Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Senin, 8 Juni 2026: Tanjungpinang hingga Batam Berpotensi Berawan, Hujan Ringan Masih Mengintai Peringati Hari Laut Sedunia, TP PKK Kuala Maras dan Anambas Foundation Gelar Aksi Bersih Pantai. Di Meranti, Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Hotel TP PKK Kuala Maras Gelar Senam Sehat dan Aksi Bersih Pantai, Wujudkan Desa Sehat dan Bersih Perempuan LAMR Meriahkan Milad ke-56 dengan Delapan Kegiatan Budaya dan Sosial Tulang Politik

Minda

Tulang Politik

badge-check


					Ilustrasi. Perbesar

Ilustrasi.

ORANG tua-tua di kampung kami, Wak, tak hanya pandai berpantun tapi mereka juga pandai menyampaikan sindiran dengan halus, sampai yang kena sindir pun kadang ikut ketawa sambil garu kepala. Ada satu petuah lama yang sering berlegar di warung kopi, “macam menolong anjing terjepit, begitu lepas kita yang digigit.”

Petuah itu bermaksud lebih kepada memahami tabiat dan watak. Kalau kita sudah tahu sifat sesuatu, jangan pula terkejut apabila ia bertindak mengikut sifatnya.

Anjing, menurut perumpamaan orang tua-tua, akan sangat setia kepada siapa yang memberinya makan. Yang mengasi tulang itulah yang dianggap tuannya. Kalau hari ini si A memberi tulang, si A itu yang dibela. Besok kalau si B yang memberi tulang lebih besar, maka ekor pun bergoyang ke arah si B.

Begitulah tabiat yang sering dijadikan ibarat. Maka apabila ada orang menolong “anjing terjepit” lalu kemudian digigit, orang kampung biasanya tidak terus menyalahkan anjing. Sebab, memang begitu lah tabiat anjing. Kalau anjing menyusukan anak, membajak sawah dan bertelur, barulah kita heran.

Sebetulnya, Wak, yang menjadi masalah itu bukan anjing menggigit dan siapa yang memberi tulang, tapi manusia yang sudah diberi tahu sejak kecil tentang tabiat anjing, tetapi masih mengharap anjing berperangai seperti penasehat kampung.

Dalam politik pun kadang-kadang begitu.
Ada orang membela seseorang habis-habisan. Dipuji pagi petang, diangkat ke sana sini, dibersihkan jalan tempat laluannya. Tetapi apabila angin berubah arah, orang yang dibela tadi melompat pagar sambil melambaikan tangan.
Lalu yang ditinggalkan mengeluh di media sosial: “Aku dikhianati!”

Orang tua-tua Melayu yang membaca mungkin hanya tersenyum. “Bukan engkau dikhianati. Engkau terlupa mengenali siapa yang engkau pelihara.”

Dalam budaya Melayu, manusia diajar memilih sahabat bukan kerana tulangnya besar, tetapi kerana budinya besar.
Ukuran bukan pada siapa yang memberi makan hari ini, tetapi siapa yang tetap bersama ketika dapur tidak berasap.

Adat Melayu mengajar bahwa marwah lebih tinggi daripada apa yang didapat dari kerjasama. Agama pula mengajar bahwa kesetiaan bukan dijual beli seperti ikan di pasar.

Anjing berjalan berpandukan hidungnya mencari tulang. Manusia berjalan berpandukan akal, adat, dan agama mencari jalan pulang.

Kalau manusia masih hidup hanya mengejar tulang, berebut tulang, dan bertukar arah kerana tulang, maka bedanya dengan anjing tinggal ekor saja yang belum tumbuh.

Maka pesan orang tua-tua Melayu:
“Kalau hendak mengenal manusia, lihatlah ketika dia mendapat kuasa. Kalau hendak mengenal sahabat, lihatlah ketika kita susah. Dan kalau hendak mengenal anjing, tak perlu susah-susah, kasi saja tulang.”

Begitulah sindiran di kampung kami, Wak. Bunyinya lucu, tetapi isinya kadang lebih tajam daripada mata parang yang baru diasah. Jadi, tak bual lah kalau sekarang kita bercakap soal tabiat anjing dan tulang. Macam meludah ke langit jadinya.

Penulis: Taufik Hidayat, pemimpin redaksi riaukepri.com.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perempuan LAMR Meriahkan Milad ke-56 dengan Delapan Kegiatan Budaya dan Sosial

7 Juni 2026 - 11:01 WIB

Pasar Sosial

7 Juni 2026 - 06:36 WIB

Tebar Keberkahan Bagi Alam, BRK Syariah Ikut Tanam Pohon di Kawasan Stadion Utama Riau

6 Juni 2026 - 14:39 WIB

Tegak Tiang Tonggol, LAMR Teguhkan Marwah Melayu di Usia ke-56

6 Juni 2026 - 10:16 WIB

Milad Tahun ke-56 LAMR, Perkuat Hak Adat dan Pewarisan

6 Juni 2026 - 09:37 WIB

Trending di Pekanbaru