Menu

Mode Gelap
Robot Rama Sahabat Kami, Jam Pintar, dan Paper Wash Telang: Solusi Kreatif dan Inovatif Mendukung Sekolah Ramah Anak di SD Negeri 65 Pekanbaru Riau Dari Tipidkor ke Kapolres: Rekam Jejak Karir Kapolres Meranti ke-10 KKP Lakukan Survei Topografi, Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Jemaja Timur Masuki Tahap Awal Jumat ASRI Jemaja Timur Libatkan Forkopimcam, Warga, dan Mahasiswa KKN UGM Bersihkan Lingkungan Desa Bukit Padi Camat Siantan Hadiri Buka Puasa Asyura dan Santunan Anak Yatim, Apresiasi Kepedulian Majelis Taklim Istiqomah HNSI Jemaja dan Kapolsek Perkuat Sinergi, Nelayan Diimbau Waspada Musim Angin Selatan

Batam

Batam Matangkan Strategi Kota Pangan Aman 2025, Targetkan Percepat Penurunan Stunting

badge-check


					Jefridin, M.Pd., memimpin rapat koordinasi persiapan pengisian tools penilaian mandiri kabupaten/kota pangan aman 2025 di ruang rapat Setda Lantai 2 Kantor Walikota. F: Ist Perbesar

Jefridin, M.Pd., memimpin rapat koordinasi persiapan pengisian tools penilaian mandiri kabupaten/kota pangan aman 2025 di ruang rapat Setda Lantai 2 Kantor Walikota. F: Ist

RiauKepri.com, BATAM – Pemerintah Kota Batam terus memantapkan langkah dalam mewujudkan wilayah yang bebas dari ancaman pangan berisiko melalui Rapat Koordinasi Persiapan Pengisian Tools Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) 2025, Selasa (29/07/2025).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin M.Pd., ini melibatkan berbagai stakeholder kunci seperti BPOM Kepri di Batam, Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, serta Bagian SDA dan Perekonomian Setdako Batam.

“Kegiatan ini bukan sekadar pengisian formulir penilaian, tetapi lebih pada membangun ekosistem keamanan pangan yang kuat dan terintegrasi,” ujar Jefridin. Ia menekankan pentingnya komitmen bersama lintas OPD untuk menyuplai data dukung sesuai tupoksi masing-masing, mengingat batas waktu pengumpulan hingga September 2025.

Pemerintah Kota Batam telah membentuk Tim Koordinasi Keamanan Pangan sebagai fondasi awal pelaksanaan KKPA. Selain itu, ditetapkan pula Penanggung Jawab (PIC) untuk setiap perangkat daerah yang akan menyusun timeline internal pelaksanaan KKPA.

Beberapa indikator utama yang menjadi fokus penilaian meliputi perencanaan dan pelaksanaan program keamanan pangan, dokumentasi dan pelaporan, inovasi daerah dalam menjamin pangan aman, hingga capaian penghargaan atau prestasi terkait.

Kepala BPOM Kepri di Batam, Ully Mandasari, menyebut program KKPA ini sangat krusial karena secara langsung berkaitan dengan keberhasilan pemerintah dalam menekan angka stunting dan memperluas akses terhadap pangan yang aman dan bergizi.

“Batam punya potensi besar menjadi contoh nasional. Yang kita dorong adalah bagaimana keamanan pangan tidak hanya menjadi urusan sektor kesehatan atau pangan saja, tapi lintas sektor. Juga bagaimana data pengawasan pangan terintegrasi secara digital,” jelas Ully.

Melalui koordinasi ini, Pemko Batam juga mulai menyusun kerangka integrasi data pangan daerah yang nantinya akan mendukung sistem pengawasan dan pengambilan kebijakan berbasis bukti.

Rapat ini sekaligus menjadi langkah awal Batam dalam mengonsolidasikan kekuatan antarperangkat daerah untuk menjadikan Batam sebagai Kota Pangan Aman yang berdaya saing dan berkelanjutan. (RK6)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gadai Emas Jadi Primadona, BRK Syariah Tingkatkan Standar Keahlian Penaksir Jaminan Emas (Rahn)

26 Juni 2026 - 23:10 WIB

Usai Riau, BRK Syariah Kini Gandeng BPS Kota Batam Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Kepri

26 Juni 2026 - 23:05 WIB

Polda Kepri Bongkar Jaringan Promosi Judi Online Internasional di Batam, Lima Tersangka Ditangkap dan Aset Miliaran Disita

25 Juni 2026 - 13:52 WIB

Gelar Paripurna, DPRD Kota Batam Resmi Sahkan Perda PSU Perumahan untuk Perkuat Tata Kelola Kawasan Hunian

24 Juni 2026 - 13:15 WIB

Komisi II DPRD Kota Batam Datangi Kemenkeu, Soroti Anjloknya DBH PPh 21 dan Persoalan NITKU di Coretax

18 Juni 2026 - 17:28 WIB

Trending di Batam