Menu

Mode Gelap
KKP Lakukan Survei Topografi, Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Jemaja Timur Masuki Tahap Awal Jumat ASRI Jemaja Timur Libatkan Forkopimcam, Warga, dan Mahasiswa KKN UGM Bersihkan Lingkungan Desa Bukit Padi Camat Siantan Hadiri Buka Puasa Asyura dan Santunan Anak Yatim, Apresiasi Kepedulian Majelis Taklim Istiqomah HNSI Jemaja dan Kapolsek Perkuat Sinergi, Nelayan Diimbau Waspada Musim Angin Selatan Ungkap Penyalahguna Narkotika Polsek Siak Kecil Bekuk dua Pelaku Polsek Pinggir Ungkap Kasus Narkotika di Talang Muandau, Satu Tersangka Diamankan

Tanjungpinang

Kepri Terang, Saat Pulau-Pulau Tak Lagi Gelap, Harapan pun Menyala

badge-check


					Gubernur Ansar Ahmad menyalakan panel listrik. F: Ist Perbesar

Gubernur Ansar Ahmad menyalakan panel listrik. F: Ist

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Di tengah gemuruh arus modernisasi, tak semua wilayah di Indonesia mendapat cahaya yang sama terang. Namun, tanggal 8 Juli 2025 menjadi titik balik bagi Kepulauan Riau. Bukan sekadar soal lampu yang menyala, tapi tentang mimpi-mimpi yang kini bisa hidup lebih lama. Untuk pertama kalinya, seluruh ibu kota kecamatan di Kepri resmi menikmati listrik selama 24 jam tanpa henti.

Momen ini disambut hangat oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, yang menyebutnya sebagai tonggak sejarah pemerataan pembangunan di wilayah yang lebih dikenal dengan gugusan pulaunya ketimbang kerlap-kerlip kota.

“Ini bukan hanya tentang penerangan. Ini adalah tentang keadilan pembangunan. Tentang harapan yang menyala di setiap sudut Kepri, dari kota sampai ke pulau terluar,” ucap Ansar dengan nada penuh optimisme, Kamis (10/7/2025).

Sebuah Revolusi dari Desa Pulau Panjang

Simbol keberhasilan ini terlihat jelas di Desa Pulau Panjang, Kecamatan Pulau Panjang, Kabupaten Natuna. Di sinilah Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang kini beroperasi penuh selama 24 jam menjadi penanda perubahan. Dahulu, desa ini hanya menikmati listrik selama 14 jam sehari. Malam-malam panjang kerap dilalui dalam temaram, membatasi aktivitas warga, terutama anak-anak yang harus belajar di bawah cahaya seadanya.

Kini, suasana berbeda terasa. Rumah-rumah menjadi lebih hidup di malam hari. Warung-warung kecil tetap buka hingga larut, anak-anak bisa belajar dengan tenang, dan ibu-ibu bisa menyalakan mesin jahitnya lebih lama. Pulau Panjang, seperti juga pulau-pulau lainnya, tak lagi tidur terlalu cepat.

Listrik: Lebih dari Sekadar Cahaya

Menurut Kepala Dinas ESDM Kepri, M. Darwin, keberhasilan ini adalah hasil dari sinergi jangka panjang antara Pemerintah Provinsi dan PLN. “Program Kepri Terang bukanlah kerja instan. Ini buah dari kerja kolaboratif dan keberanian menembus batas geografis,” ujarnya.

Listrik, menurut Darwin, bukan hanya sekadar energi. Ia adalah infrastruktur dasar bagi mobilitas pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga digitalisasi. Di era serba daring ini, konektivitas menjadi kebutuhan pokok, dan listrik adalah pintu masuknya.

Dengan listrik 24 jam, wilayah seperti Pulau Pemping (Kota Batam) dan Numbing (Kabupaten Bintan) pun turut merasakan stabilitas koneksi internet, pelayanan publik berbasis teknologi, hingga peningkatan keamanan lingkungan.

Membakar Semangat Baru di Pulau-Pulau

Pencapaian ini tak hanya memantik cahaya di ruang-ruang keluarga, tapi juga menyulut semangat pembangunan berkeadilan. Bagi Gubernur Ansar, listrik yang menyala di pulau-pulau kecil adalah bentuk kehadiran negara secara nyata.

“Ketika lampu menyala di rumah-rumah itu, yang menyala bukan hanya listrik. Tapi juga keyakinan bahwa mereka tidak dilupakan,” kata Ansar.

PLN sendiri mencatat bahwa selama tahun 2025, ada 13 wilayah yang telah ditingkatkan layanan kelistrikannya menjadi 24 jam, di antaranya 11 ibu kota kecamatan yang sebelumnya belum menikmati layanan penuh.

Saatnya Pulau-Pulau Bicara tentang Masa Depan

Perjalanan menuju Kepri Terang memang belum usai. Masih ada tantangan di daerah yang lebih pelosok dan jauh dari jaringan utama. Namun keberhasilan ini adalah bukti bahwa pembangunan tak lagi terpusat di daratan besar. Pulau-pulau kecil kini punya suara dan cahaya untuk ikut bercerita.

Dengan listrik yang tak lagi padam, pulau-pulau di Kepri kini tak hanya menjadi tujuan wisata atau jalur logistik. Mereka telah menjadi ruang hidup yang layak, penuh harapan dan masa depan.

Dan dari Pulau Panjang, terang itu menyebar. Menerangi pulau-pulau lain yang dulu gelap, kini bangkit, dan siap menyongsong hari-hari baru—dengan listrik yang menyala, dan semangat yang menyulut perubahan. (RK9)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Prakiraan Cuaca Kepri Jumat 26 Juni 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah, Natuna dan Anambas Waspada Cuaca Berubah Cepat

26 Juni 2026 - 00:01 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Kamis, 25 Juni 2026: Batam Berpotensi Petir, Tanjungpinang Berawan

25 Juni 2026 - 00:01 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Rabu, 24 Juni 2026: Tanjungpinang hingga Anambas Didominasi Cuaca Berawan

24 Juni 2026 - 00:01 WIB

Cuaca Kepri Selasa, 23 Juni 2026: Hujan Ringan hingga Petir Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

23 Juni 2026 - 00:01 WIB

BMKG Prediksi Cuaca Kepri Selasa 22 Juni 2026, Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah

22 Juni 2026 - 00:01 WIB

Trending di Kepulauan Riau