RiauKepri.com, PEKANBARU- Pagi nan cerah di Jalan Sudirman, Pekanbaru, terasa lebih semarak dari biasanya. Derap langkah para pelari dan tawa riang warga yang berolahraga di area Car Free Day (CFD) mendadak terasa berbeda. Sosok yang tak asing, Gubernur Riau Abdul Wahid, terlihat menyusuri jalan tanpa kawalan protokoler ketat, mengenakan kaus olahraga dan sepatu lari, membaur santai bersama masyarakat.
Tak ada panggung megah atau pengeras suara. Hanya sapaan ramah dan senyum yang tak putus dari warga yang tak menyangka bisa jogging bareng pemimpinnya. Di tengah riuh olahraga pagi, Wahid mendadak berhenti di satu titik, sebuah mobil Samsat Keliling yang tengah melayani masyarakat membayar pajak kendaraan.
Tanpa ragu, beliau menghampiri. Menyapa petugas, berbual ringan dengan warga yang tengah antre, dan sesekali mengangguk serius saat mendengarkan masukan. “Pemerintah Provinsi Riau ingin menghadirkan kemudahan bagi masyarakat untuk membayar pajak kendaraannya,” ujar Wahid, Ahad (20/7/2025).
Layanan Publik Semakin Dekat
Kehadiran Samsat Keliling di area CFD memang bukan hal baru, tapi menjadi bukti bahwa layanan publik bisa hadir lebih dekat dengan gaya hidup masyarakat urban. Wahid bahkan sempat menanyakan langsung pengalaman warga, apakah pelayanan cepat? Apakah petugas ramah?
Tanggapan yang diterima pun mayoritas positif. Warga merasa terbantu dengan kehadiran unit keliling ini, apalagi bisa membayar pajak sambil olahraga. Lokasi strategis, waktu pas, dan proses mudah. Sebuah kombinasi layanan publik yang patut diapresiasi.
“Bagi bapak/ibu yang mau bayar pajak, sembari olahraga santai di CFD bisa langsung datang ke Samsat Keliling ini,” tambah Wahid sambil menunjuk ke unit mobil pelayanan.
Helm Gratis
Tak hanya memantau dan berbual, Wahid juga memberi kejutan kecil pagi itu. Puluhan helm berstandar SNI dibagikan secara gratis kepada warga yang membayar pajak. Sebuah langkah kecil namun bermakna, bagian dari kampanye keselamatan berkendara sekaligus bentuk apresiasi kepada wajib pajak yang patuh.
Wargapun antusias, beberapa bahkan menyempatkan swafoto dengan sang gubernur, sambil memegang helm barunya. Momen ini menjadi potret kolaborasi antara pelayanan publik, kesadaran pajak, dan gaya hidup sehat yang menyatu dalam suasana santai.
Dengan gaya kepemimpinan yang santai namun penuh makna, Gubri Wahid menunjukkan bahwa pelayanan publik tak melulu soal meja dan birokrasi. Kadang, cukup dengan jogging santai, dialog hangat, dan satu-dua helm gratis, pesan tentang kepedulian dan pelayanan bisa sampai ke hati rakyat. (RK5)







