RiauKepri.com, TANJUNGPINANG — Kondisi udara di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada Selasa (15/9/2026) masih diselimuti kabut asap. Kondisi tersebut membuat suasana langit tampak kelabu dan jarak pandang masyarakat di sejumlah wilayah mengalami penurunan.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi berasap terpantau di wilayah Tanjungpinang pada Selasa pagi. Pengamatan di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang pada pukul 08.00 WIB menunjukkan jarak pandang sekitar 5 kilometer.
Dalam pengamatan tersebut, suhu udara tercatat sekitar 29 derajat Celsius dengan kelembapan yang cukup tinggi. Angin bertiup dengan kecepatan sekitar 11,1 kilometer per jam, sedangkan tekanan udara berada di kisaran 1.013 hPa.
Kondisi kabut asap yang terjadi di Tanjungpinang juga berkaitan dengan adanya sebaran asap dari wilayah lain. BMKG sebelumnya mengonfirmasi adanya potensi kabut asap kiriman dari Kalimantan yang mencapai wilayah Kepulauan Riau, khususnya Pulau Bintan dan sekitarnya.
Untuk kondisi cuaca pada Selasa, BMKG secara umum memprakirakan Tanjungpinang mengalami cuaca berawan tebal. Informasi prakiraan BMKG juga menunjukkan potensi kondisi atmosfer yang relatif kering di sejumlah wilayah sehingga masyarakat diminta tetap mewaspadai dampak sebaran asap.
Kabut asap tersebut berdampak pada aktivitas masyarakat. Pemerintah Kota Tanjungpinang bahkan menetapkan pembelajaran bagi siswa PAUD hingga SMP dilakukan secara daring dari rumah mulai 15 hingga 18 September 2026 sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi cuaca yang berpotensi membahayakan.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kondisi udara semakin pekat. Penggunaan masker dapat menjadi salah satu langkah perlindungan untuk mengurangi paparan partikel asap.
Pengendara kendaraan bermotor juga perlu berhati-hati ketika melintas di jalan raya, khususnya pada pagi hari saat jarak pandang berkurang. Pengemudi disarankan menyesuaikan kecepatan dan menjaga jarak aman dengan kendaraan lain.
Kondisi udara berasap juga perlu menjadi perhatian masyarakat yang memiliki aktivitas di ruang terbuka. Perkembangan kondisi atmosfer dan kualitas udara dapat berubah mengikuti arah serta kecepatan angin dan kondisi cuaca di wilayah sekitar.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan kualitas udara melalui kanal resmi BMKG. Informasi terbaru diperlukan untuk menentukan langkah antisipasi, terutama apabila kondisi kabut asap kembali meningkat atau jarak pandang semakin menurun. (RK9)








