Menu

Otomatis
Breaking News

Batam

PWI Kepri Tunda Penyerahan Anugerah Warta Marwah, Hormati Suasana Duka Batam

badge-check

Piala Anugerah Warta Marwah (AWM) 2026. (Foto: ist) Perbesar

Piala Anugerah Warta Marwah (AWM) 2026. (Foto: ist)

RiauKepri.com, BATAM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau menunda penyerahan Anugerah Warta Marwah (AWM) 2026 kepada lima tokoh yang sebelumnya dijadwalkan menjadi bagian dari rangkaian agenda pelantikan pengurus PWI Kepri, Kamis (17/9/2026).

Keputusan tersebut diambil dalam rapat Pengurus PWI Kepri di Graha PWI, Batam Center, Senin (14/9/2026) malam, menyusul peristiwa bentrokan di Pulau Setokok yang menyebabkan dua warga meninggal dunia.

Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani mengatakan, keputusan menunda penyerahan penghargaan merupakan bentuk empati sekaligus penghormatan terhadap masyarakat yang sedang berada dalam suasana duka.

“Kami merasa kurang patut jika dalam suasana masyarakat sedang berduka, kita menggelar seremoni penghargaan. Karena itu, kami memilih menunda. Ini bentuk empati dan penghormatan kami kepada keluarga korban dan masyarakat Batam,” ujar Saibansah.

Menurut pria asal Surabaya yang akrab disapa cak Iban itu, keputusan tersebut bukan berarti PWI Kepri membatalkan penghargaan yang telah diputuskan. Anugerah Warta Marwah tetap akan diberikan kepada para penerima, namun pada waktu terbaik yang akan ditentukan kemudian.

Ia menegaskan, bagi PWI Kepri, AWM tidak semata-mata merupakan acara seremonial.

“Anugerah Warta Marwah ini bukan hanya tentang panggung dan penghargaan. Ada nilai yang ingin kami jaga, yaitu marwah negeri. Ketika negeri sedang berduka, tentu kita harus tahu kapan waktunya berbicara tentang penghargaan dan kapan waktunya menundukkan kepala,” katanya.

Cak Iban menyebut keputusan tersebut lahir melalui pembahasan bersama, setelah mendengarkan dengan cermat masukan dari banyak pihak.

Rapat di Graha PWI turut dihadiri Ketua Dewan Penasihat PWI Kepri Marganas Nainggolan, Penanggung Jawab Anugerah Warta Marwah Ramon Damora, Bendahara Nizamul Akhyar, Wakil Ketua Lintong C Manru, Wakil Sekretaris Aji Anugraha, Wakil Sekretaris Muhammad Ikhsan, Candra Pusponegoro, serta sejumlah pengurus lainnya.

Dalam rapat tersebut, seluruh pihak melihat bahwa suasana batin masyarakat Batam setelah peristiwa di Setokok harus menjadi pertimbangan utama. “Penghargaan bisa kita tunda. Tetapi rasa duka masyarakat tidak boleh kita abaikan,” kata Saibansah.

Penghargaan Tetap Diberikan

AWM 2026 sebelumnya dirancang sebagai penghargaan tertinggi dari insan pers PWI Kepri kepada tokoh-tokoh yang dinilai memberikan kontribusi penting bagi kemajuan dan marwah Kepulauan Riau.

Lima tokoh telah ditetapkan sebagai penerima dengan kategori masing-masing, yang merefleksikan kontribusi dan pengabdian mereka bagi daerah. Kelima tokoh tersebut masing-masing menerima penghargaan dengan kategori berbeda.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menerima kategori Kepemimpinan Inovatif, atas kepemimpinannya dalam mendorong pembangunan Batam, memperkuat iklim investasi dan daya saing daerah, sekaligus memberi perhatian pada pembangunan manusia dan identitas budaya Melayu.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menerima kategori Harmoni Negeri, atas kiprahnya membangun kepemimpinan yang inklusif, menjembatani pemerintah dan masyarakat, serta memperkuat harmoni di tengah kemajemukan Batam.

Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin menerima kategori Benteng Negeri, atas kepemimpinannya menjaga keamanan dan ketertiban di Kepri yang dinilai turut menciptakan iklim kondusif bagi masyarakat dan dunia usaha. Pendekatan humanis melalui pengenalan nilai-nilai Gurindam Dua Belas juga menjadi bagian dari pertimbangan penghargaan.

Ketua Umum LAM Kepri Kota Batam YM Dato’ Wira Setia Utama Raja Haji Muhammad Amin menerima kategori Kedaulatan Adat, atas dedikasinya melestarikan dan menguatkan adat-istiadat Melayu serta menghidupkan kembali sejarah dan identitas Melayu di Batam.

Sementara Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan menerima kategori Kemaritiman Madani, atas kepedulian dan perjuangannya terhadap masyarakat pesisir dan hinterland, khususnya nelayan dan masyarakat pulau-pulau, sejalan dengan karakter Kepri sebagai provinsi maritim.

Ketua PWI Kepri memastikan penundaan tidak mengubah keputusan pemberian penghargaan. “Penghargaan tetap kami berikan. Para penerima tetap kami hormati. Hanya waktunya yang kami tunda sampai suasana memungkinkan,” ujarnya.

Di sisi lain, agenda Pengukuhan Ulang Pengurus PWI Kepri Sisa Masa Bakti 2023–2028 oleh Ketua Umum PWI Pusat tetap dilaksanakan pada Kamis (17/9/2026) di Ballroom Hotel Harmoni One, Batam Center, dilanjutkan dengan Orientasi Kewartawanan dan Keanggotaan (OKK), dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dua hari berturut.

Menurut Saibansah, pemisahan antara agenda pengukuhan organisasi dan seremoni penghargaan merupakan pilihan yang dianggap paling tepat dalam situasi saat ini.

“Kami tetap menjalankan agenda organisasi. Tetapi untuk seremoni penghargaan, kami memilih menunda. Ini cara kami menunjukkan bahwa pers juga punya kepekaan terhadap apa yang dirasakan masyarakat,” demikian cak Iban mengakhiri. (RK/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sepuluh Hektare Lahan di Bulang, Dua Nyawa Melayang

15 Sep 2026 - 08:04 WIB

Sepuluh Hektare Lahan di Bulang, Dua Nyawa Melayang

Bentrok Antarkelompok di Barelang, Dua Tewas

14 Sep 2026 - 20:04 WIB

Bentrok Antarkelompok di Barelang, Dua Tewas

Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang

13 Sep 2026 - 19:54 WIB

Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang

PWI Kepri Lahirkan Tradisi Baru Bernama Anugerah Warta Marwah

12 Sep 2026 - 21:18 WIB

PWI Kepri Lahirkan Tradisi Baru Bernama Anugerah Warta Marwah

Talenta Muda Naik Level, Masa Depan Menanti di IIBN Next Gen Festival 2026

12 Sep 2026 - 13:10 WIB

Talenta Muda Naik Level, Masa Depan Menanti di IIBN Next Gen Festival 2026
Trending di Batam