RiauKepri.com, KEPULAUAN RIAU – Prakiraan cuaca untuk wilayah Kepulauan Riau (Kepri) pada Selasa, 5 Mei 2026, menunjukkan kondisi yang cenderung bervariasi di sejumlah kabupaten dan kota. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi hujan ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di beberapa wilayah, terutama pada siang hingga malam hari.
Di Kota Tanjungpinang, cuaca diprediksi berawan sejak pagi hari dan berpotensi diguyur hujan ringan pada siang hingga sore. Suhu udara berkisar antara 25–31 derajat Celsius dengan kelembapan cukup tinggi.
Sementara itu, di Kota Batam, kondisi cuaca diperkirakan berawan tebal pada pagi hari. Hujan ringan berpotensi turun pada siang hingga malam, dengan suhu udara berkisar 26–32 derajat Celsius.
Wilayah Kabupaten Bintan juga diprediksi mengalami cuaca serupa. Pagi hari cerah berawan, namun hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi pada siang dan sore hari. Suhu udara berada di kisaran 25–31 derajat Celsius.
Di Kabupaten Karimun, cuaca diperkirakan didominasi awan tebal sejak pagi. Hujan ringan berpotensi terjadi pada siang hari, dengan suhu udara antara 26–31 derajat Celsius.
Untuk wilayah Kabupaten Lingga, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi turun sejak siang hingga malam hari. Suhu udara diperkirakan berkisar 25–30 derajat Celsius.
Di Kabupaten Natuna, cuaca cenderung berawan sepanjang hari dengan peluang hujan ringan pada sore hingga malam. Suhu udara berada di kisaran 25–30 derajat Celsius.
Sedangkan di Kabupaten Kepulauan Anambas, kondisi cuaca diperkirakan berawan dengan potensi hujan ringan pada siang dan malam hari. Suhu udara berkisar antara 25–30 derajat Celsius.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan yang dapat disertai angin kencang dan petir, terutama pada siang hingga malam hari. Nelayan dan pengguna transportasi laut juga diingatkan untuk memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di perairan.
Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Kepri pada Selasa (5/5/2026) masih dipengaruhi oleh kelembapan udara yang tinggi serta dinamika atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian besar wilayah. (red)







