RiauKepri.com, KARIMUN – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) X Provinsi Kepulauan Riau resmi menjadi titik awal penjaringan atlet pelajar terbaik yang akan dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS). Ajang tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad di kawasan Coastal Area, Tanjung Balai Karimun, Kamis (2/7/2026).
POPDA X Kepri berlangsung mulai 2 hingga 8 Juli 2026 dengan mempertemukan atlet-atlet pelajar terbaik dari tujuh kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau. Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan olahraga usia muda secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menegaskan bahwa POPDA memiliki fungsi strategis sebagai tahapan awal dalam memilih atlet yang akan mewakili Kepulauan Riau pada ajang POPNAS.
Menurutnya, proses seleksi harus dilaksanakan secara profesional agar mampu menghasilkan atlet-atlet berkualitas yang benar-benar siap bersaing di tingkat nasional. Seluruh pertandingan juga harus berlangsung secara objektif, transparan, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.
“POPDA merupakan seleksi awal menuju POPNAS. Karena itu, proses pembinaan dan seleksi harus berjalan secara profesional, objektif, transparan, dan menjunjung tinggi mutu pembinaan olahraga pelajar,” ujar Ansar Ahmad.
Ia mengatakan, keberhasilan sebuah daerah dalam dunia olahraga tidak hanya ditentukan oleh prestasi saat ini, tetapi juga oleh kualitas pembinaan atlet sejak usia pelajar. Oleh sebab itu, pemerintah daerah terus memberikan perhatian terhadap pengembangan olahraga di kalangan generasi muda.
Ansar menilai POPDA bukan sekadar ajang untuk memperebutkan medali, melainkan menjadi wadah membentuk karakter, kedisiplinan, mental bertanding, dan rasa persaudaraan antarpelajar dari berbagai daerah di Kepulauan Riau.
Ia berharap seluruh peserta mampu menunjukkan kemampuan terbaik selama pertandingan tanpa mengabaikan nilai-nilai fair play. Menurutnya, kemenangan sejati lahir dari perjuangan yang jujur dan sportif.
Gubernur juga mengingatkan bahwa atlet berprestasi harus mampu menjadi teladan, baik ketika berada di arena pertandingan maupun dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab.
Tema “Melaju Raih Prestasi, Bersatu Dalam Harmoni” dinilai sejalan dengan semangat membangun persatuan di kalangan pelajar melalui olahraga. Kompetisi ini diharapkan menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarpeserta dari seluruh kabupaten dan kota.
Sebanyak 10 cabang olahraga dipertandingkan dalam POPDA X Kepri 2026. Cabang tersebut meliputi bola basket, renang, atletik, pencak silat, sepak takraw, tenis meja, bulu tangkis, tenis lapangan, sepak bola, dan bola voli.
Ratusan atlet, pelatih, dan ofisial turut meramaikan pesta olahraga pelajar tersebut. Kontingen Kota Tanjungpinang menjadi yang terbesar dengan 248 peserta, disusul Kota Batam sebanyak 246 peserta dan Kabupaten Bintan sebanyak 227 peserta.
Sementara itu, tuan rumah Kabupaten Karimun mengirimkan 188 peserta. Kabupaten Lingga mengikutsertakan 89 orang, Kabupaten Kepulauan Anambas sebanyak 87 orang, dan Kabupaten Natuna sebanyak 70 orang.
Dengan jumlah peserta yang cukup besar, pelaksanaan POPDA X juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi di Kabupaten Karimun. Kehadiran atlet, pelatih, ofisial, serta pendukung diperkirakan turut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menilai pembinaan olahraga pelajar merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama daerah pada berbagai kejuaraan nasional maupun internasional.
Melalui penyelenggaraan POPDA X Kepri, pemerintah berharap semakin banyak atlet muda potensial yang lahir dari daerah dan mampu melanjutkan prestasi hingga ke tingkat yang lebih tinggi. Ajang ini sekaligus menjadi bukti komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem olahraga pelajar yang berkelanjutan, kompetitif, dan berorientasi pada prestasi. (Adv)










