Menu

Mode Gelap
Pasar Sosial Tetti Amalia Apresiasi Penanaman Jagung Serentak Polsek Jemaja, Perkuat Kemandirian Pangan Daerah Matangkan Persiapan Porprov Kepri 2026, Tarung Derajat Anambas Pasang Target Tiga Emas Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Jemaja Tanam Jagung di Lahan Petani Bukit Padi Foto Wajah LCM di Labeli BLACK LIST di Pintu Masuk THM, Timbulkan Pertanyaan Soal Hak Privasi Prakiraan Cuaca Kepri Ahad 7 Juni 2026: Tanjungpinang hingga Batam Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Batam

Batam Matangkan Strategi Kota Pangan Aman 2025, Targetkan Percepat Penurunan Stunting

badge-check


					Jefridin, M.Pd., memimpin rapat koordinasi persiapan pengisian tools penilaian mandiri kabupaten/kota pangan aman 2025 di ruang rapat Setda Lantai 2 Kantor Walikota. F: Ist Perbesar

Jefridin, M.Pd., memimpin rapat koordinasi persiapan pengisian tools penilaian mandiri kabupaten/kota pangan aman 2025 di ruang rapat Setda Lantai 2 Kantor Walikota. F: Ist

RiauKepri.com, BATAM – Pemerintah Kota Batam terus memantapkan langkah dalam mewujudkan wilayah yang bebas dari ancaman pangan berisiko melalui Rapat Koordinasi Persiapan Pengisian Tools Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) 2025, Selasa (29/07/2025).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin M.Pd., ini melibatkan berbagai stakeholder kunci seperti BPOM Kepri di Batam, Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, serta Bagian SDA dan Perekonomian Setdako Batam.

“Kegiatan ini bukan sekadar pengisian formulir penilaian, tetapi lebih pada membangun ekosistem keamanan pangan yang kuat dan terintegrasi,” ujar Jefridin. Ia menekankan pentingnya komitmen bersama lintas OPD untuk menyuplai data dukung sesuai tupoksi masing-masing, mengingat batas waktu pengumpulan hingga September 2025.

Pemerintah Kota Batam telah membentuk Tim Koordinasi Keamanan Pangan sebagai fondasi awal pelaksanaan KKPA. Selain itu, ditetapkan pula Penanggung Jawab (PIC) untuk setiap perangkat daerah yang akan menyusun timeline internal pelaksanaan KKPA.

Beberapa indikator utama yang menjadi fokus penilaian meliputi perencanaan dan pelaksanaan program keamanan pangan, dokumentasi dan pelaporan, inovasi daerah dalam menjamin pangan aman, hingga capaian penghargaan atau prestasi terkait.

Kepala BPOM Kepri di Batam, Ully Mandasari, menyebut program KKPA ini sangat krusial karena secara langsung berkaitan dengan keberhasilan pemerintah dalam menekan angka stunting dan memperluas akses terhadap pangan yang aman dan bergizi.

“Batam punya potensi besar menjadi contoh nasional. Yang kita dorong adalah bagaimana keamanan pangan tidak hanya menjadi urusan sektor kesehatan atau pangan saja, tapi lintas sektor. Juga bagaimana data pengawasan pangan terintegrasi secara digital,” jelas Ully.

Melalui koordinasi ini, Pemko Batam juga mulai menyusun kerangka integrasi data pangan daerah yang nantinya akan mendukung sistem pengawasan dan pengambilan kebijakan berbasis bukti.

Rapat ini sekaligus menjadi langkah awal Batam dalam mengonsolidasikan kekuatan antarperangkat daerah untuk menjadikan Batam sebagai Kota Pangan Aman yang berdaya saing dan berkelanjutan. (RK6)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Foto Wajah LCM di Labeli BLACK LIST di Pintu Masuk THM, Timbulkan Pertanyaan Soal Hak Privasi

7 Juni 2026 - 05:39 WIB

Diduga Geng Motor Tusuk Karyawan Pabrik Pulang Kerja Dini Hari di Pesona Asri Batam Center

5 Juni 2026 - 16:44 WIB

Belajar Hukum dari Akar Peradaban: Mahasiswa Uniba Kuliah Lapangan di Museum Raja Ali Haji Batam.

5 Juni 2026 - 14:34 WIB

Respon Pergantian Kepala BGN, Ketua IARMI Kepri Optimistis MBG Makin Optimal di Bawah Kepemimpinan Nanik Suryati Deyang

3 Juni 2026 - 12:56 WIB

Turi Beach Resort Rayakan Anniversary ke-37 dengan Syukuran dan Donor Darah

2 Juni 2026 - 15:16 WIB

Trending di Batam