Menu

Mode Gelap
Milad ke-33 Dapen Bankriaukepri, Bukti Konsistensi dan Kepercayaan yang Terjaga Polsek Rangsang Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Kebakaran di Tanjung Kedabu  Pelarian Berakhir, DPO Kasus Sabu Diciduk di Lintas Duri–Dumai Kecamatan Bathin Solapan Tempat Rawan Narkoba Disasar Polisi, Pengedar Sabu-Ganja Berhasil Diringkus Ketua PMI Bintan Buka Seminar Kesehatan dan Donor Darah di STAIN SAR Kepri Dari Keterbatasan ke Kesempatan: Kisah Mahasiswa STIE Cakrawala Terbantu Beasiswa BRK Syariah

Ragam

Drs. Maridin Arbis (1934-2009): Pejuang, Pendidik, Ulama, dan Politikus Riau dari Kuantan Singingi

badge-check


					Maridin Arbis dan istrinya Maimanah Umar Perbesar

Maridin Arbis dan istrinya Maimanah Umar

“LELAH boleh, menyerah jangan. Hidup itu harus diperjuangkan.”

Itulah pesan Drs. H. Maridin Arbis
Pesan seorang
pejuang, akademisi, ulama, dan politikus Riau asal Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.

Sebagai pejuang Maridin terlibat langsung melawan penjajah Belanda pada Agresi I dan II di Kuantan Singingi.

Sebagai pendidik dan akademisi, Maridin Arbis menjadi dosen di IAIN kini UIN Susqa Pekanbaru. Ia juga mendirikan Yayasan Masyarakat Melayu Makmur (Masmur) Daerah Riau tahun 1981.

Yayasan yang berlokasi di Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 96, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Riau ini menaungi lembaga pendidikan.

Yayasan Masmur mengelola:
1. Kampus Masmur Pusat Jl. KH. Ahmad Dahlan terdiri dari: SMP IT dan SMK Multi Mekanik.

2. Sekolah Tinggi Agama Islam Al-azhar di Jl. Arengka yang terdiri dari: SMA Olah Raga, MA Masmur dan MTs Masmur.

3. Yayasan Masmur di Desa Teratak Buluh Kecamatan Siak Hulu, Kampar mengelola pendidikan dari: TK dan Panti Asuhan.

4. Yayasan Masmur sekarang tengah mempersiapkan Pembangunan Universitas Al Azhar.

Sebagai politisi Maridin pernah jadi anggota DPR/MPR RI dapil Provinsi Riau. Dia menjadi wakil rakyat dari Golkar periode 1977 s.d 1982.

Maridin merupakan anggota DPR/MPR RI ketiga asal Kuantan Singingi. Sebelumnya ada Buya Ma’rifat Mardjani dari Partai Perti (1956-1959) asal Hulu Kuantan pada era Soekarno. Kemudian KH Umar Usman (1971 – 1976) asal Telukkuantan pada era Pemerintahan Presiden Soeharto dari Golkar.

Setelah Mardin Arbis anggota DPR/MPR RI asal Kuantan Singingi adalah Samad Thaha (1982-1987) asal Benai.

Menyusul Mafirion asal Jake yang jadi pengganti antar waktu Partai Kebangkitan Bangsa, Dr. Ir. Lukman Edy, M.Si (2018-2019) di era Presiden Joko Widodo. Kembali terpilih periode 2025-2030 pada era Prabowo Subianto.

Istri tercintanya, Dr (HC) Maimanah Umar yang dinikahinya pada 5 Mei 1937 di Teratak Buluh, Kampar, Riau pernah jadi anggota DPRD Riau empat periode: 1977 s.d 1998. Kemudian anggota DPD RI dari Dapil Riau selama tiga periode: 2004-2009, 2009-2014, dan 2014-2019.

Menyusul anak bungsunya Dr. Misharti, S.Ag., M.Si menjadi anggota DPD RI Dapil Riau: 2009-2024. Kini Wakil Bupati Kampar 2025-2030.

MARIDIN Arbis yang punya nama kecil Maradin lahir di Simandolak 1 Januari 1934. Terlahir sebagai anak kedua dari lima bersaudara dari pasangan Arif dan Zubaida.

Teman seperjuangannya sesama pendidik dan politisi dari Kecamatan Benai di antaranya Raja Intan Djudin, Samad Thaha, Raja Samad, Anwar Syair, dan lainnya.

Maridin Arbis menyelesaikan pendidikan SR di Talukkuantan tahun 1947. Kemudian melanjutkan pendidikan tingkat SLTP dan SLTA di Perguruan Thawalib Padang Panjang, Sumatra Barat.

Sedangkan Pendidikan Tinggi/ S-1 diselesaikannya di IAIN yang kini bernama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 1964. Dia merupakan angkatan pertama orang Riau asal Kuantan Singingi yang menyelesaikan pendidikan jenjang S-1 di IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Setelah menyelesaikan kuliahnya S-1 nya, Maridin Arbis dan Istrinya Maimanah Umar menjadi akademisi/ dosen di IAIN Susqa Pekanbaru dari tahun 1970 s.d. 2000. Dia pernah menjadi Wakil Rektor III di perguruan tinggi islam pertama di Provinsi Riau tersebut.

