Menu

Mode Gelap
Robot Rama Sahabat Kami, Jam Pintar, dan Paper Wash Telang: Solusi Kreatif dan Inovatif Mendukung Sekolah Ramah Anak di SD Negeri 65 Pekanbaru Riau Dari Tipidkor ke Kapolres: Rekam Jejak Karir Kapolres Meranti ke-10 KKP Lakukan Survei Topografi, Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Jemaja Timur Masuki Tahap Awal Jumat ASRI Jemaja Timur Libatkan Forkopimcam, Warga, dan Mahasiswa KKN UGM Bersihkan Lingkungan Desa Bukit Padi Camat Siantan Hadiri Buka Puasa Asyura dan Santunan Anak Yatim, Apresiasi Kepedulian Majelis Taklim Istiqomah HNSI Jemaja dan Kapolsek Perkuat Sinergi, Nelayan Diimbau Waspada Musim Angin Selatan

Bisnis

Riau Jadi Pilar Ekonomi Nasional, Investasi Tembus Rp12,67 Triliun

badge-check


					Logo Provinsi Riau. Perbesar

Logo Provinsi Riau.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Riau kembali mencatatkan capaian positif pada Triwulan II-2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Riau menyumbang 4,98 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menjadi provinsi dengan PDRB terbesar kedua di luar Jawa, setelah Sumatera Utara.

Ekonomi Riau tumbuh 4,59 persen secara tahunan, dengan nilai PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp293,05 triliun. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada sektor jasa lainnya (9,37 persen), sedangkan dari sisi pengeluaran, ekspor luar negeri tumbuh 12,77 persen.

Bila migas dikeluarkan, pertumbuhan ekonomi Riau justru lebih tinggi, yakni 5,06 persen. Ini menunjukkan penguatan struktur ekonomi nonmigas yang kian signifikan sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Dari sisi investasi, Riau mencatat realisasi sebesar Rp12,67 triliun dan menempati peringkat ke-11 nasional. Di Pulau Sumatera, Riau hanya kalah dari Sumatera Utara, menunjukkan daya tarik yang kuat bagi investor, terutama di sektor pertanian, industri pengolahan, dan konstruksi.

Pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 2,47 persen mencerminkan peningkatan investasi riil. Kegiatan impor pupuk, pengadaan semen, dan proyek infrastruktur strategis mendongkrak aktivitas ekonomi secara fisik.

Sektor pertanian tumbuh 4,38 persen, didorong program Makan Bergizi Gratis dan pasokan pupuk yang lebih stabil. Sektor industri pengolahan naik 2,36 persen, ditopang hilirisasi kelapa sawit. Sementara itu, sektor konstruksi tumbuh 4,55 persen, didukung proyek tol, pelabuhan, dan kawasan industri.

Meski demikian, tantangan masih ada. Konsumsi pemerintah turun 7,41 persen dan sektor pertambangan terkontraksi tipis. BPS menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi, percepatan perizinan, dan dukungan infrastruktur untuk menjaga momentum pertumbuhan jangka panjang. (RK5)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Robot Rama Sahabat Kami, Jam Pintar, dan Paper Wash Telang: Solusi Kreatif dan Inovatif Mendukung Sekolah Ramah Anak di SD Negeri 65 Pekanbaru Riau

27 Juni 2026 - 15:03 WIB

Politik Nonagama

27 Juni 2026 - 07:49 WIB

Sentuhan Humanis Polairud Polda Riau di Pesisir Siak: Salurkan Sembako hingga Bibit Pohon Lewat Program JALUR

26 Juni 2026 - 22:52 WIB

Haris Kampai Tetapkan Hariyanto Karim jadi Sekretaris PT SPR

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Rektor UIN Suska Riau Sambut Baik Kerja Sama dengan IKADI Riau, Perkuat Pengabdian untuk Masyarakat

25 Juni 2026 - 22:28 WIB

Trending di Riau