Ota baluak…..
Golak barahai… hai… hai
Lucu….unik, dan menarik.
Itulah gambaran singkat sosok SINAR RIAU. Ia tinggal di Desa Muaro Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, Kuantan Singingi, Riau.
Maota lomak (bercerita) dengan Sinar Riau tidak akan pernah habisnya. Air mata kita akan keluar dengan sendirinya menahan gelak dan tawa. Lucu dan menggemaskan, terkadang juga menjengkelkan dan memuakkan.
Tak hanya bercerita, tangan Sinar Riau juga ikut bergerak memperagakan alur cerita yang disampaikannya. Bahkan, terkadang dia mau manjat jika ada tiang di dekatnya. Ia begitu total kalau bercerita.
Jika anda nonton televisi melihat Mpok Omas atau Nunung begitulah gambaran Sinar Riau. Kita bisa ngompol menengok candanya.
Namun itulah Sinar Riau. Santai, cuek, dan tampil sesuai identitas dirinya. Sinar Riau adalah pribadi yang menyenangkan dan suka bercanda dan membantu.
Belakangan ini Sinar Riau turun gunung. Jika ada pesta pernikahan dia ikut tari payung dia juga ikut.
Tampilannya unik dan menarik. Terkadang dia menyamar pakai topeng dengan pakaian unik ala zaman now yang dipadukan dengan pakaian tempoe doeloe.
Jika ada randai, Sinar Riau ikut menyumbangkan suara emasnya. Kata orang, suaranya mirip artis Lesti Kejora. Tapi kata Sinar Riau sendiri suaranya mirip Inul Daratista. Entah mana yang benar.
Tapi apapun kata orang Sinar Riau tak peduli. Ia hanya ingin menghibur orang dengan peran yang dimainkannya.
Sebagai bentuk totalitasnya dalam dunia seni, Sinar Riau pernah meraih juara satu lomba lawak tingkat Kabupaten Kuantan Singingi. Prestasi yang tak bisa dianggap sebelah mata.
Dia juga pernah mendapat tawaran tampil melawak di Tv Indosiar dan Trans Tv. Tapi tawaran itu belum bisa dipenuhinya. “Saya belum punya asisten,” katanya tersenyum.
Sinar Riau adalah wanita mandiri. Saat musim banjir dia jualan ikan yang dicarinya. Adakalanya dia nyambi jualan ubi.
‘Belilah ikan dan ubi ni… murah lho,” begitu cara dia merayu pembeli.
Pembeli pun senang dengan cara Sinar Riau berjualan. Mereka terhibur mendengar suara dan celotehannya yang tak bisa dihentikan.
Sinar adalah sahabat masa kecilku. Orang tua kami bersahabat. Saat umur kami 1 – 5 tahun, orang tua Sinar sering makan gaji dan membantu orang tuaku.
Dari kecil suaranya memang sudah seperti itu. Bahasa Sentajonya ‘motu” – dibahasa Indonesiakan artinya besar.
Sinar…. semoga makin bersinar. Jangan tinggalkan Riau selagi ada nama Riau di belakang namamu.
Jika nak pergi juga bolehlah ke Kepulauan Riau. Sebab masih ada nama Riau di belakang kata kepulauan.
Sukses ya Sinar Riau artis Kuantan Singingi yang suka bergaya. Hahaha.
*) Penulis: Sahabat Jang Itam