Menikah dengan Maimanah Umar, yang juga akademisi dan politisi Indonesia kelahiran 5 Mei 1937 di Teratak Buluh, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Riau. Kedua pasangan suami istri sudah berstatus dosen Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak kuliah di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 1962.

Maridin meninggal pada 26 September 2009 pada usia 72 tahun. Dikebumikan di Teratak Buluh, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Riau.

Sementara istrinya Maimanah Umar meninggal di usia 83 tahun pada 2 Desember 2019 di Rumah Sakit Malaka, Malaysia pukul 14.20 WIB.

Maridim dan sang istri dikebumikan di lokasi yang sama di Teratak Buluh.

Maridin Arbis pensiun sebagai dosen pada tahun 2000. Tiga tahun kemudian menyusul istrinya Maimanah Umar.

DIMATA anaknya Dr. Husni Thamrin, M.A., M.SiL, ayahnya merupakan orang tua yang penyayang dengan keluarga. Dia pekerja keras, amanah, dan bertanggung jawab.

“Ayah selalu mengingatkan kami beribadah, bergaul dengan masyarakat, tetangga, dan lingkungan kerja,” ujar Thamrin sapaan akrabnya.

Sedangkan dimata tokoh masyarakat Kuantan Singingi yang tinggal di Pekanbaru, Rafles, Maridin Arbis adalah “paket komplet”. Berbagai jabatan yang dipernah disandangnya merupakan bukti dari loyalitasnya dan profesionalitasnya dalam bekerja.

“Pak Maridin seorang pejuang, pendidik, akademisi, politisi, dan ulama Riau asal Kuantan Singingi yang menonjol pada masanya. Istri dan anaknya juga berhasil di bidang masing-masing,” ujar Oncol sapaan akrab Rafles asal Teratak Air Hitam, Kecamatan Sentajo Raya ini.

Menurut Oncol, Maridin Arbis punya motto PT Semen Padang: “Ketika orang masih berpikir, dia sudah berbuat” dan Motto Pegadaian: “Menyelesaikan masalah tanpa masalah”.

Kata Oncol sulit menemukan “paket komplet yang harmonis” seperti Maridin Arbis saat ini. Dia bisa dijadikan suhu, sahabat, guru, tempat bertanya dan curhat, tempat mengadu, minjam uang untuk sekolah atau kuliah, dan lainnya.

“Pokoknya Pak Maridin itu Is The Best lah. Sulit mencari sosok yang spesial seperti dia,” kata Oncol kagum.

Sementara mantan Sekretaris Umum IKKS Pekanbaru, Arman Lingga Wisnu menilai sosok Maridin sebagai:

… Sosok panutan yang pantas digugu, ditiru, dan tidak menggurui.

… Sosok wakil rakyat yang mengerti aspirasi rakyatnya.

… Sosok orang tua yang berhasil mengantarkan anak-anaknya menatap masa depan.

… Sosok teladan yang pantas diteladani.
Dia terasa ada di mana berada bahkan sampai sekarang.

… Sosok pejuang sejati yang tak pernah mati. Amal jariahnya bagaikan air terus mengalir.

Nama anak Maridin Arbis – Maimanah Umar:

1. Dr. H. Husni Thamrin, MA., M.SiL Wakil Ketua IV di STAI Al-Azhar Pekanbaru.

2. Hj. Maryenik Yanda S.H: Ketua IWAPI Kota Pekanbaru dan Owner Restoran Dapur Dipo, Pekanbaru.

3. H. M. Syukri, S.Pd.I: Wakil Sarana dan Prasarana SMK Masmur Pekanbaru.

4. Dr. Hj. Mutia Eliza, M.M: Pernah menjabat berbagai jabatan strategis Di Pemko Pekanbaru seperti: Kaban Pemberdayaan Perempuan Masyarakat dan KB, Kadis Sosial, Asisten III, IV, dan Kadis Ketahanan Pangan.

5. M. Firdaus, S.E., M.M: Pernah jadi Kadis Perindag Provinsi Riau, Kepala Biro Humas, dan Protokol, Tata Pemerintahan dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Riau dan Pejabat Bupati Kampar.

6. Dr. Misharti, M.Si: Anggota DPD RI (2019: 2014) dan Wakil Bupati Kampar (2025-2030).

Penulis naskah: Sahabat Jang Itam

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LAMR Minta Menteri Kehutanan Batalkan Rencana Relokasi Warga TNTN di Tanah Adat Cerenti

10 Maret 2026 - 19:21 WIB

Pendulang Tradisional Terjaring, Polisi Bongkar Dapur Emas Ilegal di Kuansing

3 Februari 2026 - 11:19 WIB

Jadwal Nisfu Syaban 2026 dan Amalan yang Dianjurkan

1 Februari 2026 - 06:35 WIB

Relokasi Eks Penghuni TNTN di Cerenti Dinilai Lemah Secara Hukum

31 Januari 2026 - 08:16 WIB

Sekolah Rakyat ke-4 Dibangun di Kuansing, Pemprov Riau Perluas Akses Pendidikan Gratis

22 Januari 2026 - 13:43 WIB

Trending di Kuansing