Menu

Mode Gelap
500 Bibit Tanaman dan Donasi untuk Rumah Singgah Kanker jadi Penutup BRKS Walk and Run 2026 Kejari Meranti Pulihkan Kerugian Negara Dari Kasus Korupsi sebesar Rp 663 Juta Bupati Bintan Sambut Kunjungan Wamen BKKBN, Dorong Lansia Tetap Produktif dan Perkuat Pencegahan Stunting Pengguna Jalan Diminta Waspada, Kawanan Lebah Berkumpul di Pasar Pagi Letung PWI Karimun dan PT Timah Tbk Berkolaborasi Serahkan 1 Ekor Sapi Kurban Untuk Masjid Al Muhajirin di Perumahan Gladiola Mengenal Minyak Non Konvensional (MNK): Energi Masa Depan yang Tersembunyi di Perut Bumi Indonesia

Meranti

Warga Desa Bantar Ditemukan Meninggal Dunia, Ini Kronologis Lengkap Dari Kepolisian

badge-check


					Warga Desa Bantar Ditemukan Meninggal Dunia, Ini Kronologis Lengkap Dari Kepolisian Perbesar

RiauKepri.com, MERANTI – Seorang warga Desa Bantar, Kecamatan Rangsang Barat, ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam dan diduga terseret arus laut di perairan pantai Dusun Ayun, Desa Permai, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Korban diketahui bernama Syahdani Ikram (20), warga Jl. H. Abdullah RT 10 RW 05, Desa Bantar. Korban sempat dilaporkan hilang saat memancing di sekitar kawasan batu geronjong (pemecah ombak) bersama rekannya, Ramli (30), pada Rabu pagi (24/09) sekitar pukul 07.00 WIB.

Kapolres Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH melalui Kapolsek Rangsang Barat IIPDA Ahmad Fauzi Menara kepada Wartawan, RiauKepri com, menjelaskan Kronologis Kejadian yang mana berdasarkan keterangan dari saksi, Ramli, pada Rabu pagi sekitar pukul 07.00 WIB, korban bersama saksi memancing di sekitar batu geronjong Pantai Tanjung Motong, yang berjarak sekitar 100 meter dari bibir pantai saat kondisi air laut surut.

Selanjutnya, pada pukul 10.00 WIB, air laut mulai pasang. Korban mengajak saksi untuk kembali ke daratan. Namun saat berenang menuju pantai, korban diduga kelelahan dan terseret arus laut. Saksi sempat mencoba memberikan bantuan menggunakan gabus pelampung, namun tidak berhasil menyelamatkan korban yang kemudian tenggelam dan hilang.

“Saksi meminta pertolongan warga sekitar untuk membantu pencarian, pada saat kejadian,” kata Kapolsek.

Selanjutnya, Dijelaskan Kapolsek Rangsang Barat setelah dapat informasi tersebut pihak Polsek Rangsang Barat langsung mendatangi lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan masyarakat setempat serta Basarnas. Pencarian dilakukan menggunakan kapal nelayan dan sampan milik warga.

“Korban berhasil ditemukan pada hari yang sama, Rabu sore (24/09) sekitar pukul 14.30 WIB, oleh seorang warga bernama Rusli (35), warga Jl. H. Ibrahim RT 01 RW 03, Desa Permai. Jenazah korban ditemukan mengambang di laut sekitar 100 meter dari lokasi awal korban tenggelam,” terangnya.

Pada saat ditemukan, korban langsung dievakuasi ke rumah duka di Desa Bantar untuk dimakamkan.

Berdasarkan Analisa, Kapolsek Rangsang Barat IPDA Ahmad Fauzi Menara menyampaikan bahwa korban diduga tenggelam akibat kelelahan saat berenang menuju bibir pantai di tengah arus laut yang mulai pasang. Penemuan jenazah pada saat air laut surut memudahkan proses evakuasi.

Selanjutnya, pihak kelurga korban menyatakan menerima peristiwa ini sebagai musibah. Mereka menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah dan menyampaikan tidak akan melakukan tuntutan hukum di kemudian hari. (RK12).

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kejari Meranti Pulihkan Kerugian Negara Dari Kasus Korupsi sebesar Rp 663 Juta

26 Mei 2026 - 08:57 WIB

Imigrasi Selatpanjang Perketat Pengawasan Orang Asing di Meranti, Jalur Tikus hingga Overstay Jadi Sorotan

25 Mei 2026 - 20:04 WIB

Perkuat Korwas PPNS, Polres Meranti Bahas Implementasi KUHAP 2025

25 Mei 2026 - 17:55 WIB

Polsek Tebingtinggi Lakukan Pengecekan Ketahanan Pangan P2B Peternakan Kambing

22 Mei 2026 - 10:01 WIB

Terkait Pengiriman Arang Bakau ke Luar Negeri, Bea dan Cukai Bungkam, Ada Apa?

20 Mei 2026 - 13:00 WIB

Trending di Meranti