RiauKepri.com, SELATPANJANG – SMA Negeri 1 Selatpanjang menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah terhadap potensi bencana melalui kegiatan sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah itu diikuti ratusan pelajar dengan penuh antusias. Selain menerima materi edukasi, para siswa juga mendapat pengalaman langsung melalui simulasi penanganan kondisi darurat, khususnya saat menghadapi kebakaran.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kepulauan Meranti Ardath S.IP, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Edi SH, staf BPBD, Kepala SMAN 1 Selatpanjang Poyadi, S.Pd., beserta majelis guru.
Dalam kegiatan itu, siswa dibekali pemahaman mengenai langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana, mulai dari cara evakuasi yang benar, tindakan awal saat keadaan darurat, hingga pentingnya menjaga ketenangan agar dapat mengambil keputusan yang tepat.
Kepala SMAN 1 Selatpanjang, Poyadi, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada BPBD Kepulauan Meranti atas edukasi yang diberikan kepada peserta didik di lingkungan sekolahnya.
Menurutnya, sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat belajar akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter dan kesiapan siswa dalam menghadapi berbagai situasi di kehidupan nyata.
“Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan sosialisasi serta simulasi ini. Kegiatan seperti ini sangat penting karena siswa mendapatkan pengalaman langsung tentang bagaimana menghadapi situasi darurat. Pengetahuan seperti ini tentu menjadi bekal berharga bagi mereka,” ujar Poyadi.
Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut diharapkan para siswa dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai mitigasi bencana serta mampu bertindak cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, sehingga kesadaran dan kesiapsiagaan siswa terhadap potensi bencana semakin meningkat,” tambahnya.
Sementara itu, pihak BPBD Kepulauan Meranti juga mengingatkan pentingnya kesiapan sarana pendukung keselamatan di sekolah, termasuk penyediaan alat pemadam api ringan (APAR), khususnya di ruangan yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi seperti laboratorium.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para siswa. Selain menambah wawasan, simulasi langsung yang diberikan dinilai membantu mereka memahami langkah-langkah penyelamatan secara lebih nyata dibandingkan hanya melalui teori di dalam kelas.
Melalui kegiatan tersebut, SMAN 1 Selatpanjang berharap budaya sadar bencana dan kesiapsiagaan dapat terus tumbuh di lingkungan sekolah serta menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi seluruh peserta didik. (RK12/*)







