aman, dan kondusif, baik dalam aspek Harkamtibmas maupun Kamseltibcarlantas.
Disampaikan pula bahwa pada pelaksanaan Ops Ketupat 2025, Polri berhasil menurunkan angka kecelakaan sebesar 33 persen serta menekan angka fatalitas hingga 51 persen. Keberhasilan tersebut menjadi motivasi untuk terus melakukan langkah strategis, salah satunya melalui pelaksanaan Tactical Floor Game (TFG).
TFG dilaksanakan sebagai sarana komunikasi dan kolaborasi antara Korlantas Polri, Polda, Polres, dan stakeholder terkait. Sasaran operasi dibagi dalam lima klaster, yaitu tata kelola jalan tol, jalan arteri, pelabuhan, tempat ibadah, dan pusat keramaian. Seluruh klaster diharapkan dikelola secara terpadu guna menjamin rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dengan mengusung tagline “Mudik Aman Keluarga Bahagia”.
Arahan Wakil Astamaops Kapolri
Wakil Astamaops Kapolri dalam arahannya menekankan pentingnya perencanaan yang matang berdasarkan Renops yang telah disusun. Para Direktur Lalu Lintas diminta untuk berkoordinasi dengan Karoops, fungsi intelijen, serta fungsi teknis lainnya guna menciptakan cara bertindak (CB) yang ideal di lapangan.
TFG tidak hanya berfokus pada permasalahan lalu lintas, tetapi juga mengintegrasikan seluruh satuan tugas dalam rencana operasi. Penekanan diberikan pada manajemen rekayasa lalu lintas dan optimalisasi pos operasi, baik pos pengamanan (Pospam), pos pelayanan (Posyan), maupun pos terpadu.
Sambutan Tamu Undangan
Para pejabat undangan menyampaikan dukungan terhadap Polri dalam menyukseskan Ops Ketupat-2026. Ditekankan bahwa koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi menjadi kunci utama keberhasilan operasi agar masyarakat dapat merasakan keamanan dan kenyamanan selama perayaan Idul Fitri 1447 H.
Pelaksanaan TFG dinilai sebagai langkah strategis untuk menyamakan persepsi dan cara bertindak, baik di internal Polri maupun dengan instansi terkait, khususnya di bidang lalu lintas.
Paparan dan Simulasi
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan paparan dan simulasi TFG Ops Ketupat-2026 oleh perwakilan Polda Banten, Polda Jawa Barat, dan Polda Jawa Tengah.
Kakorlantas Polri bersama seluruh tamu undangan turut melakukan peninjauan langsung jalannya TFG. Dalam kesempatan tersebut, ditegaskan bahwa TFG menjadi penunjang dalam menentukan cara bertindak yang ideal sehingga perencanaan dan pelaksanaan di lapangan dapat berjalan sinkron dan tepat sasaran.
Melalui pelaksanaan TFG ini, diharapkan para Dirlantas mampu memetakan potensi permasalahan lalu lintas serta menentukan langkah efektif, termasuk pengerahan personel dan satuan tugas sesuai kebutuhan, guna meminimalisir setiap potensi gangguan selama pelaksanaan Ops Ketupat-2026.
Demikian laporan pelaksanaan kegiatan Tactical Floor Game (TFG) Kesiapan Pengamanan Ops Ketupat-2026. Dokumentasi kegiatan terlampir. (RK12).







