RiauKepri.com, BATAM – Pemerintah Kota Batam terus memantapkan langkah dalam mewujudkan wilayah yang bebas dari ancaman pangan berisiko melalui Rapat Koordinasi Persiapan Pengisian Tools Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) 2025, Selasa (29/07/2025).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin M.Pd., ini melibatkan berbagai stakeholder kunci seperti BPOM Kepri di Batam, Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, serta Bagian SDA dan Perekonomian Setdako Batam.
“Kegiatan ini bukan sekadar pengisian formulir penilaian, tetapi lebih pada membangun ekosistem keamanan pangan yang kuat dan terintegrasi,” ujar Jefridin. Ia menekankan pentingnya komitmen bersama lintas OPD untuk menyuplai data dukung sesuai tupoksi masing-masing, mengingat batas waktu pengumpulan hingga September 2025.
Pemerintah Kota Batam telah membentuk Tim Koordinasi Keamanan Pangan sebagai fondasi awal pelaksanaan KKPA. Selain itu, ditetapkan pula Penanggung Jawab (PIC) untuk setiap perangkat daerah yang akan menyusun timeline internal pelaksanaan KKPA.
Beberapa indikator utama yang menjadi fokus penilaian meliputi perencanaan dan pelaksanaan program keamanan pangan, dokumentasi dan pelaporan, inovasi daerah dalam menjamin pangan aman, hingga capaian penghargaan atau prestasi terkait.
Kepala BPOM Kepri di Batam, Ully Mandasari, menyebut program KKPA ini sangat krusial karena secara langsung berkaitan dengan keberhasilan pemerintah dalam menekan angka stunting dan memperluas akses terhadap pangan yang aman dan bergizi.
“Batam punya potensi besar menjadi contoh nasional. Yang kita dorong adalah bagaimana keamanan pangan tidak hanya menjadi urusan sektor kesehatan atau pangan saja, tapi lintas sektor. Juga bagaimana data pengawasan pangan terintegrasi secara digital,” jelas Ully.
Melalui koordinasi ini, Pemko Batam juga mulai menyusun kerangka integrasi data pangan daerah yang nantinya akan mendukung sistem pengawasan dan pengambilan kebijakan berbasis bukti.
Rapat ini sekaligus menjadi langkah awal Batam dalam mengonsolidasikan kekuatan antarperangkat daerah untuk menjadikan Batam sebagai Kota Pangan Aman yang berdaya saing dan berkelanjutan. (RK6)
Editor: Dana Asmara







